Dimana perasaanmu kawan?

Peristiwa ini terjadi sekitar dua hari yang lau. Ketika itu saya sedang pulang mengendarai motor tua saya. Tepat di depan Mal Taman Anggrek tiba-tiba cuaca tak bersahabat. Hujan deras gak karuan, untungnya saya ada dekat pohon besar dan bisa berteduh.

Pakai jas hujan, copot sepatu berganti sandal, pasang pelindung tas. Semua siap dan saya pun melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian cuaca kembali cerah. Saya lewat kolong-kolong jembatan, para pengendara motor yang tadinya berteduh sudah kembali menjalankan motornya.

Ketika sampai di dekat pintu tol kebon jeruk, tiba-tiba keadaan menjadi padat merayap. Sejurus kemudian pun langsung berubah jadi macet total. And when I said ‘macet total’ ituh bener-bener macet total! Rupanya ada polisi yang menghadang laju lalu lintas beberapa kendaraan di depan saya tepat ketika jalan berbelok dan menyempit.

Sialnya, tak lama setelah saya berhenti hujan kembali mendera! Dan kekuatannya melebihi derasnya ketika pertama saya menggunakan jas hujan. Untungnya saya udah pakai jas hujan lengkap.

Saya pun menengok sekeliling rupanya banyak pengendara motor yang tidak siap dengan keadaan itu. Berhenti di tengah kemacetan (yang bahkan saya pun hanya bisa menjejakan satu kaki, karena padatnya dua arah tak bisa bergerak sama sekali bahkan pejalan kaki sekali pun). Berjarak dua tiga motor dari tempat saya ada ibu-ibu yang dibonceng sambil menggendong anaknya yang masih bayi. Ibu itu panik berusaha melindungi anaknya dari terapaan hujan deras dengan tas yang tak begitu besar.

Gawatnya sudah hampir lewat lima menit kami berhenti disitu. Para pengendara mobil dan motor pun sudah menyalakan klakson mereka.

TAAANN…TIIINNNN…TUUNNNN….

Toh barikade itu tak dibuka juga. Kami dibiarkan menantang hujan, menggigil kedinginan hanya karena ada yang mau lewat.

Wahai pak polisi….
Sedemikian displinnya kah engkau sampai tak berani melawan perintah demi rakyat yang harusnya kau lindungi?
Tak bisakah engkau membiarkan satu dua pengendara lewat agar si ibu bisa meneduhkan anaknya?
Kemana disiplinmu dalam berkoordinasi sehingga kami harus menunggu sekian lama?

Sekitar sepuluh menit kemudian terdengar raungan sirene dan kilatan lampu hazard. Sebuah mobil mewah yang nyaman yang dikawal mobil dan motor besar itu pun lewat.

Wahai pak pejabat…
Dimana hati nuranimu hingga tega membiarkan kami menggigil sementara engkau begitu nyaman di mobilmu?
Seberapa pentingkah acaramu di jam 8 malam itu hingga harus ditunggu kami sekian lama?
Sudahkah engkau menjamin biaya kesehatan andaikata si bayi itu sakit karena kehujanan, sebagai kompensasi kenyamananmu?

Saya coba untuk mengejar sekedar gemas ingin tahu siapa yang lewat dari plat nomernya. Sayang motor saya kalah kencang dengan rombongan itu!

“Orang yang kau pilih waktu pemilu, adalah yang kelak dengan sirine polisi menyuruhmu minggir di jalan raya”

“Rakyat adalah mulut yang menjadi bisu karena diambil suaranya waktu pemilu”

(100  Aphorisma Pidi Baiq)

Update:

wahai kawan-kawanku yang senang menghujat saya lewat comment…huehehe…ntah kenapa saya yakin tulisan ini akan membawa pada suatu diskusi pro dan kontra. Dan saya hanya ingin menjelaskan hal yang gak jelas disini. Untuk yang udah komen semoga kembali dan membaca.

Satu, saya gak pernah masalah disuruh berhenti untuk membiarkan para pejabat lewat. Karena saya sadar ada kemungkinan bahwa jadwal mereka memang padat dan butuh fasilitas lebih dari kita. Tapi yang jadi masalah adalah apakah harus selama itu? Karena sebelum ia lewat jalanan tidaklah macet. Jadi ini bukan masalah kesabaran!

Dua, bagi mereka-mereka yang menghujat dan gak teliti baca tulisan tentang saya dan jas hujan. Coba dilihat bagaimana saya menggambarkan bahwa letak ibu itu beberapa motor dari saya, dan tidak terjangkau. Dan macetnya itu tidak memungkinkan (bahkan pejalan kaki) untuk lewat. Silahkan membayangkan untuk mereka yang pernah lewat pintu masuk tol kebon jeruk dari arah taman anggrek pasti tahu sesudah belokan dan jembatan jalan itu menyempit untuk kemudian bertemu dengan pertigaan. Dan kondisi malam itu semua tumplek blek di jalan kecil itu. Jadi gimana cara saya turun dari motor dan mencopot jas hujan? Gimana cara saya jalan dan menuju ibu itu?

Tiga, ini saya tidak tulis karena sebenernya saya gak mau ada kata-kata kasar diblog ini. Tapi berhubung sudah banyak yang berkata agak kasar baiklah saya jelaskan. If you think, saya gak mencoba berbuat apa-apa untuk ibu itu, maka anda salah. Ketika orang lain mengklakson, saya yang suara klaksonnya kecil memilih untuk berteriak TIDAK SOPAN ke arah pak polisinya:

“WOOIIII….TOLOOOOLLLL….HUJAAAAANNNNN…ADA ANANAK KECIL!!!”

dan temen-temen tahu? Polisi itu memilih membelakangi kami. Mungkin ia serba salah karena ia hanya menjalankan tugas. Makanya saya tidak mempermasalahkan polisi itu secara personal, tapi kenapa koordinasinya sedemikian rupa sampai kami menunggu sekian lama.

Oh iya, saya deg-degan banget waktu teriak begitu, takut digampar bolak-balik. Cuma semuanya refleks karena saya inget anak saya di rumah. Tapi toh untungnya polisinya masih cukup bijak untuk tidak menindak saya.

Empat, sumpah deh saya gak pernah merasa orang yang paling bener

Ada pertanyaan lain?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


76 Comments »

  1. aribicara Said,

    March 18, 2009 @ 3:48 pm

    Itu pejabat yg begityu yang ingin aku Mengutuknya …..

    Bener2 ga punya malu …. Kalau aku disana Ambil batu lemparin batu aja tuh pejabat …..

    Katanya mentingin kepentingan rakyat ….
    Padahal tuh pejabat paling mau ngapain pakai begityu ..

    Bener2 mancing kemarahanku aja tuh mereka …

    *maaf Bang Jadi Ikutan marah :D

  2. byme Said,

    March 18, 2009 @ 4:08 pm

    betul betul mas
    byme

  3. anny Said,

    March 18, 2009 @ 4:25 pm

    Padahal pejabat tanpa rakyat gak ada artinya kok tega teganya ya begitu? gak punya hati tuh udah dibutakan kekuasaan angkuh deh jadinya

  4. tanyasaja Said,

    March 18, 2009 @ 4:38 pm

    waaaaah tambah gemes neh dengarnya………benar2 pejabat seperti harus di tangkap KPK karena telah korupsi jalanan, kemaren saya sempat disuruh pinggir juga sama polisi militer didaerah monas gara-gara ada pejabat lewat juga….malah diacam mau ditendang hehehe…..untung gak jadi, klw jadi pasti lapor ke komnas HAM…..semoga menjadi pelajaran buat kita semangkin jeli memilih pemompin…..

  5. hedi Said,

    March 18, 2009 @ 4:49 pm

    saya liatnya dibalik, mas. andai saya jadi pejabat itu, mungkin akan gitu juga, pejabat datengnya dari masyarakat, bagaimana masyarakatnya ya gitu juga pejabat publiknya, kebanyakan masyarakat kita — terutama kota– juga sering ga peduli sih… *ngenes*

  6. yosephs Said,

    March 18, 2009 @ 5:00 pm

    sy g mau terbungkam gara-gara salah menyerahkan “suara”

  7. Diva Said,

    March 18, 2009 @ 5:00 pm

    Wahai para pejabat kalo gak mau ikutan macet beli helikopter aja….kampanye di suruh milih lo-lo pada setelah dapet kursi enak kita malah di lupain….kalo berani macet bareng ayuuukkkk…..
    Gw gak akan milih pada saat pemilu…udah cukup dengan janji2 PALSU kalian semua….di gaji jutaan rupiah, pada saat rapat yg membahas masalah rakyat malah TIDUR….enak ya bowwww…ya udah lah selamat tidur pak pejabat…..dan selamat memilih “wakil rakyat” anda2 semua……Peace Out….

  8. rice2gold Said,

    March 18, 2009 @ 5:11 pm

    begitu pandai kita menginventarisir setiap “keanehan”, dan begitu bodoh dan masa bodoh untuk bisa melakukan perbaikan. Serta begitu tolol untuk kembali masuk lubang yang sama…..

  9. ruanghati Said,

    March 18, 2009 @ 5:20 pm

    duh pejabat-pejabat ..
    masih adakah hati nuranimu …????

  10. Lukman Said,

    March 18, 2009 @ 5:24 pm

    ya… benar… mereka memang begitu dan selalu bilang… (ah… kata siapa jakarta macet,lancar-lancar aja nih…..)

  11. a-rief Said,

    March 18, 2009 @ 5:32 pm

    Memang itlah pejabat. maksud halusnya c krn keamanan dan dtg tpat wkt d acra, tp kalo kata kasarx, ‘maunya sendiri’. seharusnya sbg sesama warga negara, dy brjalan brdampingan dg qt. macet breng, kehujanan breng. it jauh lbh menyenangkan buat semua

  12. diajeng Said,

    March 18, 2009 @ 5:39 pm

    aku juga gedeg tuh klo ada kayak gituan, …. huh… secara pada hakekatnya pejabat itu adalah melayani masyarakat….lah termasuk hal2 kecil di jalan raya gitu, ya rakyat dulu yang diutamakan, sekarang sih sudah terbalik2….mudah2an nanti ada yang meluruskan hal itu….

  13. diajeng Said,

    March 18, 2009 @ 5:43 pm

    Dan menambahkan lagi, hikayat nabi, Rasul Muhammad SAW, pada saat itu menjadi khalifah alias pejabat sperti jaman sekarang dan suatu ketika ia sedang berjalan di keramaian, seketika juga orang bersujud menyembahnya, tetapi Rasul menjelaskan untuk tidak berbuat seperti itu padanya, jd yang sewajarnya saja, kesimpulannya bahwa jadi pejabat itu tidak minta dihormati seperti jaman sekarang, contohnya diatas tadi.

  14. baratra Said,

    March 18, 2009 @ 5:59 pm

    itu lah alasan ku dari dulu untuk tidak mengakui pejabat - pejabat yang memerintah di negara indonesia ini mas :)

  15. oky de la rocha Said,

    March 18, 2009 @ 6:03 pm

    dan akhirnya gwa memilih GOLPUT !

  16. leesee Said,

    March 18, 2009 @ 6:33 pm

    Hu… memang begini lar hidup … yang bawah tetap tertindas ..yang atas lar tukang nindas…pepatah roda kan berputar .. kadang dibawah kadang diatas .. tapi kapan ?
    buktinya yang dibawah tetap dibawah yang atas hu…. lebih tinggi lagi … mungkin roda nya rusak kali…

  17. hafi Said,

    March 18, 2009 @ 6:35 pm

    assalaam …

    waaahh .. sering terjadi tuuuh … bikin esmosi … .
    pejabatnya masih mandi .. jalananya dah di tutup .. cape deeh … wa..ka..ka..kkk…

    emmghh ….
    mungkin si pak polisi sedang bekerja agar istri dan anaknya tidak keujanan speri kasus di atas ???
    mungkin si pejabat hanya tau protokoler … yang memang susahnya mengatur pengendara motor (mobil dan motor) di jakarta, sehingga harus di atus 10 menit sebelumnya ???

    gw tetep golput eniway ….
    xi…xi..xi…

    -hf-

  18. ANTI DETIK ID Said,

    March 18, 2009 @ 6:45 pm

    Biasa aja lagi,enakan jadi orang terdzalimi dari pada pendzalim. doa kite mustajab.. elo aja sabar dikit ga bisa nahan.. mau sabar a[pa ngegelimpung tar di SIRATAL MUSTAQIM…

    we love u Rasulullah, i hope i gain all syafa’at

    …..Dun u hate Maulid PKS???????????????????????

  19. Roy Said,

    March 18, 2009 @ 6:57 pm

    Capek klo cuma mengutuk saja tanpa ada tindakan nyata…semua awalnya dari diri kita…klo saja kita mulai dari kita…klo saja diberikan saja jas hujan itu pada ibu anak yg khujanan…klo…klo…klo…knapa cuma bisa menyalahkan yg lain..klo kita bisa bertindak atas diri kita sendiri….mungkin dunia ngak separah ini

  20. torik Said,

    March 18, 2009 @ 8:19 pm

    ya pejabat kalo dah nongkron dah ga inget siapa yang pilih…. makanya pilih wakil yang peduli…

  21. kw Said,

    March 18, 2009 @ 8:30 pm

    ya begitulah bro….
    indonesia…
    tapi rakyat juga ga kapok2 milih terus hehhe

  22. qoe Said,

    March 18, 2009 @ 8:31 pm

    smuanya harus dimulai dari diri sendir, janganlah pernah menilai seseorang.

  23. xbox Said,

    March 18, 2009 @ 8:41 pm

    pejabat itu di layani ya?
    bukan melayani?
    :-/

  24. jimmy Said,

    March 18, 2009 @ 9:33 pm

    biasa yang sudah di atas suka lupa sama yang di bawah..

  25. eramida Said,

    March 18, 2009 @ 9:42 pm

    yach maklum lah g ada sekolah buat caleg sih… sapa yang kaya punya koneksi dan pintar ngeles… ini adalah modal untuk menjadi pejabat..
    menjadi pejabat bukan untuk merubah bangsa menjadi lebih baik, tapi merubah kehidupan pribadi menjadi lebih baik.

  26. angelwithoutwing Said,

    March 18, 2009 @ 9:43 pm

    Itu sebenarnya cerita lama, dan terus menerus terulang. Karena mental pejabatnya yang tetap begitu saja. Enggan berubah ….

  27. alfian Said,

    March 18, 2009 @ 10:09 pm

    nggak usah pilih saja nanti pemilu, lebih baik tidur dirumah saja, tanpa peminpin negara ini juga jalan kok…

  28. netinfo Said,

    March 18, 2009 @ 11:36 pm

    pejabat sekarang da lebih pintar dari pada pejabat jaman dahulu,,,tapi kenapa ya

  29. arya Said,

    March 18, 2009 @ 11:56 pm

    pejabat emang enaknya diembat

  30. acut Said,

    March 19, 2009 @ 12:29 am

    makeenyee jangan salah pilih 9 epril nantiii…. :-) cian deh lho..

  31. depz Said,

    March 19, 2009 @ 7:15 am

    sucksss

  32. Terry Ananda Said,

    March 19, 2009 @ 7:25 am

    Tidak ada yang lebih indah, kecuali menjadikan Allah SWT menjadi wali kita. Jika manusia jadi wali, dititipi kita aspirasi untuk hidup lebih baik maka bersiaplah untuk kecewa…

  33. easy Said,

    March 19, 2009 @ 7:32 am

    maaf banget ya. waktu itu saya yang lewat :(

    doohhh.. andaikata disitu ada suamimalas bertengger, maka saya pasti membuka kaca jendela, lalu melambaikan tangan :D

    *gaya pejabat mode on*

  34. easy Said,

    March 19, 2009 @ 7:33 am

    beww.. kok moderation ? ada perubahankah disini ?

  35. edward Said,

    March 19, 2009 @ 7:53 am

    untuk jadi pejabat atau caleg , butuh modal bang , betul tidak ?
    Jadi apa yg dipikirkan setelah terpilih ?
    mereka akan memikirkan bagaimana cara mendapatkan modalnya balik diluar gaji mereka .
    Lalu apa yg mereka lakukan setelah mendapatkan balik modal mereka ?
    Mereka akan merasa hebat dan kaya , berkat dipilih dari suara suara kita . setelah kaya dan hebat mereka akan pamer kekayaan tapi bukan di kantor ( di office pura pura miskin lah ) , di luar kantor bak raja sifatnya

  36. edward Said,

    March 19, 2009 @ 7:56 am

    untuk jadi pejabat atau caleg , butuh modal bang , betul tidak ?
    Jadi apa yg dipikirkan setelah terpilih ?
    mereka akan memikirkan bagaimana cara mendapatkan modalnya balik diluar gaji mereka .
    Lalu apa yg mereka lakukan setelah mendapatkan balik modal mereka ?
    Mereka akan merasa hebat dan kaya , berkat dipilih dari suara suara kita . setelah kaya dan hebat mereka akan pamer kekayaan tapi bukan di kantor ( di office pura pura miskin lah ) , di luar kantor bak raja sifatnya . seperti lewat jalan bersama saja minta diutamakan tanpa peduli orang lain yg kehujanan dan lain lain ,

    ADa yg salah dipemerintahan kita ini , sekarang semua jabatan butuh “modal” . mulai dari pemilihan kepala desa sampai kepala kepala lainnya . Dan KPK seharusnya meneliti bagaimana mereka bisa balik modal dan membiarkan mereka jor joran membuang duitnya apabila minta dipilih ( karena toh rakyat pasti senang )

  37. andivan Said,

    March 19, 2009 @ 8:14 am

    teganya..teganya..teganya..

  38. winnie Said,

    March 19, 2009 @ 8:26 am

    klo mas jadi pejabat bakalan kya gitu juga ga?
    kadang posisi jabatan turut pula mengubah cara memandang situasi loh (satau gw ya….)
    jadi ujung-ujungnya balik lagi ke ‘tergantung orangnya’

  39. kampret Said,

    March 19, 2009 @ 8:45 am

    mendingan golput aja, ya begitu itu kelakuan pejabat kita kalo dah di kursi empuk dan banyak diberi fasilitas negara. Luuuuupa sama rakyat. Yuuuuuuk rame-rame golpuuuuuuut.

  40. Asbun Said,

    March 19, 2009 @ 8:48 am

    Memang mudah menyalahkan orang lain. Padahal kamu sendiri tidak mampu membuat orang lain nyaman. Andai saja jas hujanmu itu kamu berikan kepada ibu itu, pasti tulisanmu keluarnya “Akulah orang paling hebat dibanding pejabat itu”

  41. syukri Said,

    March 19, 2009 @ 8:54 am

    Suami malas harus disiapkan “kasur dan kursi paku” (kasur dan kursi adukasi persuasif) agar dia tidak malas lagi, solusinya ada dua hal:

    1.Periksa secara medis, tentunya kedokter medis, atau pisikiater
    2.Periksa ke para praktisi alternatif, siapa tauhu dia terkena guna2 atau dia sendiri pernah ngelmu, sehingga menjadi malas akibat kebertan bobot wiridannya, mungkin dia pernah membaca sesuatu dengan hitungn tertentu dan tujuan tertentu.

    terima kasih semoga berguna amin, goog by sipat malas

    wassalam
    syukri

  42. begundal Said,

    March 19, 2009 @ 9:10 am

    woi.!!! mana nih komentar nya para pejabat!!!

  43. tyas Said,

    March 19, 2009 @ 9:11 am

    ya..begitulah jadi pejabat, waktu belum duduk yah….muluk-muluk…sopan and santun deh…….segaya dewa penolong turun dai langit……..ntar jk udah jadi pejabat wow……..seperti kucing garong…….

  44. lukman Said,

    March 19, 2009 @ 9:16 am

    walah itumah udah biasa bro..

    seharusnya anda .buka jas hujan anda dan di kasi ke ibu itu
    biar di lihat sama orang yg mau lewat.

  45. Hafied Said,

    March 19, 2009 @ 9:18 am

    itu la cermin para pejabat di negeri KU indonesia….mo se enak e dewe…..

    contreng……NO

    GOLPUT…….yesssszzzzzz……..

  46. Rangga raihan umar Said,

    March 19, 2009 @ 9:49 am

    setelah aku telaah ceritanya…aku hanya bisa mengela nafas panjanggg……

  47. BamS Said,

    March 19, 2009 @ 10:02 am

    Namanya juga pejabat. Siapapun mereka, tetap harus diutamakan. Makannya nanti menjelang Pemilu. Pilihlah para pemimpin yang bersedia; jalan kaki apabila lewat jalan protokol, makan bareng di warteg dengan para tukang ojeg, cuma punya 1 rumah di gang sempit, 1 buah kendaraan motor tua en bersedia makan nasi aking bila rakyat kelaparan.

  48. nugie Said,

    March 19, 2009 @ 10:08 am

    Minta ijin saya copy semua di note Facebook saya :)
    Saya kasihkan sumbernya kok. Tenang aja :)

    Eniwe : hidup golput !!

  49. fr Said,

    March 19, 2009 @ 10:10 am

    Secara kasar sih boleh dikatakan begitu..
    tapi setidaknya kita bisa belajar dari pengalaman lah, calon2 buat jadi presiden kan masih di dominasi wajah2 lama, kita bisa nentuin lah yang mana yang lebih baik di antara mereka. kalau kita golput n ternyata yang kepilih jadi presiden malah wajah lama yang dulu pernah membawa derita rakyat gmn????
    ntar kita malah nyesal…

    walau secara pribadi yang nentuin nasib kita adalah kita sendiri, tapi ada kalanya pemerintah sangat membantu. dalam hal ini saya sebagai mahasiswa yang kuliah dalam bidang kependidikan sangat terbantu dengan adanya tes PNS berkali2 jadi peluang untuk jd PNS lebih besar. kalo dulu kan sulit banget buat jd PNS…

    kalau yang lain ngeresa calonnya lebih baik, it’s ok… go.. vote him/her

  50. ariefbjm Said,

    March 19, 2009 @ 10:35 am

    kadang kita lupa bahwa yang membuat pejabat berlagu feodal adalah ulah kita sendiri atau kawan kita, atau kawan kita yang ngatur negara kita sendiri, jadi ya repot. Seandainya aku jadi pejabatnya? aku ga tau apa aku juga bisa membagi perasaan atau memperhatikan perasaan mu kawan, aku takut jangan2 aku bisa lebih zaim! semoga Tuhan tidak mencoba aku dengan cobaan yang tidak melebihi kemampuanku amin.

  51. eluelugwgw Said,

    March 19, 2009 @ 10:35 am

    biar mampos aja tuh pejabat

  52. Joko JOGj Said,

    March 19, 2009 @ 10:38 am

    Makanya biar ndak gondok……, gondok….., gondok….. terus hati-ati tuh pilihan besok tgl. 9 April pilih yang baik-baik, jangan salah pilih!!!

  53. yuli Said,

    March 19, 2009 @ 10:49 am

    HIDUP GOLPUT

  54. shanti Said,

    March 19, 2009 @ 10:59 am

    mana mereka peduli sama rakyat?
    mereka hanya peduli 5 tahun sekali, pada waktu musim kampanye, semua berlomba-lomba menjadi sosok yang paling peduli kepada rakyat kecil…
    udah basi banget tuh..

  55. yuli Said,

    March 19, 2009 @ 11:00 am

    Rakyat Kecil Terus Jadi Tema Jualan Parpol
    Tema-tema ‘membumi’ seperti perhatian atas rakyat kecil terus menjadi bahasan menarik bagi parpol dalam materi kampanye. Masing-masing parpol, seakan berlomba-lomba mengklaim telah memperjuangkan nasib wong cilik.

    dan kayaknya semua banyak OMONG KOSONGNYA

  56. zfly Said,

    March 19, 2009 @ 11:08 am

    Khan mmg begitu nasib rakyat kecil dari dulu. Tergencet…! *miris…

  57. Starwrite Said,

    March 19, 2009 @ 12:14 pm

    Waduh kasihan juga yah itu ibu..anaknya jadi keujanan.

  58. delonelybie Said,

    March 19, 2009 @ 3:44 pm

    i…waw… :mrgreen:
    idem aja deh dengan mas reza…

  59. Daniel Said,

    March 19, 2009 @ 6:04 pm

    Sy punya usul buat para pjabat. Kalo brangkat usahakan sepagi mngkin ato agak siangan dikit. Jgn bareng ama org kebanyakan brangkat ngantor. Pjabat terlambat gak ada yg marah. Lah kalo kita yg terlambat ngantor, ujung2nya bisa PHK.
    Bgitu juga kalo pulang. Usahakan pulang sblm jam pulang karyawan ato pulang agak malaman dikit.
    Sebener seh boleh2 aja pergi & pulang sama2 dgn kita asal gak pake pengawal.
    Tapi yg jelas pjabat khan yg milih rakyat & digaji pake uang rakyat. Wajarkan kalo mereka ngalah ama kita2 sbg rakyat.

  60. Rendy BlogHeboh Said,

    March 19, 2009 @ 7:47 pm

    Postingnya menarik baget ni, saya suka banget..
    saya yajin pasti bermanfaat.
    Salam kenal ya.
    Silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan kirim komentar untuk mendapatkan backlink GRATIS karena BLOG HEBOH menggunakan sistem DOFOLLOW alias KASIH COMMENT = TUKERAN LINK. hehehe..

    Oh iyah satu lagi gabung jadi pengikut saya yah..
    Di tunggu yah kedatangannya,.

  61. Nadia Said,

    March 19, 2009 @ 8:09 pm

    ,iya…gimana sih tuh polisi…
    ,gimana sih si hujan….
    ,gimna sih…gimana sih….argh,….tau ah…

  62. sigit Said,

    March 19, 2009 @ 11:07 pm

    duh… kok pada emosi begini sih komentarnya :(

  63. akkie Said,

    March 19, 2009 @ 11:34 pm

    well…kesel juga sech kalo ketemu yang kaya githu, tapi kalo harus GOLPUT ngga mau juga soalnya mungkin aja dengan suara ini (walau cuma satu dan agak sumbang, insya allah bisa bawa perubahan ke arah yang lebih baik… amieennn) well kalo di pikir-pikir sang suamimalas ini marah pada yang mana yach, si pejabat atau si pulisi yach??? :)) <bingung sambil garuk-garuk kepala dengan mata micing di sebelah kiri, arah si suamimalas tentunya) :)

  64. Anjari Umarjianto Said,

    March 20, 2009 @ 10:57 am

    wahhh……. “tontonan” bagus nih.. !!

  65. babacilukba Said,

    March 23, 2009 @ 1:25 am

    *Speechless… * seru banget postinganmu, mas. bkin aku makin yakin klo sekali lagi, aku mendingan golput…

  66. yenin Said,

    March 23, 2009 @ 9:53 pm

    Arrgh…ikut emosi bro,
    pasti kalo kek gitu aku jg ikut teriak
    huff…

  67. bebek Said,

    March 25, 2009 @ 4:10 pm

    wek.. responnya seru…
    memang itu lah setitik cerminan pejabat kita….
    ngak sensi ama warganya wek wek wek…

  68. CortezPearl30 Said,

    March 3, 2012 @ 8:48 am

    There are quantities of things you should realize about links building. Usual people cannot get all about these stuff. Blog commenting service will aid just with such a stuff guaranteed. You will not even make a small work to get your website optimized!

  69. thesis writing service Said,

    March 3, 2012 @ 3:19 pm

    The legal dissertation can be needed by different scholars if include the issue close to this post. I do know the it’s doable to detect the dissertation writing service which will be able make this issue.

  70. buy original papers Said,

    March 5, 2012 @ 4:13 pm

    The world includes fascinating issues. For me, a possibility to order English writing services is great. People have to esteem all that our life gives us!

  71. link building prices Said,

    March 5, 2012 @ 4:20 pm

    Seeking for the cheap links providing services, sites owners must beware of scams. Even quality search engine optimization can be destroyed by fraud companies, who can prevaricate to get financial benefits feeling no confusion because of customers’ outcomes.

  72. custom dissertation Said,

    March 8, 2012 @ 12:41 am

    Searching for buy dissertation service and just some buy thesis service, I can not underline such kind of the hottest thesis sentences referring to this good topic.

  73. buy an essay Said,

    March 18, 2012 @ 3:42 am

    I usually buy an essay or buy research paper about this post.

  74. dissertation Said,

    April 4, 2012 @ 3:02 am

    An academic level is really important thing for all scholars. What companies can aid scholars in doctoral thesis just about this post writing? We should advice to purchase the thesis from the dissertation writing services. We hope that the proposition could help scolars!

  75. academic writing jobs Said,

    April 6, 2012 @ 2:29 pm

    It’s very nice that you spread the topic just about this good topic, and I advice to use the assistance at the writers job service.

  76. buy thesis Said,

    April 6, 2012 @ 4:11 pm

    The quantities of organizations can offer the dissertation and dissertation international just about this good topic for sutdents’ needs. Hence, don’t waste the time, detect the buy thesis service, buy dissertation online and be happy.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment