Blogger yang itu, gak banget deh!

12 Oct 2011

shame

Ada beberapa blogger yang kesannya gak banget. Dan ini sama sekali gak berhubungan dengan newbie atau masternya sang blogger. Ada yang sudah tahunan ngeblog, tapi tetap saja melakukan hal yang masuk kategori gak banget. Makanya biar lebih asyik, yuk kita hindari melakukan hal macam begini.

Komen pertamax

Ini udah jaman dulu banget. Apalagi kalau komen isinya cuma pertamax gan. Wah ini sih sudah gak keren lagi lah. Saya malah kenal beberapa blogger yang memasukan kata pertamax di setting black list komentarnya loh! Jadi pertamax udah abis yah!

Link di kolom komentar

Hadeuh…ini kesalahan paling standar banget! Untuk link ke blog itu sudah ada kolomnya sendiri, dan bukan tempatnya untuk taruh link kita di kolom komentar. Apalagi linknya itu gak pake code a href= , alias langsung ajah link telanjang. Contohnya:

Iyah saya setuju dengan artikel ini keren sekali. Visit me yah http://suamimalas.blogdetik.com

Mungkin masih bisa dimaklumi kalau peletakan link dalam komen itu ada hubungannya. Misalnya

Bener juga tuh, saya sepakat. Bahkan pernah menulisnya di http://suamimalas.blogdetik.com/urlanu-anu-dan-anu

Kenapa itu gak banget? Pertama, gak sedap dipandang! Lagi enak-enak baca komen tiba-tiba di kepala berdering kalimat gak nyambung yang sebunyi dengan hatetepe titik dua garis miring garis miring, dst. Kedua, beberapa plugin anti spam macam akismet yang banyak digunakan platform blog, selalu mengkategorikan link dalam kolom komentar itu sebagai spam.

Tapi saya diblogdetik bisa tuh komentar dengan taruh link di kolom isiannya? Nah blogdetik memang gak memasang satpam aki smet. Makanya coba deh main keluar sana, dijamin langsung ditangkep dan komentarmu gak akan keluar karena dianggap spammer!

Pamer statistik blog

Nih yah saya bisikin satu rahasia: satu-satunya yang perduli sama statistik blog elo tuh ya cuman elo doank! Yup, percayalah pengunjung lain gak peduli sama statistik blog kamu. Mau visitornya 3000 kek sehari, mau alexanya 7 ribu, mau pageranknya 10, mau pengunjungnya dari afrika kek, pengunjung umum gak pernah perduli itu.

Mereka datang karena hasil pencarian google atau dapet referensi untuk baca konten kita. Makanya gak perlu bro untuk pamer widget statistik di sidebar. Apalagi sampe yang detect IP segala, emangnya kita intelejen. Pasang counter, pasang analytics tapi simpan rapat-rapat untuk kita dan calon advertiser nantinya. Gak perlu semua orang tau. Okay!

Copy paste berita portal

Nah ni dia nih, masih ada ajah yang copy paste berita di portal macam detik.com, detiksport.com dan lainnya bulet-bulet tanpa diubah suatu apapun. Terus apa fungsinya ditaruh diblog kita kalau gitu? Mending si pengunjung baca langsung diportalnya. Namanya juga blog, milik personal! Baca beritanya, resapi maknanya, lalu tulis menurut pandangan kita. Baru kemudian sertakan sumber kita bacanya dari mana. Kecuali kalau si blogger emang sedikit nakal, dan cuma untuk bikin dummy blog doank, ini lain lagi ceritanya!

Iklan melulu

Mau seberapa kaya sih kita dari blog? Mau beli gunung? Itu iklan sampe nutupin tulisan. Udah gitu kalau di scroll ngikut pulak. Dan gak ada tombol closenya. Situ berasa detik.com kali yah? For the record pengunjung detik itu 13 juta per hari. Jadi yah terserah juga dia pasang iklan bejibun. Lah kalau blog baru punya pengunjung 5000-10000 per hari mbok ya ditata letak iklannya. Minimal gak menutupi artikel.

Berasa paling paham soal blog

Ini bukan saya tujukan sama kawan-kawan rendah hati yang suka berbagi tentang seluk beluk blog dalam bentuk tutorial. Tapi ini untuk mereka yang suka berasa paling paham tentang teknologi blog, dan mengangkat dagu syukur-syukur gak mengumpat kepada orang yang gak sepaham dengannya. Biasanya lewat kolom komentar!

Makanya pake tracking yang itu dounk, cara elo jadul banget, SEO gak begitu, backlink tuh artinya anu, cara cari trafik tuh ini, penghasilan adsense saya $120 tiga tahun, elu salah, gue bener. Please deh!

Masalahnya teknologi itu terus berkembang. Bukan gak mungkin pemahan kita itu udah basi, dan justru lawan bicara kia tuh yang bener. Saya sendiri pernah tuh ngotot-ngototan begitu. Karena saya sebelumnya sudah dapat referensi dari sebuah artikel. Ternyata setelah saya lihat-lihat lagi tuh artikel udah dua tahun kebelakang dan informasinya udah gak relevan. Jadilah saya orang paling katrok sedunia. Apalagi udah terlanjur ninggalin jejak di kolom komentar orang lain. Gak banget deh saya!

Posting yang kepanjangan

Beneran deh, orang gak akan baca tulisan kita yang panjangnya minta ampun itu. Kecuali kalau kita orang yang sangat terkenal dan tulisannya nikmat dibaca. Memangnya berapa patokan standarnya? Cara mudahnya, hindari menulis postingan yang melebihi tiga kali scroll layar komputer standar.

Gimana kalau yang saya mau ceritakan itu memang banyak? Ya potong saja jadi beberapa posting berseri. Atau minimal, berilah sub-sub judul pada postingan itu. Jadi orang bisa sedikit bernafas dalam jedanya.

Nah dari pada saya kepatil omongan sendiri soal panjang tulisan, saya sudahi dulu postingnya. Nanti disambung lagi jika sempat.

PS: Berhubung ada beberapa yang tanya soal kolom komentar, blog ini ada kolom komentarnya koq. Kalau gak keliatan kolom komentarnya monggo halamannya di refresh ulang, nanti dia akan muncul persis di bawah artikel. Terus buat yang mau kasih komentar bisa ketik dikolomnya setelah keluar. Setelah itu klik post as, pilih guest, isi email, isi nama, dan jika ingin menaruh link kamu klik tulisan optional: link to yourwebsite, isi alamat blog kamu, baru kemudian klik post comment.


TAGS


-

Author

Search

Recent Post