Militansi blogger detik!

31 May 2011

Berapa banyak orang yang ditato Suzuki atau Yamaha ditangannya? Rasanya sulit mencarinya. Tapi bayangkan banyaknya orang yang ditato Harley Davison di lengannya.

Kalimat itu saya dapat jauh ketika dulu saya masih jadi wartawan dan berkesempatan mewawancarai Manager Marketing Harley Davidson. Menurutnya Harley sebagai merek sudah berstatus lebih dibandingkan dengan merek motor lain.

Begitu juga ketika saya bekerja di AMD, sebuah merek prosesor komputer. Berbeda dengan pesaingannya intel yang notabene lebih raksasa dengan volume penjualan dan budget marketing 10 kali lipat, AMD bisa dibilang davidnya bisnis prosesor. Tapi dengan dana minim, setiap saya seminar ke daerah selalu saja datang pengguna AMD yang membantu dengan cuma-cuma mulai dari sekedar angkat kursi, pasangin banner, bantu promosi acara sampai beneran menyumbang dana. Dan saya gak pernah temui hal tersebut di Intel!

Inilah yang saya temui dalam acara Gathering Detik di Garut kemarin. Saya seolah melihat merek detik khususnya dalam Blogger Detik dan Forum Detik sudah menjelma dari sekedar merek menjadi identitas seseorang. Dan lucunya, seperti saya juga dulu di AMD, pihak managemen detik rasanya kemarin belum menyadari kalau merek mereka sudah sampai sebegitunya.

Coba bayangkan ada seorang blogger dengan militan yang tanpa dibayar sepeser pun, bergeriliya dikampusnya bahkan ke kampus lain di kotanya hanya untuk mengajak ngeblog di blogdetik. Beliau ini bahkan menyediakan tempatnya untuk dijadikan basecamp blogger detik. Dan dengan komputer yang seadanya rutin mengajak yang lain pelatihan blogging.Klimaksnya adalah ketika di tengah acara managemen detik dibuat terbengong-bengong ketika dia menunjukan stiker, kartu nama sampai ID card identitas blogger detik yang dibuatnya dengan dana sendiri.

Ada lagi blogger yang datang ke acara temu blogger yang digagas pemerintah daerah. Dalam acara yang dihadiri 1000 blogger itu tanpa malu beliau hadir sendirian yang hanya menggunakan kaos blogger detik satu-satunya. Lagi-lagi managemen detik terpana.

Kemudian ada juga sejumlah guru dan penggerak acara yang tanpa pamrih berarti mendorong murid-muridnya untuk ngeblog di blogdetik. Sesungguhnya mereka bisa memilih provider lain, tapi 300, 1000 sampai konon 20000 member diboyong ke blogdetik. Guna menyemangati muridnya ngeblog, seorang guru bahkan menggilir kaos blogger detik yang cuma satu untuk murid yang postingannya bagus tiap minggunya.

Salah satu puncaknya adalah ketika seorang blogger yang juga moderator Forum bercerita tentang kegiatan sosial yang dilakukan kawan-kawannya di forum. Untuk membantu seorang anak mereka berhasil mengumpulkan 180 juta hanya dalam satu minggu. Ini bukan kali pertama, karena sebelumnya sudah ada aksi serupa dengan jumlah yang lebih kecil mulai dari 50 juta, 10 juta dan beberapa aksi lain.

Apa istimewanya gerakan itu? Karena mereka begitu idealisnya tidak mau didekati partai mana pun yang hendak membantu dengan mendompleng nama. Pemerintah setempat yang juga ingin ikut serta ditampik mereka. Alasannya mereka ingin kekuatan dan kemurnian komunitas forum detik tidak terbiaskan orang-orang yang ingin cari tenar. Dan managemen detik pun kembali terpana!

Yup kawan, sadar atau tidak mungkin sebagian dari kita menganggap blogdetik hanya sebagai platform blogging semata yang bisa kita gantikan dengan apapun esok hari. Tapi buat sebagian yang lain, ini sudah merupakan identitas kedua mereka (kalau tidak mau dibilang identitas utama). Sulit menjelaskan maupun mengerti fenomena militansi ini tapi begitulah adanya.

Saya optimis bahwa managemen detik pun kedepan sejalan dengan harapan saya. Yaitu menyadari bahwa potensi merek detik sudah melampaui status sebagai sebuah merek dagang belaka. Detik sudah menjadi kekuatan psikologis dan sosial tersendiri, yang mau tidak mau harus di manage dengan sungguh-sungguh oleh pihak managemen. Semoga!

detik-community-garut

Source Foto: dotsemarang


TAGS


-

Author

Search

Recent Post