Bocah sleman ke pentas dunia!

Akhir minggu ini pagelaran MotoGP akan menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya Balap Motor Dunia itu akan di adakan pada malam hari. Dan khususnya untuk Indonesia perhelatan akbar ini akan menjadi lebih special lagi, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah pembalap Indonesia akan berpartisipasi pada grandprix untuk kelas 250 CC.

 

Doni Tata Pradita, bocah asal Sleman inilah yang akan bertarung dengan para pembalap kelas dunia. Team-nya juga tidak main-main karena membawa nama negara, Yamaha Pertamina Indonesia.

 

Sayangnya belum-belum, beberapa pihak sudah mencibir prestasi bocah asal sleman ini. Maklum dari hasil latihan resmi kemarin catatan waktu doni terpaut jauh (hingga 8 detik) dengan pembalap terdepan. Dengan selisih waktu sekian detik rasanya Doni Tata akan terseok-seok jauh dibelakang lawan-lawannya. Beberapa pihak langsung menuding Skill Doni Tata yang biasa membalap dengan motor bebek itu belum kelasnya untuk ikutan balap motor prototype yang bergengsi itu.

 

Benarkah skill Doni Tata jauh tertinggal? Banyak pihak yang belum sadar bahwa balap motor juga melibatkan banyak orang, mulai dari sponsor, team, sampai pabrikan motor. Nah untuk ini kita memang patut mengelus dada. Bayangkan untuk bertarung di kelas bergengsi macam begitu, Doni Tata oleh team milik pemerintah kita dan Yamaha Indonesia hanya dipersenjatai oleh motor second yang sudah berumur 7 tahun.

 

Orang paling tidak mengerti teknik sekalipun pasti bisa merasakan bedanya naik kendaraan baru dengan kendaraan yang sudah berumur 7 tahun. Apalagi untuk balap motor! Kepala teknik bule yang didatangkan team Yamaha Pertamina pernah mengatakan, satu tahun perkembangan di ajang grandprix ibarat 10 tahun di perkembangan motor umum dan massal. Atau dengan kata lain Doni Tata kini duduk di atas motor yang tertinggal sekitar 70 tahun dari para pesaingnya. Ouuuccchhh!!!!

 

Karena itu Team Yamaha Pertamina Indonesia, hanya berani menargetkan Doni Tata bisa bersaing di papan tengah. Ini pun menurut saya merupakan target yang sudah sangat tinggi. Karena itu sama saja mengharapkan Team sepak bola Indonesia bisa mencapai semi final piala dunia hanya dengan mengandalkan kehebatan seorang striker semata.  

 

Makanya jika nanti kita menyaksikan balapan itu jangan lantas berpikir kita akan bisa melihat aksi Doni meliuk-liuk meninggalkan para lawannya. Nikmati saja kenyataan bahwa orang Indonesia sudah ada yang bisa mencapai pentas dunia. Dan jangan lupa memberikan dukungan penuh kepada bocah yang tak pernah mengeluh akan kondisi motornya ini.

Maestro MotoGP Valentino Rossi pernah menyebutkan bahwa motor-motor pembalap spanyol yang menjadi lawannya bisa secara ajaib melesat lebih cepat 10-20 Km/jam jika bertarung di kampung halaman sendiri karena mendapat dukungan dari publiknya. Nah, meski dari jauh, mudah-mudahan dukungan kita juga bisa membuat pertolongan berarti dalam pertarungan David yang dikeroyok para Goliath yang dialami Doni nanti. Semoga!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


Leave a Comment