Penyakit pun dicuri dari Indonesia!

Tahu dan tempe khan sudah diklaim bangsa Jepang? Ah, itu sih udah cerita lama. Pulau ambalat hijrah ke negri jiran? Kita gak bisa bilang apa-apa. Angklung dijadikan alat musik asli Malaysia? Itu juga sudah terlanjur. Lagu rasa sayange jadi lagu pariwisata Malaysia? Sampai sekarang kita masih belum ada action yang jelas. Bunga Citra Lestari dipacarin orang Malaysia? Itu mah biarin sirik aja!

Cerita paling baru justru tentang kepemilikan penyakit. Jadi ceritanya pemerintah Indonesia rajin nyetor virus flu burung kepada WHO untuk diperiksa. Sayangnya saat virus itu diminta kembali untuk diteliti di Indonesia, badan kesehatan dunia itu menolak mengembalikan. Alasannya, tidak ada negara yang boleh memiliki virus flu burung! (Lah, yang sakit burung gue kok elo yang repot).

Ya sudah lah biarin aja, toh itu penyakit, kalau perlu buang jauh-jauh ke negara lain. Ini sih pikiran orang picik macam suamimalas. Masalahnya ternyata tidak sesederhana itu, sebab Indonesia pernah punya pengalaman buruk soal setor menyetor penyakit ini.

Jadi ceritanya beberapa tahun yang lalu Indonesia juga rajin menyetor penyebab penyakit campak untuk diperiksa WHO (saat itu campak masih masuk kategori penyakit berbahaya). Dan sama seperti saat ini, WHO menolak untuk mengembalikan sample campak ke Indonesia. Saat itu Indonesia cuek, dan menganggap penolakan itu sebagai angin lalu.

Lucunya, sekian lama berselang ada perusahaan asal Amerika yang mengklaim telah menemukan vaksin anti campak (yang kita gunakan saat ini). Vaksin tersebut ditawarkan dengan harga yang sangat tinggi, dan pemerintah terpaksa harus membeli vaksin tersebut. Hal yang menggelikannya adalah, saat itu Negara Amerika sudah dinyatakan bebas penyakit campak fase sebelumnya. Artinya perusahaan itu tidak punya sample untuk dibuatkan vaksinnya. Dan ternyata memang terbukti vaksin itu dibuat dari sample asal Indonesia.

Saya sih positive thinking bahwa banyak orang pinter asal Indonesia. Kalau saja sample itu dikembalikan, mudah-mudahan ada orang-orang pinter macam Ki Joko Bodo, Ki Gendeng Pamungkas dan Mak Erot, yang bisa menemukan obatnya. Tapi selama sample itu ditahan kita gak akan pernah tahu khan?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis

Comments (3)

 

  1. beatles_4ever says:

    huahuahuahauhauhuahauhauhauahuahuahauhauhauhauahuahua

    gud2

    keep post’n brow ~

  2. kakha says:

    hufh….acian bgd sii!negara kita!
    bnerna potensi masyarakat kita itu besar..pii entah napa…kejadian macam gni terulang kembali! :(

  3. orang Indonesia memang banyak yang pinter, tapi penghargaan bagi mereka masih sangat kurang

Leave a Reply