Refleksi dua tahun: lunturnya semangat berbagi

23 Apr 2010

Tidak terasa sudah dua tahun blog suamimalas ini saya kelola. Kenapa namanya suamimalas? Nama ini sebenarnya predikat yang sering diberikan orang kepada saya, karena aktivitas sehari-hari saya hanya berdiam di rumah. Kenapa cuma di rumah? Karena saya mencari penghasilan lewat online alias internet.

Aktivitas seputar bisnis online ini pulalah yang akhirnya menjadi konsentrasi pembahasan blog suamimalas. Alasan saya berbagi sebenarnya sangat simple. Pertama, karena dulu saya sendiri sangat sulit mencari referensi berbisnis online di internet. Kalau pun ada biasanya harus bayar atau ujung-ujungnya hanya jualan produk. Kedua, dengan berbagi saya bisa mendapatkan feedback lewat comment, apakah yang saya lakukan selama ini sudah tepat atau sebenarnya ada metode lain yang lebih efektif.

Syukurnya apresiasi pun mulai berdatangan. Jumlah yang memberi komentar mulai bertambah banyak. Tujuan mendapatkan feedback mengenai cara yang lebih baik pun mulai tercapai. Jumlah feedreader juga ikut merangkak naik. Blog-blog sahabat mulai menulis review tentang blog ini, bahkan admin blogdetik pun pernah menjadikan saya sebagai Blog of the week. Dan tentunya saya juga masih ingat liputan koran Sindo tentang artikel berseri cara memperoleh keuntungan dari blog yang pernah saya buat. Saya pun makin semangat menulis, seminggu bisa posting hingga dua tiga kali.

Tapi sayangnya tidak semua berpikiran positif. Tentangan lambat laun mulai bermunculan. Beberapa komentar negatif seperti caranya jadul mas, ini sih mainan anak SMP, belagu banget sih baru bisa SEO gitu aja udah pamer dan komentar sejenis yang mengkritik tanpa memberikan feedback untuk membangun. Salah satu contoh ada pada artikel tentang anti copy paste. Banyak komentar (sayangnya ditangkap plugin SK2) yang dengan sengaja mengcopy tulisan saya dan menuliskannya kembali di kolom komentar, untuk sekedar unjuk gigi bahwa mereka bisa mengcopy tulisan di blog ini. Tanpa memberikan solusi langkah yang lebih baik mencegah copy paste tadi.

Padahal saya sendiri sudah menyatakan bahwa saya memang bukan profesor ahli di bidang ini. Semua saya bagi hanya berdasarkan pengalaman saya saja. Jadi wajar kalau ada banyak kekurangan. Dalam hal copy paste tadi misalnya saya sudah menyatakan bahwa script itu mudah untuk dibuka, buat yang tahu javascript tinggal matikan dari browser. Tapi toh bukan itu intinya, saya hanya sekedar memberikan contoh. Buktinya dari sekian banyak blog saya, sekarang hanya di blog ini saya menggunakan script itu.

Begitu juga dalam hal metode mencari uang lewat blog dan website. Sebisa mungkin saya menghindari menunjukan jumlah penghasilan secara berlebihan, dan menunjukan blog, website, online store penghasil uang milik saya. Ini semata karena takut dbilang sombong dan pastinya saya malu karena jumlahnya tentu tidak seberapa dibanding para master.

Tapi toh, banyak dari kawan-kawan yang terbiasa belajar dengan melihat contoh dan terus mendesak untuk melihat contohnya. Karena itu akhirnya saya memutuskan untuk juga menjadikan blog ini sebagai contohnya (dibanding dengan menunjukan blog saya yang lain). Misalnya soal mendapatkan $100 dalam sebulan lewat blog, jualan iklan langsung yang akhirnya juga ada yang beli, dll. Hasilnya? Seperti yang saya prediksi, bayak yang menuding ini sebagai aksi pamer, mau cari untung sendiri dan jumlah segitu sih belum ada apa-apanya. Lagi-lagi tanpa memberi feedback gimana cara melakukannya dengan benar.

Aksi-aksi macam ini sukses bikin saya agak males lagi nulis tutorial. Lagi pula kalau dipikir-pikir lagi Saya juga gak punya kewajiban apa-apa untuk berbagi toh. Makanya durasi menulis posting pun melorot hingga hanya dua minggu sekali (bahkan lebih). Akhirnya aksi jarang posting ini menyebabkan menurunnya jumlah pengunjung dan komentar. Kawan baik sesama problogger pun pernah mengingatkan saya soal ini ketika kopdar:

buat apa man elo nulis detail tutorial gitu, sayang. Karena yang mengerti juga mungkin sedikit, dan kebanyakan malah orang isengnya yang datang ke blog kita kasih komen. Apalagi kita sebenernya gak mengambil keuntungan apa-apa kok.

Yup, kawan saya ini memang lebih pragmatis, dan saya pun mulai mengiyakan ajaran dia. Tapi meski begitu saya masih berharap bahwa dengan berbagi saya juga bisa mendapatkan ilmu yang jauh lebih banyak. Seperti pembahasan SEO seadanya,yang akhirnya membawa saya kenalan sama MT yang punya banyak ilmu tentang menulis. Atau Pembahasan soal cari keyword bikin saya ngobrol dengan Ari yang kasih bocoran keyword hot soal sepakbola. Dan dari tutorial sederhana ini bisa bikin saya kenal sama mas KW, yang mengajak datang ke kuliah seorang profesor Amerika asal Indonesia tentang Facebook. Bahasan soal blogging jadi bisa dapet makan gratis dari joel dan juga bisa ngobrol soal sistem jaringan. Bahkan dari rumahkayu yang sering dianggap figur public enemy pun saya masih bisa curi ilmu tentang penerbitan buku, karena diskusi soal tulisan saya. Dan masih banyak contoh nyata lainnya, yang saya dapat dari persahabatan sesama blogger.

Mudah-mudahan aksi tuker-tukeran ilmu antara kawan yang menghargai nilai pengetahuan (walau sesederhana apapun pengetahuan itu), bisa bikin saya terus semangat ngeblog tentang tutorial blogging ke depannya. Yah, walau pun sudah dua minggu sekali, setidaknya masih posting, semoga esok hari semangatnya bisa lebih pulih.

Last but not least, happy blogging!


TAGS


-

Author

Search

Recent Post