Capres pasang iklan di blog saya?
Ada yang bingung kenapa tiba-tiba blog suamimalas ini dipenuhi dengan bahasa inggris yang acak kadut itu? Kalau yang sudah tahu latar belakang saya pastinya tahu ada apa gerangan dibalik serangan bahasa asing tersebut.
Yup, postingan yang kemarin-kemarin itu adalah pesanan orang lain. Atau dengan kata lain adalah iklan. Ini bukan kali pertama blog suami malas mengandung iklan, tapi intensitas beberapa minggu belakangan ini memang lebih padat. Kenapa bisa begitu?
Satu, saya memang lagi butuh duit. Yah, sebagai orang yang gak kerja dan cenderung males begini, penghasilan saya memang sangat tergantung dengan dunia online. Jadinya blog satu ini terpaksa dimanfaatkan juga secara maksimal.
Kedua, peminat para pemasang iklan diblog ini mulai meningkat. Kenapa bisa meningkat? Karena rangking blog yang gak pernah dioptimasi dan gak diniatkan buat cari duit ini sudah meningkat. Belum terlalu tinggi, tapi cukuplah untuk membuat para pemasang iklan melirik!
Sayangnya peminat para pemasang iklan model advertorial diblog begini masih didominasi dari luar negeri. Jadinya terpaksa deh di blog berbahasa Indonesia ini juga menggunakan bahasa inggris. Padahal efek buzz marketing lewat blog begini udah terbukti keandalannya loh.
Makanya para tim sukses Capres apa ndak ada yang minat pasang iklan diblog saya? Dibanding buang-buang duit dengan iklan. Lebih baik memanfaatkan kekuatan efek getuk tular yang dimiliki blog! Misalnya dengan “menitip advertorial program kerja jika terpilih jadi capres nanti” tentunya akan lebih bermanfaat daripada sekedar iklan foto keluarga (2), Film rajawali bayangan (1) atau aksi copot sepatu (3).
Taruhlah standar harga yang digunakan sama dengan yang saya terima dari pengiklan luar. Yaitu antara 150 ribu s/d 500 ribu per postingan. Tentunya jika biaya iklan di tv yang miliaran itu disubstitusi dengan postingan program kerja di sejumlah blog, bisa jadi berapa postingan tuh? Dari satu blog dibaca minimal 10 orang saja, sudah dapat pembaca berapa banyak tuh? Tapi yah saya tahu apa sih soal politik!
Saya mah tahunya cuma ngeblog. Cari duit dari blog. Plus ikutan lomba macam kontes seo aristia wida rukmi. Itu saja!
PS: Masih bingung dengan penentuan ranking yang dimaksud diatas yang berkaitan dengan minat pemasang iklan? Mau tahu rangking blog kamu? Caranya, gunakan firefox, kemudian masuk ke alamat (http://www. quirk. biz/searchstatus/) download dan pasang pluginnya di firefox. Nah setelah plugin terpasang kunjungi blog kamu, nanti ada bar warna ijo paling kanan atas bertuliskan pagerank. Itulah rangking blog kamu.









June 18, 2009 @ 3:15 am
[...] Suami malas » Capres pasang iklan di blog saya? [...]
June 18, 2009 @ 7:15 am
wah mantaaaaab…. ripiu jalan terus, adsense lari kenceng, iklan langsung juga rame..
malas yang produktif
June 18, 2009 @ 8:42 am
juaaraaa
June 18, 2009 @ 9:27 am
wah menarik juga nih, kalau PR di blog saya yang katro tu berapa ya om?
June 18, 2009 @ 9:30 am
Hey, nice post, really well written. You should post more about this.
June 18, 2009 @ 11:30 am
Asik ya, banyak yang pasang iklan. Jadi ngiri saya :))
June 18, 2009 @ 11:36 am
#deteksi: amien…amien…
#depz: juara apaan depz?
#Anggara: wah kalo pak anggara mah webnya emang penting beneer…makanya PR-nya dah 4 tuh om…
#anthony harman: kalo dibilang banyak…ya belum juga koq…
June 18, 2009 @ 12:15 pm
hebat… hebat…. hebat…. gue sekarang masih merintis nih om… blog yang serius buat cari duit PR-nya aja masih 0 terus tuch
June 18, 2009 @ 12:18 pm
iya yaa kenapa ga ada tim sukses nitip iklan di blog ini
June 18, 2009 @ 12:25 pm
Hey, great post, very well written. You should write more about this.
June 18, 2009 @ 12:27 pm
#sandalilang: ini juga kalo ndak diimbangi dan cuma dipake buat posting pesenan terus, sebentar lagi rangkingnya turun lagi…wkwkwk…
#yosephs: weh….pengamat polotiknya blogdetik udah angkat bicara nih…
June 18, 2009 @ 12:33 pm
Iklan nya jelas gak tuh
June 18, 2009 @ 1:11 pm
mau dong expert nge blog kek kamu..
June 18, 2009 @ 1:39 pm
iklannya bole apa aja kan, mas? bole lowongan “cari calon pacar” gak? hiihiihiiiii…
June 18, 2009 @ 1:55 pm
#anny: sejauh ini sih masih bisa menolak iklan-iklan yang gak jelas mba…ndak tahu deh kalo kebutuhan dapur meningkat…wkwkwk…
#andivan: welleehh…belum saatnya dibilang expert mba….
#babacilukba: boleh-boleh…asal jangan iklan robot….wkwkwk…
June 18, 2009 @ 2:48 pm
suami malas ..istri bingung..!
June 18, 2009 @ 2:56 pm
haha…iklannya boleh juga…
btw, paid review memang bisa menurunkan PR ya? PR s3lingkuh dulu udah 3, dan kini tiba2 jadi 0… Apa bener karena review? Ato ada kaitan dengan aku yg kurang posting di s3lingkuh?
June 18, 2009 @ 3:05 pm
#sraya lwt: saya pun masih bingung…
#kuti: yup…kalo ndak hati-hati memang resikonya dituunkan rangking oleh google…inipun saya ndak tahu berapa lama bisa mempertahankan PR3…
June 18, 2009 @ 3:21 pm
hmmm aku diajarin dunk biar ada yg iklan juga hehe… biar bisa malas
*joke bro, semoga ada yg melirik
June 18, 2009 @ 3:50 pm
mantaf, mari kita cari wang dollar.
June 18, 2009 @ 4:01 pm
ntr deh ta kasih tau salah satu tim sukses capres yang saya kenal untuk pasang iklan disini hahahahaha
June 18, 2009 @ 4:07 pm
kang reza… tolong dong blogku dilihat, pantas gak untuk dijadikan lapak iklan….. nanti kasih tahu aku ya.. di PM aja….
apa kekuranganya!!!!
tolong ya.. awas klo gak mau..
**loh kok maksa!!!
June 18, 2009 @ 4:34 pm
#tanya saja: eh bro gimana kabar musica?
#sulumit retsambew: mariii…
#udinkoxx: hayooo…mas udin salah satu tim sukses yah?
#Eyang: PR-nya udah sama koq mas…coba di check link popularity-nya (banyak gak yang nge-link ke blognya mas) kalo iyah coba ajah diajuin ke broker…
June 18, 2009 @ 5:07 pm
Hahahaha… Benar juga Bos… Ane Setuju… web saya dah hampir setahun tp g ada yg mau ngiklan….
C P D….
June 18, 2009 @ 5:46 pm
setuju. blog saya aja yang ga pernah diurus rata2 seribu pengunjung/hari, ga ada yang mau ngiklan…
kalau memang pro rakyat, ya seharusnya ngiklan di media yang dibikin rakyat. bukan medianya pengusaha…
mari berkunjung ke sini:
http://www. sudarma. info
http://www. sudarmaster. com
June 18, 2009 @ 6:23 pm
Wah pinginnya sih gitu, tapi capres kita tidak pada melek teknologi, coba yang di jagokan capernya kang onno, kang iwan, tante prita pasti deh semuanya yang ada hanya di dunia maya ha he ha he ha he
June 18, 2009 @ 7:58 pm
mas mau tanya malas apa?
June 18, 2009 @ 8:48 pm
jiiaakkk PR blog gw turun lagi jari 0….
June 18, 2009 @ 9:02 pm
‘Penghasilan saya sangat tergantung dengan dunia online’ Yang ini serius??
June 18, 2009 @ 10:23 pm
makin banyak posting bahasa inggris makin terbuka peluang utk traktir2 dong yahhh :))
June 18, 2009 @ 10:47 pm
Makin deket dengan calon penguasa makin gede peluang jadi orang kaya baru bro………
June 19, 2009 @ 1:13 am
[...] « Capres pasang iklan di blog saya? [...]
June 19, 2009 @ 8:18 am
kirain dah ada yg pasang disini….ternyata cuma mau nawarin__wa kak ak aka ka
June 19, 2009 @ 8:51 am
hua ha ha ha, met dpt order yee broo, kapan ke aye
June 19, 2009 @ 10:18 am
ide yang cemerlang tuh bro, ayo2 sapa yang mo pasang lagi tuh…
June 25, 2009 @ 8:14 pm
Pemerintah Menciptakan Sistem Pendidikan yang tidak Mendidik.
Ada banyak efek negatif dari Ujian Nasional yang memberikan dampak terpuruknya mental siswa, orang tua beserta pendidik.
Tuntutan kelulusan siswa melalui Ujian Nasional membuat pelaku dunia pendidikan melakukan hal-hal yang tidak bermoral. Sebenarnya di lapangan banyak terjadi pencurian soal namun hanya beberapa saja yang terungkap. Ketika mendekati Ujian Nasional, sekolah-sekolah membentuk tim sukses dengan tujuan membantu para muridnya dengan melakukan teknik-teknik yang beraneka ragam. Yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah yaitu dengan cara mengambil sisa soal di ruang ujian kemudian dikerjakan oleh seorang guru lalu disebarkan ke muridnya melalui HP ada juga yang langsung melalui pengawas ruang, walaupun pengawas ruang adalah guru dari sekolah lain tetapi mereka juga seorang guru yang muridnya secara bersamaan juga menghadapi ujian jadi tahu sama tahu kerjasama saling menguntungkan dan masih banyak lagi teknik lain yang dilakukan.
Semua yang mereka lakukan adalah bentuk pengabdian kepada sekolah, yang mereka lakukan adalah bentuk kasih sayang kepada anak didiknya, yang mereka lakukan merupakan wujud keperdulian terhadap masa depan anak didiknya dan mereka adalah para korban sistem yang dibentuk oleh pemerintah.
Pemerintah ingin mendapatkan sebuah angka yang dinamakan standard pendidikan tapi akibatnya para siswa berbuat curang, para pendidik berbuat curang dan sekolah bukan lagi tempat-tempat untuk mendidik mental siswa, sekolah bukanlah lagi tempat untuk mendidik generasi untuk berbuat jujur dan yang lebih ironis, masih pantaskah guru disebut seorang pendidik?. Guru berada pada pilihan yang sulit, mereka harus melakukan hal yang bertentangan dengan hati nurani demi anak didik dan pengabdiannya pada sekolah.
Sekarang kita bicara tentang hasil Ujian Nasional. Universitas tidak mempercayai hasil Ujian Nasional karena belum tentu siswa yang berprestasi mendapatkan hasil UN yang baik. Buktinya Universitas Favorit dalam menerima mahasiswa baru tidak berpedoman pada nilai UN. Yang jelas banyak siswa berprestasi mendapatkan ijasah paket karena kegagalannya menghadapi UN, banyak siswa yang telah dinyatakan diterima di universitas dalam dan luar negeri tetapi batal diterima dikarenakan kegagalan dalam UN. Faktanya beberapa tahun yang lalu ada seorang siswi mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri karena kemampuan bahasa inggrisnya yang baik, namun akhirnya kandas gara-gara nilai matematikanya di bawah standard yang mengakibatkan siswi tersebut tidak lulus UN. Yang jelas jika siswa gagal dalam UN dan mendapatkan ijazah paket, maka kegagalan tersebut akan melekat pada siswa seumur hidup dan akan melukai mental siswa seumur hidup.
Sekarang kita bicara kurikulum yang berlaku. Sekarang ini di Indonesia memakai KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang merupakan pengembangan dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). KBK merupakan kurikulum yang mewadahi keinginan siswa untuk mendalami pendidikan sesuai dengan kompetensinya. Andaikan siswa memilih mendalami bidang Olah Raga apakah siswa tersebut menempuh UN sesuai dengan kompetensinya di bidang Olah Raga? Andaikan siswa memilih mendalami bidang kesenian, apakah siswa tersebut menempuh UN sesuai dengan kompetensinya dibidang kesenian?. Lalu, sesuaikan Ujian Nasional dengan kurikulum yang berlaku sekarang?.
Terakhir kalinya bahwa Ujian Nasional mendidik para generasi penerus untuk terbiasa berbuat curang dan siapa yang paling disalahkan jika masa yang akan datang para pemegang ekonomi di Negara ini menjadi koruptor akibat dari didikan Ujian Nasional.
Saya yakin seyakin-yakinnya jika ada capres dan cawapres yang memiliki misi penghapusan UN atau kelulusan tidak didasarkan pada nilai UN maka akan dipilih oleh para Pendidik, Siswa, para petani yang anaknya menjadi siswa, para buruh yang anaknya menjadi siswa, para pedagang yang anaknya menjadi seorang siswa, para pelaku industri yang anaknya menjadi seorang siswa dan seluruh warga Indonesia yang anaknya menjadi seorang siswa!
Mohon dikaji para calon penguasa
September 27, 2010 @ 10:15 pm
mantap ini agan satu ini, pendapatan terus meningkat. Tapi selama ada yg minat sih gak masalah yah…
March 29, 2012 @ 11:27 am
Don’t have enough money to buy some real estate? You not have to worry, just because that is achievable to take the mortgage loans to solve such kind of problems. Thence get a consolidation loan to buy all you want.
April 13, 2012 @ 4:09 pm
My comrade are hired by college essay writing service! Thus, he says that it should be quite smart to order academic papers at respected custom writing organization.
April 19, 2012 @ 12:44 am
There are lots of cases you cannot to find resolutions. Nonetheless, tehre’re various tips you are welcome use in some situations. As example you can hints just about essays writing and use essay buying options. That can aid you very much.