Dblogger itu bukan (otomatis) blogger detik

Okay, sebelum memulai tulisan yang kemungkinan panjang ini, saya cuma mau menegaskan kalau niat saya posting bukan untuk menambah huru-hara yang sedang terjadi. Jujur saya berniat mendinginkan suasana, mudah-mudahan niatan ini sampai kepada pihak yang berkepentingan.

Pertanyaan yang muncul pertama, kenapa sih sering terjadi konflik di Dblogger? Jadi begini ceritanya, awal tercetusnya, dblogger itu dibentuk untuk mewadahi mereka yang ngeblog di blogdetik. Oleh para penggagasnya, setiap yang ngeblog di blogdetik itu dblogger. Begitu deh kira-kiranya.

So, kebayang gak? Suka tidak suka, mau tidak mau mereka yang ngeblog di blogdetik itu adalah dblogger. Kejadiannya apa? Semua merasa berhak dengan dblogger dan semua kegiatan dblogger harus diinformasikan ke semua dan harus mewadahi semuanya.

Ini jadi pencetus seringnya konflik, karena ketika terjadi sedikit saja (atau banyak saja) kegiatan yang dianggap tidak mewakili semua pihak dalam blogdetik maka akan langsung ada yang protes. Dari sini kita bisa menganalogikan dblogger sebagai sebuah negara (seperti Indonesia) dalam wilayah yang bernama blogdetik.com (seperti dari sabang sampai merauke). Jelas kita bisa pindah negara, tapi tidak semudah itu! Tidak ada pilihan lain selain membereskan negara kita tercinta.

Tapi…itu dulu! Entah ada tidaknya kesepakatan di awal dengan blogdetik tentang terbentuknya dblogger dulu, namun saya melihat sekarang ada pergeseran bentuk komunitas dblogger di mata blogdetik (baca:management detik). Di awali dengan adanya keinginan management blogdetik mengadakan kopdar akbar para bloggernya. Kita bisa lihat di wall page blogdetik (official) dengan tegas admin menggunakan istilah detik blogger atau blogger detik dan bukan Dblogger.

Kemudian indikasi kedua ketika ultah dblogger, di sana sama sekali tidak ada banner dari blogdetik atau setidaknya yang mengindikasikan blogdetik. Malah ada selentingan kabar kalau blogdetik tidak diperbolehkan memasang banner di sana (tapi ini bisa jadi hanya isu, saya bukan panita, saya gak ikut membantu acara, jadi gak berkompeten soal ini). Indikasi ketiga ada di halaman depan blogdetik.com, dimana dblogger ditempatkan sama dan sejajar dengan komunitas yang lain macam Dot S dan blogvaganza. Dan Dblogger tidak membawahi ini semua.

Berarti apa? Analogi dblogger sebagai sebuah negara dalam wilayah blogdetik yang saya sajikan di awal tadi sudah tidak lagi tepat! Suka tidak suka mereka (termasuk mungkin saya) yang merasa bernaung di dblogger harus bisa menerima kenyataan bahwa dblogger saat ini hanyalah sebuah partai atau ormas dalam sebuah negara yang bernama blogger detik yang notabena bentukan managemen detik. Berarti pula suka atau tidak suka, mereka (termasuk mungkin saya) yang nanti kurang setuju ini itu dengan kebijakan dblogger harus menerima kenyataan bahwa dblogger yah cuma sebuah organisasi di bawah blogger detik yang lebih besar.

Memang bedanya apa? Jelas buat saya ini membawa konsekuensi logis yang besar. Contoh, ada keluhan dblogger hanya mengakomodasi kepentingan orang-orang tertentu di dalamnya. Ketika dblogger masih beranalogi sebuah negara jelas kita yang juga warga wilayah blogdetik, wajib menegur sampai berulang kali. Tapi ketika dblogger hanya sebuah bentuk organisasi di bawah blogger detik, dan ia hanya misalnya menaungi buah pikir orang-orang tertentu yang di dalam dblogger, ya wajar toh? Terus kalau saya gak suka dengan partai bernama dblogger itu apa yang harus saya lakukan?

Kalau benar-benar tidak suka, pilihannya mudah kawan! Keluar! Bentuk yang baru! Bentuk Dblogger Perjuangan mungkin? Toh dblogger sekarang tak lebih dari sekedar komunitas biasa. Sementara di pihak lain, bagi rekan-rekan yang masih ingin bergabung dengan dblogger harus bersikap gimana dengan keadaan ini? Ya gak masalah, partai saja bisa berbuat lebih koq untuk orang banyak, kenapa dblogger gak bisa? Jangan memaksakan diri untuk tetap jadi negara.

Sekali lagi saya bukan hendak membuat huru hara baru. Saya hanya coba menyajikan sebuah fakta yang bisa menghindarkan kita dari konflik. Selalu ada exit strategy untuk kita yang gak suka dengan dblogger. Sementara di sisi lain untuk dblogger sendiri sudah sepatutnya pula mendefinisikan ulang diri dan hanya bertindak atas nama dblogger (sebuah komunitas dari sekian banyak komunitas blogger detik) serta tidak lagi mengatasnamakan blogdetik secara umum. Mudah-mudahan dengan gambaran ini kita bisa lebih santai menghadapi konflik dblogger di depan.

Terus ada satu lagi nih huru hara yang bikin saya gatel nulis. Soal posting pilihan yang ada di halaman depan blogdetik. Saya dan kawan-kawan yang waktu itu diundang secara resmi sama blogdetik ke anyer untuk memberi masukan tentang layanan blogdetik sudah memberi warning soal ini. Adanya posting pilihan punya potensi akan bisa diprotes sama banyak orang. Ini karena sifatnya sangat subyektif dengan admin.

Makanya waktu itu kita memberi usulan, kenapa tidak yang muncul dihalaman depan itu adalah posting paling banyak dilihat, paling banyak dikomentari, blogger paling banyak memberi komentar. kemudian ada sistem like macam di facebook, ngerumpi.com atau kompasiana, jadi ada postingan yang paling banyak di like juga di depan. Bisa ditambahi dengan filter waktu. Lima posting paling banyak dilihat hari ini, 5 paling banyak dilihat seminggu, sebulan, dst. Juga paling banyak di komen atau di like hari ini, seminggu, sebulan, dst.

Dengan begitu, pertama fungsi admin akan lebih mudah. Kedua subyektivitas admin dapat diminimalisir dan dialihkan pada obyektivitas kolektif milik penghuni blogdetik. Jadi tidak ada yang merasa pilih kasih atau di kesampingkan. Sayangnya sudah nyaris setahun acaranya lewat, masukan ini belum terwujud. Dan malah konsep like ini kini diterapkan pada wordpress.com! Tapi mungkin ada pertimbangan lain yang lebih baik menurut blogdetik yang saya sendiri kurang paham. Makanya saya hanya mendoakan supaya blogdetik menemukan solusi terbaik soal polemik posting pilihan ini.

So, akhir kata (kayak pidato tujuh belas agustusan), mudah-mudahan posting ini bisa bikin adem suansana dan bukan malah bikin panas!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis

Comments (50)

 

  1. rice2gold says:

    thanks bro, saya sangat setuju sekali dengan isi postingan ini.
    Meredefinisi apa itu dblogger, siapa yang bertanggung-jawab dan siapa saja anggotanya perlu diperjelas.
    Suka atau tidak suka saya juga masih tercatat sebagai anggota dblogger sampa saat ini.
    Belum ada informasi terbaru terkait nasib saya di dblogger apakah masih diakui atau tidak? hehehehe, tapi yang pasti saya sudah menurunkan banner dblogger diblog saya.

  2. depz says:

    wahhh ternyata ada huruhara tohhh :D

    kalo gw sih, bergabung dengan dblogger atas nama sukarela. jadi kalopun suatu saat gw merasa ga cocok sama kegiatannya, ya bisa jadi gw akan sukarela mengaku bahwa gw kluar.

    lagian secara organisasi, dblogger kan sudah membubarkan diri. ibarat kelompok, udah ga ada yg namanya susunan pengurus. yg ada hanya “1 bendera merah putih” alias identitas dblogger. cmiiw

    dan imho, selama dblogger masih akan melakukan aksi2 peduli kemanusiaan atau sosial, gw akan selalu dukung. bukan kepada dbloggernya tapi kegiatan ke luar yg positif dan menjadi berkat buat banyak org. seperti gerakan berbagi, safety riding dll itulah aksi positif yang mneurut gw harus tetap dijalankan.

    piss piss piss :)

  3. daunilalang says:

    Tabik, Reza. Konsep inilah yang selama ini aku (dan Kuti ) justru inginkan dan coba sebarkan, walau aku akan menuliskannya dengan bahasa yg urutannya berbeda walau artinya sama: bloggerdetik itu tidak otomatis (anggota) dblogger.

    Artinya apa? Artinya tiap bloggerdetik adalah blogger yg merdeka, yang sepanjang tak mengusik atau melanggat netiket tak pula bisa diusik.

    Contohnya: apakah saat dia ngeblog dia mau menyebut diri dengan nama pena, apakah dia bersedia memberikan nama resmi yg tertulis di akte lahirnya, apakah dia mau mempublikasikan fotonya, apakah dia bersedia datang kumpul2 dgn bloggerdetik yg lain atau tidak, itu sepenuhnya hak blogger tersebut.

    Yang terjadi karena pernah ada faham bahwa semua bloggerdetik adalah (anggota) dblogger adalah pengebirian hak2 tersebut. Dan lalu ada persepsi digaungkan bahwa orang yg tak mau bergabung tidak berkontribusi, anti sosial dan sebagainya.

    Konsep yg lucu menurut aku sebab faktanya kita semua ngeblog datang sendiri-sendiri, atas kemauan sendiri dan sepanjang yg aku tahu niatnya ngeblog justru agar dapat merdeka mengemukakan pendapat dan opininya.
    Dan apakah seorang blogger mau atau bisa bergabung, atau hadir atau tidak, pasti ada alasan dibaliknya. Bisa keterbatasan waktu, biaya, jarak yang jauh, atau memang tak berminat dan berjuta alasan lain dan itu kan syah syah saja, bukan?

    Bahwa pendapat tak mungkin homogen, bahwa visi akan beragam, itu adalah keniscayaan. Tapi jika yg terjadi adalah penindasan, penghinaan, penyebaran fitnah terhadap orang-orang yg menginginkan independensi dan suasana yg egaliter, maka aku tak heran jika suasana selalu panas.

    Aku pernah katakan pada salah seorang yang konon ‘dituakan’: jika perlu mari kita kaji dengan jernih siapa ‘trouble maker’ yg sebenarnya..orang2 yg oleh segelintir blogger yg merasa berhak memerintah dianggap ‘musuh bersama’ atau justru..well, segelintir orang yg merasa berhak memimpin dan memerintah sekian ribu blogger yg sebetulnya cukup mature untuk mengurus diri sendiri dan ogah diperintah-perintah, apalagi jika jelas tak sepaham itu?

    ( UUD aja bilang penjajahan harus dihapuskan di muka bumi, hahaha..masa sih kita mau dijajah di tanah maya? )

    d.~

  4. idana says:

    emang ada huru hara dimana sih ?? *menguap

    idem dengan idep…saya juga sukarela koq jadi anggota dblogger. sejauh ini menurut saya, dblogger sudah banyak melakukan kegiatan positif dan banyak ide2 lainnya yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk orang banyak.

    nanti kalau sudah tidak suka lagi, gampang banget koq…tinggal remove diri aja dari situ jadi ngak usah bikin huru hara sana sini apalagi mengungkit masa lalu yang bisa mencitrakan diri sebagai pendendam.
    begitu kalau saya sih :D

  5. jazi says:

    Setiap Blogger detik tidak otomatis menjadi anggota dblogger, tetapi setiap anggota dblogger harus punya akun di blog detik, itu yang saya pahami…

    mau bergabung atu tidak seseorang dalam sebuah organisasi apapun tentu harus atas kemauan kita sendiri sebagai pribadi, setiap orang punya kemerdekaan untuk bergabung atu tidak bergabung dengan organisasi apapun…

    dalam komunitas apapun pasti akan selalu ada perbedaan pandangan, dan itu merupakan dinamika yg positif yang harus sama2 kita sikapi dengan positif pula…
    Salam persahabatan buat semuanya….

  6. mputantular says:

    aku gak mau ngomongin dblogger, tp postpil :mrgreen:

    solusi yang diungkap reza boleh juga. tp menurut saya ke depan sebaiknya postpil yang dipilih admin secara manual jangan dihilangkan. jadi mungkin bisa ada ‘dua tipe’ postpil yang bisa dipajang, yg satu yang dibaca banyak orang dan kedua yang dipilih admin berdasarkan kualitas.

    kenapa aku pikir admin tetap perlu milih yang manual krn posting yang dibaca banyak orang belum tentu bagus. bisa aja ada posting jelek namun krn temannya banyak maka banyak diliat. dan sebaliknya bisa aja ada posting bagus namun gak dikunjungi krn pemiliknya ogah BW :)

    Aku pernah bikin posting yg membandingkan kualitas postpil di blogdetik dgn kompasiana. Aku bikin itu karena kerap menemukan banyak posting bagus di blogdetik yang kualitasnya setara dgn headline kompasiana namun gak pernah nongol di postpil blogdetik :mrgreen:

  7. julie says:

    oye banget dahhh dek postinganmu
    bagi orang2 yang merasa benar segala sesuatu yang salah di mata mereka akan teteeep salah

    dan rasa2nya dblogger juga tak pernah memaksakan kehendak orang lain untuk ikut dalam setiap kopdar atau kegiatan apapun
    itu adalah hak masing2 blogger seperti kata depp bahwa dia secara sukarela bergabung dalam kegiatan yang positif

    hari gini masih inget dendam kesumat kapan majunya negara kita?

    oye!

  8. fandhie says:

    ngikut aja deh…

  9. ts says:

    oke dah bang…. semoga huru haranya dah berhenti gak berlanjut seperti sinetron cinta fitri. apalg didemo nanti sama FPI karena SARA wkwkwk….

    Kpan ngopi kita bang…itukan yg penting hehehe

  10. aku mau buat komunitas NGAWUR. hehehe…
    sapa gabung?? hihihihi…

  11. kw says:

    baiklah saya akan curhat personal aja :) atau jika dianggap pamer atau apapun boleh saja. karena saya tak punya kemampuan untuk membatasi persepsi setiap orang. :)

    dulu banget waktu masih cupu (sekarang pun masih sii, cuman levelnya aja yg mungkin beda #SombongUniteModeOn) saya bergabung ke satu-satunya komunitas yang aku kenal saat itu, @bunderanhi.

    di sini bertemu dengan teman-teman baru yang unik. dari sini juga saya memperoleh pengetahuan2 baru tentang banyak hal. saya merasa aman nyaman tentram damai bahagia di sini. namun apakah semua keinginan saya terpenuhi? tidak.

    networking bertambah, saya berkenalan dengan komunitas bunga matahari yang taglinenya : semua bisa berpuisi. menarik, di saat semua “seniman” merasa bersusah-susah, ternyata membuat puisi itu bisa juga dilakukan dengan mudah. tak perlu berdarah-darah, bernanah apalagi sampai membusuk.

    berpuisi bisa dilakukan dengan fun, menyenangkan dan menghibur. puncaknya adalah ketika komunitas ini membuat acara membaca puisi di kuburan: san diego memorial park
    saya merasa aman nyaman tentram damai bahagia di sini. namun apakah semua keinginan saya terpenuhi? tidak.

    suatu hari bertemulah dengan komunitas @kopdarjakarta. di komunitas yang banyak banget membernya ini, selain bisa memperpanjang networking, juga bisa memperoleh informasi acara-acara seputar kegiatan yang berhubungan dengan dunia online.

    banyak teman di sini yang pinter2, kita bisa diskusi dengan mereka dengan asyik, santai. saya merasa aman nyaman tentram damai bahagia di sini. namun apakah semua keinginan saya terpenuhi? tidak.

    entah, mungkin saya yang serakah, saya pengen ikut di komunitas lain. entah apa itu, saya juga belum tahu.

    dari sering ketemu, ngopi dengan kenalan dari pertemuan sebelumnya tentu saja, akhirnya saya terlibat di @akademiberbagi. jadi sesuai namanya, @akademiberbagi itu bikin program kelas-kelas pendek yg membahas sepurta pengetahuan yang aplikatif.

    sehingga bermanfaat dalam perkembangan karir. misalnya kelas pr, social media, marketing, public speaking, creative writing, financial plann dan lainnya.

    dan sekarang @akademiberbagi telah menginspirasi daerah2 lain untuk mengikuti hal serupa: bandung, jogja, surabaya, ambon dan medan. saya merasa aman nyaman tentram damai bahagia di sini. namun apakah semua keinginan saya terpenuhi? tidak

    dari hasil obrolan dengan teman lain, akhirnya saya dan dia sepakat membuat “sesuatu” yang beda: @kopdarbudaya. apa bedanya dengan “sesuatu” yang lain?

    selama ini nyaris semua program membahas tema-tema yang positif seperti di atas. nah @kopdarbudaya melengkapi dengan mengadakan diskusi2 dengan tema-tema alternatif yang selama ini mungkin tak di perhatikan orang. misalnya pada pertemuan kemarin membahas ttg sarkasme, ironi di social media.
    saya merasa aman nyaman tentram damai bahagia di sini. namun apakah semua keinginan saya terpenuhi? tidak

    dari perkembangan socmed saat ini, saya mempunyai rencana: membuat semacam buzzer gratis, namanya belum ketemu. intinya saya dan teman2 akan menyediakan diri membantu orang atau komunitas mengiklankan gratis acara/ produk mereka di twitter.

    program ini muncul karena makin berseliwerannya iklan di twitter. apakah program ini berarti anti buzzer? tidak juga, karena saya sendiri juga buzzer.

    hanya melengkapi, mewadahi yang belum ada. ide ini belum terlaksana, meski begitu pasti akan menyenangkan. sudah ada dua orang yang mendukung ide ini

    dan seperti di postingan terbaru saya, saya masih ingin membuat komunitas yang isinya adalah orang-orang mau meminjamkan buku.

    jadi buku2 yg sudah kita baca, kita pinjamkan ke orang lain, selesai baca, orang lain meminjamkannya ke orang lain II, selesai baca, orang lain meminjamkannya ke orang lain III dan seterusnya. saya belum ngobrol dengan teman2 sehingga saya belum tahu responnya seperti apa.

    selain komunitas2 itu, saya sampai sekarang juga masih ikut kelompok “jalan ke sana” yang isinya orang-orang yang suka bepergian. juga bergabung dengan kelompok spiritual yang serius abis, juga masih berkumpul dengan teman-teman kampung anggota karang taruna dulu.

    terlalu banyak ya? ha ha tidak juga. intinya kita harus terus bergerak, syukur-syukur bisa bermanfaat bagi orang lain, minimal kita bisa belajar sesuatu hal.

    tentu saja di setiap komunitas ada sesuatu yang mungkin kita tak setuju, tapi saya tak mempermasalahkan, tidak membesar-besarkan, apalagi menghalangi kita untuk terus bergerak. berbeda bukan berarti tidak bisa bekerja sama

    semakin banyak teman, makin menyenangkan dan saya yakin dari situ akan muncul ide-ide yang mencerahkan :)

  12. ts says:

    keren mas kw….

  13. anny says:

    Buat masalah postpil aku setuju sm Reza.
    Dan buat komeng mas kw aku setuju sama Joel :D

  14. ruanghati says:

    hehehehehehe aku mau gabung ke komunitas ngawur - nya karel aja dah …. pasti gak ribet dan pasti ngawur semua tuh hehehehe ….

  15. LUV says:

    Kita kan manusia merdeka yah,kalo mau jadi anggota komunitas ya join,kalo gak suka ya keluar atau memutuskan tidak aktif.itu hak setiap orang. Sama aja seperti makan di restoran,kalo masakannya enak balik,kalo gak ya cari restoran lain.

    Kalo saya memaknai komen keren mas kw,yg bertanggungjawab atas kenyamanan yg kita harapkan ya kita sendiri toh.kalu nyaman stay,kalu ga ya exit kek kt reza.jgn tengok2 lagi.
    Kalu bawa mobil kan jalannya lurus ke depan yah,sekali2 liat spion buat memastikan perjalanan aman. Tapi kalo liat spion melulu ya bisa nabrak yang depan dong hehe.

    Kalo ttg postpil aku setuju dgn mpu tantular,mesti ada yg menilai kualitas scr manual. Capek siy,berat siy,buat adminnya..tapi kalau pelan2 dijalani mudah2an kedepan ada perbaikan.kalo mau perbaikannya cepet resourcesnya hrs cukup,kalu resources terbatas ya sabar wae menanti.

  16. kuti says:

    yang aku suka dari posting ini, selain temanya, juga karena bisa menjadi ajang ‘reuni’, dalam suasana yang nyantai ;)

    dan mumpung lagi ngomongin postpil, dan mumpung para admin (kayaknya) lagi menyimak posting ini aku mau usul, gimana jika jatah postpil per hari diperbanyak. jadi frekuensi pergantiannya lebih sering. masak dari ratusan post yang diposting di blogdetik dalam satu hari hanya ada 4 post yang bagus? Jika perubahannya dinamis itu akan merangsang (ehm kok merangsang?) para bloggerdetik untuk berlomba2 membuat posting bagus dan berkualitas…

    ttg blogger yang tak otomatis bloggerdetik (atau sebaliknya, bloggerdetik tak harus dblogger) sebenarnya itu pernah diungkap admin blogdetik di facebook. aku udah lupa kapan persisnya tapi kayaknya sebelum kopdar dblogger.

    Saat itu admin bilang (kira2 begini): ‘mulai sekarang blogger di detik disebut blogger detik’. Kemudian dipaparkan para komunitas yang tergabung dalam bloggerdetik, beserta link blognya, antara lain dblogger, dots, blogvaganza dll.

    Cuma memang pengumuman yang rada penting ini kurang sosialisasi. atau mungkin saja admin menganggap gak penting2 amat ya? hehehe :mrgreen:

    dan semoga dgn munculnya posting ini akan menjernihkan segalanya… ;)

    peace…

  17. LUV says:

    Satu lagi yah, sorry nih saya mau ngomong terang2an aja. Positioningnya blogdetik itu rencananya mau dibawa kemana,karena itu yang akan menjadi fokus utama managemen dalam mengelola blogdetik dan alokasi resourcesnya.
    Apakah blogdetik mau dikenal sbg blognya para artis sehingga mau bayarin artis buat kopdar atau posting?atau blog yg paling sering bikin kontes shg bakal sering2 cari sponsor kontes? Atau mau mendukung full kegiatan2 komunitas yg bernaung di bawahnya?
    Atau blog dengan kualitas postingan yang yahud?
    Kita sebagai konsumen bisa berharap a b c thd blogdetik. Tapi harus disadari bahwa harapan kita mungkin bisa terwujud selama align dengan strategi managemen.
    Boleh menggapai bintang,tapi pastikan roketnya ada dan ‘jalan’
    That’s where the money goes.

    Tidak puas? Yah suka ga suka di dunia ini kagak ada yg sempurna kawan!

  18. julie says:

    akuikutan komunitas NGAWUR ajaaa mas kareeel

    dan kayanya orang2 di sini juga udah mulai ngawur hahahhahaha

  19. masyhury says:

    Aku pikir blog detik, komunitas exclusive!
    Hemm.. perdebatan yang seru kah? :D

  20. kw says:

    tentang posting pilihan otomatis dan manual, semua aspirasi dari mas reza, mpu tantular dan kuti kayaknya akan terpenuhi. karena sedang didevelop oleh tim IT, mudah2an cepat kelar

    tentang blogdetik akan dikenal sebagai apa, sederhana saja menurut saya, menjadi RUMAH YANG NYAMAN bagi siapa saja. siapapun boleh mempunyai akun di blogdetik, baik artis, orang biasa, politikus para pengusaha ukm, para anak smu maupun para komunitas petani/ nelayan di pelosok2 seluruh indonesia.

    demikian mas, ini jawaban saya. bukan jawaban resmi dari manajemen blogdetik siii

  21. MT says:

    langit kita lebih luas dari kepala kita
    bumi kita lebih luas dari gerak kita

  22. hes says:

    btw busway, mau ingetin saja setahu saya sejak dulu Blogdetik adalah layanan jasa blog hosting gratis (seperti halnya blogspot atau wordpress tapi di indonesia yah sama seperti dagdigdug dan kompasiana mungkin yah) dan bukan komunitas. that’s all.

    Blogdetik memang memiliki banyak pe er yang harus dibenahi itu sudah pasti. terutama terutama terutama soal teknis. soal postpil. soal lain-lain saran dari bloggerdetik yang lain yang pasti banyak sekali.

    dan seperti kata mas reza, suami yang katanya malas, dblogger adalah komunitas biasa. bukanlah komunitasnya blogdetik yang membawahi komunitas yang lain. jadi menurut saya kegiatan atau apapun aksi dblogger memang tidak (dan jangan juga merasa) mewakili Blogdetik tetapi tentu saja mewakili komunitasnya (anggota-anggotanya) sendiri.

    soal perbedaan pendapat, komentar yang tak sopan, tulisan yang menyerang bloggerdetik lain itu adalah tanggungjawab para penulisnya sesuai dengan karakter dan kepribadian masing-masing.

    menurut saya, jika ada yang mengatasnamakan komunitas tertentu dalam sebuat post komen atau tulisan dan jika itu menyinggung blogger lain maka kewajiban mengingatkan dan meluruskan adalah kewajiban dari anggota lain komunitas tersebut.

    thx dan semoga semua huruhuru ini dapat terselesaikan dengan baik.

    ps. @julie: please kak julie kita sedang mencoba untuk berdiskusi dengan sehat. tolong hargai itu. thx.

  23. sukangeblog says:

    wah gak tahan juga gak komen….

    setuju dg bro padiemas. dengan berubahnya orientasi, maka saat ini memang harus jelas siapa anggota dblogger. Bro depz bilang gak ada pengurus, tp karena masih ada anggotanya ya harus jelas siapa saja….

    Bro depz dan mb idana menyatakan diri sebagai anggota. apakah bro depz dan mbak idana bisa menyebut siapa saja teman sesama anggota? berapa anggotanya?

    ini yg menurut aku menjadi kekurangan dblogger, dibanding misalnya dots atau blogvaganza. Dots dan blogvaganza anggotanya jelas siapa dan terdata. Dblogger?

    jika kita berasumsi bahwa panitia kopdar dblogger adalah anggota, ditambah yang gak menjadi panitia maka aku menduga anggota REAL dblogger saat ini berkisar pada 15 hingga 20 orang (jika aku salah, tolong dikoreksi dengan memberikan angka yang benar) :mrgreen:

    Apakah 20 agggota terlalu banyak, atau terlalu sedikit? tergantung. Dots anggotanya gak sampe 10 orang namun bisa menghasilkan beberapa gebrakan konkrit. jadi banyak sedikitnya anggota gak menjadi ukuran…

    kelebihan dblogger adalah lintas wilayah. bro depz dan mbak idana menyatakan sebagai anggota, padahal (kalau gak salah) keduanya gak menetap di jakarta (atau gak menetap di jawa). jadi dblogger terbuka untuk siapa saja, dan tidak terbatas sama hanya dots. Bro depz dan mb idana kayaknya gak akan diterima jadi anggota dots kecuali jika keduanya pindah ke semarang, hehehe

    Dan yg dibilang mbak hes itu benar sekali. tentu gak pada tempatnya jika dblogger mengatasnamakan semua blogger yang ngeblog di blogdetik atau mengatasnamakan blogdetik. emangnya ada kejadian yg seperti itu? Aku gak tau, dan semoga itu gak pernah dan gak akan terjadi… :)

    karena bersifat terbuka, jika dblogger ingin menambah anggota, maka dblogger harus mencitrakan diri sebagai komunitas yang sejuk. dan jika ada persoalan, biarlah anggota dblogger yang menyelesaikan.

    blogger yg gak menjadi anggota, tentu saja gak perlu ikut campur urusan dalam negeri dblogger. sebaliknya, dblogger juga gak perlu mengurusi mereka yang gak mau bergabung. toh jika kelak dblogger bisa menciptakan citra yg positif, pasti bloggerdetik akan bergabung dengan sendirinya…

    beberapa person yang selama ini dikenal sebagai orang dblogger jg mau tak mau harus menjaga citra dblogger. jangan sampai karena nila setitik rusak susu ibu eh salah, hehehe ;)

    untuk para anggota dblogger, salam kenal. buat bro depz dan mb idana, sorry kalu namanya berkali2 disebut ;)

  24. julie says:

    untuk diketahui oleh semuanya, bahwa dblogger tidak pernah mengatakan diri sebagai wadah yang mewakili blogdetik
    harap dibedakan

    dan untuk hes: sy sudah berusaha mengajak orang yg terkait dgn keberatannya thdp dblogger agar berdiskusi dlm hal ini julian ari tetapi beliau malah menuduh sy ingin mengeroyok dgn bawa2 3 org teman yaitu eyang,mt dan yos. mengapa sy membawa mereka?
    1. julianari menulis nama komunitas dblogger dan ke3 org tsb mrpkn penggiat dblogger
    2. tulisan beliau menulis dgn jelas nama mrk

  25. julie says:

    Sbnrnya si reza posting kekgini mau naikin rating kan za?
    Oye gak sih komenku za?
    *sambil lirik siti* hihi

  26. idana says:

    @suka ngeblog : waaah nama saya jadi terkenal karena sering disebut2…pantesan mata kedutan dari tadi :D

    apakah anda dblogger ? kalau iya salam kenal yaaa….kalau ngak salam kenal juga ;)

  27. ts says:

    semoga nasibb blogdetik tidak sama dengan adeknya tanyasaja.com dihapuss dan dihilangkan dari detik.

    dan pada saat itu nama apapun sudah tidak berlaku lagi…. nah disaat itu yaaa kita tetep temenkan bro??
    masih bisa kopdar, masih bisa bisnis, karoeke dgn semua temen2 yg mauuuu…..

    Jadi intinya kita mencari kesenangan disini, kok masalah nama komunitas, masalah mau dari mana asalnya, duluan ngeblog/nulis. yg penting enjoy aja yaaa gak bang????

    abang kita tumben diam aja wkwkwkw… biasanya suka reply komentar org

  28. ts says:

    cukup pasang google adsense blum seh bang??? dgn komentar sebanyak ini???

  29. sukangeblog says:

    @idana, apakah aku anggota dblogger? sejauh ini tidak (atau belum?) :mrgreen:

    salam kenal kembali (kalu di FB kayaknya kita udah temenan deh) ;)

    @bung admin, kalu masi menyimak, karena posting ini jg membahas hal terkait blogdetik, bukankah sebaiknya juga masuk ke Hot Blog? :mrgreen:

    dan semoga yg dikhawatirkan bro ts gak terjadi. jika blogdetik tutup, itu bukan hanya mimpi buruk namun juga MALAPETAKA bagi dunia blogger indonesia :)

    peace…

  30. depz says:

    @mas sukangeblog : saya udah baca berulang2 komen saya diatas, tapi entah mata saya yg udah lamur atau bagaimana, yang jelas saya ga menemukan kata2 saya yang menyebut seperti yg masbro blg “Bro depz dan mb idana menyatakan diri sebagai anggota”.

    saya katakan bergabung, bisa saja bentuknya menjadi simpatisan toh?

    buat saya sih simpel saja, segala sesuatu bisa “dilihat dari buahnya”. kalo buahnya bagus, ga mungkin dihasilkan dari pohon yang buruk(atau busuk).

    begitu juga kalo yg namanya “dblogger” ini membawa keburukan atau kegiatan2 yang tak positif sudah jelas saya tak akan simpatik. sesimpel itu buat saya. dan postingan puisi kang MT diblognya saya rasa sudah mewakili untuk saya pribadi.

    peace, peace and peace. :)

    nb : oh iya salam kenal juga mas bro.

  31. depz says:

    @ts : ahh gw ga diajak karaokeannn … payahh :p

  32. sukangeblog says:

    @depz, ooops, sorry kalu aku salah menafsir. jadi hanya sebatas simpatisan dan bukan anggota? ya gpp…

    cuman, tadi aku iseng ke buletin dblogger dan liat siapa aja yang pernah melakukan registrasi, dan… aku liat ada nama ‘idepp or depz’ yang melakukan registrasi, dua tingkat di bawah mb idana. bukankah yg lakukan registrasi itu otomatis anggota? ato yg registrasi gak otomatis jadi anggota? :mrgreen:

    tp itu gak penting…

    aku setuju dgn analogi buahnya. pohon yg baik gak akan menghasilkan buah yg busuk… lagipula, buah yang busuk walau dikemas dengan baik juga cepat ato lambat akan keliatan busuknya… :)

    peace jg bro….

    @ts, gara2 liat komen bro ts, aku punya ide untuk update posting di blog ttg ’skenario blogdetik ditutup’. walau gak secara langsung tq ya bro :mrgreen:

  33. LUV says:

    @sukangeblog :kalu masalah keanggotaan dblogger,yg terdaftar bs dilihat di hal registrasi sktr 300an yah,itu yg terdokumentasi.
    Tapi kalo anggota yang aktif ga sebanyak itu, saya sendiri ga termasuk aktif kok.kalau mau daftar dblogger silakan aja register mas, atau dateng kopdar juga bisa. Sekarang kalo ada kopdar yg sifatnya external para pegiat selalu mengumumkan di fb atau di buletin (kan dblogger pan belajar juga dr pengalaman yg lalu,kalu dianggap belum belajar ya terserah yang punya anggapan kan, kita merdeka aja mau berpendapat apa).
    Saya sendiri secara offline terdaftar di banyak organisasi namun tidak semuanya saya aktif,manusiawi ajalah. Saya juga ga selalu tau berapa jumlah anggota terakhir organisasi2 yg saya ikuti.
    Kalu saya lihat saya setuju sm depz bahwa yg penting buah dr kegiatan itu.kalu dirasa baik dan ada waktu serta energi untuk berpartisipasi ya dijalankan.kalo gak ya mohon maaf. So far saat ini saya nilai pegiat dblogger juga bukan orang yg memaksa anggotanya untuk aktif di semua kegiatan.kalau pun dimasa lalu ada yang merasa terkesan dipaksa,yah skr kan udah berubah. Seperti saya bilang,hidup pan berjalan lurus ke depan,kalo liat spion mulu yah adanya nabrak atuh heheheh

  34. easy says:

    aku seriiiiinnngggg banget ketinggalan info tentang dblogger. teruatama kalo lagi ada huru hara.

    dblogger itu bebas. dan saya suka kebebasan :D

  35. ruanghati says:

    rezaaaaaaaaaa …. dimana dikau bro … dah banyak gini komennya , aku tak muncul2 hehehe .., untung semalem bawa honda yang lain, kalo honda yang entu .. alamat dorong lagi ya hhhehee ….

    lain kali kalo mogok telp sayah atau si om ya .. biar kita parkirin tuh honda antik di rumah hehehee .

    Hmm soal dblogger… kenapa gak habis2 ya .. dah ganti tahun juga … agak bosen juga sih sebenernya. Masalah yang sedang dibicarakan juga kadang merembet ke yang lain-lain jadi agak susah juga mau nyelesaiin yg mana dulu [atau sengaja di ciptakan begini ? hehehe]. Sebenernya gak ada masalah tp di ada2in aja biar rame hehehehe …. [gak ada loe gak rame ..... - iklannnnn]

    Soal keanggotaan aku jg gak mikirin, aku memang pernah jadi pengurus inti sih, yg pasti kalau ada kegiatan yang bisa aku ikuti ya aku ikut, kalau gak bisa ya lewat aja. Sing penting punya temen-temen baru. Jadi ajang siratuhrahim aja.

    Udah ah …, semalem enak juga karaokean dan makan roti panggang, bareng temen2 dblogger. Kapan makan2 lagiiiiiii …. [mikirnya makan muluuuu , katanya mau kurus hehehehe]

  36. idana says:

    Masih masalah anggota yaaa…

    Saya tetep bilang saya anggota dblogger…entah itu kepengurusan dblogger udah bubar, entah nanti nama dblogger sudah tidak dipakai atau malah dikubur dalam tanah…

    Saya masih anggap diri saya sebagai dblogger, kenapa ? Karena saya merasa nyaman disini terlepas dari huru hara yang terjadi
    Walau ada yang bilang dblogger kumpulan org2 sakit, tapi apa bisa dibuktikan kalau yang bilang itu tidak sakit jiwanya ?
    Banyak kegiatan positif yang sudah kami lakukan,walaupun sy cuma mengikutinya dari online tapi itu sudah lebih dari cukup.
    Jadi apa salah kalau saya bilang saya anggota dblogger ??

    Apa jawaban saya bisa diterima bro suka ngeblog ?…
    emang kita berteman di fb yaaa, duuh maaf sy tdk memperhatikan :)

  37. suamimalas says:

    Saya baca semua komen koq dari kemaren…tapi khan diskusi bisa terus jalan dengan menyenangkan tanpa saya harus komen :D

    Cuma sekedar info, kalau yang mau tau gimana sejarah dblogger, gimana posisinya dulu sama blogdetik sebagai induk komunitas, gimana posisinya sekarang, status apa yang dulu dan status apa yang berubah (Seperti di cerita saya soal dulu negara dan sekarang ormas)…monggo di simak postingan mas anjari yang dulu ikut mendirikan

  38. sukangeblog says:

    @idana, sip, penjelasannya bisa diterima…

    sebenarnya aku mengambil contoh bro depz dan mb idana itu dalam konteks positif. bahwa dblogger itu lintas wilayah, juga bahwa keanggotaan yang sedikit itu bukan penghalang sebuah keberhasilan (contohnya dots) dsb dsb….

    ttg keanggotaan, aku mikirnya gini. jika suatu saat aku pingin jadi anggota, kan lebih bagus jika sebelumnya aku udah tau siapa2 yang ada di situ kan?

    tp justru terkesan aku kok jadi spt menyulut huru-hara baru ya? sorry sorry, aku gak bermaksud spt itu…

    utk semua teman2 yg mungkin merasa terganggu dengan komen aku di atas aku minta maaf..

    salam damai

  39. julie says:

    sukangeblog: makanya mas lebih baik kenalan dulu dengan orangnya jadi gak terkesan sok tau

    piss ahh

    bosan juga ngebahas dblogger mulu

    mending ngebahas reza yang mau naikin rating
    wkwkwkwkwk
    rezaaaa yok kita cakar2aaan :p

  40. anny says:

    Semoga diskusi ini membawa solusi lebih baik dan semuanya bisa berdamai dan akhirnya semuanya nyanyi bareng lagu kemesraan nya iwan fals he..he…

  41. depz says:

    Reza sukses menyedot pagerank dan traffic…. Uhuyyyyyy

    :p

  42. sukangeblog says:

    @julie, aku sok tau? hahaha

    setelah menyimak diskusi ini, dan juga menyimak beberapa posting terkait di beberapa blog lain rasa2nya aku skrg tau banyak kok ttg dblogger ;)

    tapi udahlah, itu jg bukan urusanku…

    buat teman2 dblogger (siapapun Anda) salam damai

    buat bro reza, sorry kalu komenku ‘over dosis’

    moga2 ini komenku yg terakhir di posting ini. mending aku komen aja di post javahostindo ya? hahaha ;)

  43. anum says:

    za, jadi kan bisnis kita?

  44. udinkoxx says:

    moga2 huru hara di kurusetra ini berakhir dengan damai…. :)

  45. benagewe says:

    Halo halo halo … Saya datang kembali di blogdetik :)
    Weh lama ndak ngurus blog saya, baru tahu ada rame-rame to ?
    Semoga segera tuntas masalahnya dan menjadi jernih kembali.

  46. UKM Center says:

    Pokoke ma’nyus deh mas.

  47. mantep banget nich postingan kali ini.. seolah ga berada di blog.. tp di forum…diskusinya ketat banget..tanya jawab yg keren

  48. fikrisu says:

    Kalau saran saya nich gan, beri wacana dulu kepada dblogger utk ngadain kegiatan, berikan berbagai opsi dan share kepada semua anggota. Pasti itu lebih fair dan kredible….salam kenal yach gan by http://fikrisu.blogspot.com/

  49. paluhlimbuy says:

    Duduk diam, nulis aja yg ada dikepala. terlepas dblogger atau bukan. saya adalah si Paluhlimbuy seorang blogger yg ngeblog di Blogdetik. karena kepanjangan jadi bisa dibilang, saya seorang blogger.

    Nulis itu fun, blog itu asik. jadi jangan hilangkan itu sebagai unsur paling utama. terus menulis dan menulis tanpa pamrih. kelak akan berguna bagi orang lain :)

  50. paluhlimbuy says:

    Duduk diam, nulis aja yg ada dikepala. terlepas dblogger atau bukan. saya adalah si Paluhlimbuy seorang blogger yg ngeblog di Blogdetik. karena kepanjangan jadi bisa dibilang, saya seorang blogger.

    Nulis itu fun, blog itu asik. jadi jangan hilangkan itu sebagai unsur paling utama. terus menulis dan menulis tanpa pamrih. kelak akan berguna bagi orang lain :)