Dua pilar kehidupan saya sedang goyah!
Dulu ketika saya masih remaja dan baru beranjak dewasa saya punya begitu banyak keinginan dalam hidup ini. Banyak hal remeh temeh yang seolah menjadi pusat kehidupan saya.
Masih segar dalam ingatan ketika saya bolak balik bengkel cuma untuk memperoleh mobil yang super pendek. Akhirnya toh ituh mobil memang nyusahin karena betul-betul bolak-balik masuk bengkel karena bempernya nyangkut polisi tidur.
Jaman kuliah saya sempat menyambangi salon untuk sekedar creambath rambut yang berusaha saya panjangkan. Koq rasanya rambut saya adalah segalanya kala itu. Mulai dari alpokat sampai lidah buaya saya cobain. Ironisnya sekarang malah saya berambut cepak.
Ini baru sebagian prioritas yang kemudian tergeser oleh keberadaan motor antik saya, kerjaan saya, blog-blog penghasil duit saya, dan lain sebagainya.
Tapi toh, semua berubah ketika saya sudah menikah. Keberadaan istri saya menggeser semua prioritas yang lainnya. Posisinya sebagai pendamping sekaligus teman maupun lawan bicara menjadi begitu penting untuk saya. Semua aktivitas blog, saya diskusikan kepadanya dengan canda tawa. Pemilihan aksesoris motor tua saya pun jadi obrolan seru antara kami berdua. Tak jarang ia pun ikutan nimbrung ketika saya cuci motor sambil ketawa-ketiwi membahas motor saya yang kadang ‘ngambek’ itu.
Tibalah ketika akhirnya anak saya lahir. Keberadaannya menjadi unik karena tidak menggeser istri saya tapi ia seolah menambah prioritas saya. Semua gerak langkah tubuh saya hampir di dominasi oleh bocah kecil bernama ‘sembilan benua’ ini. Sifatnya yang selalu ingin tahu tak pelak jadi tambahan obrolan seru antara saya dan istri.
Sulit rasanya bagi saya untuk memisahkan kehidupan saya dengan mereka berdua. Salah kalau ada orang yang berpikir sayalah yang menjadi tulang punggung mereka. Alih-alih justru merekalah yang menjadi pilar penopang hidup saya. Setiap hari kembali kepelukan merekalah yang seolah menyelamatkan saya dari gilanya keadaan dunia di luar sana. Mereka menjadi obat bagi sumpek dan mumetnya pergelutan akan persoalan hidup yang tak berujung. Tak pelak doa-doa saya kepada Yang Kuasa pun sudah dipenuhi oleh mereka.
Namun kini mereka sedang sakit. Tidak sendiri tapi mereka berdua. Sakit yang mungkin bagi sebagian orang sepele. Cuma sekedar panas. Untuk istri dan anak saya mungkin efeknya hanya lemas dan terkulai lemah di tempat tidur. Tapi untuk saya? Pilar pertahanan saya seolah sedang amat goyah. Mengalami mereka dalam keadaan sakit bukan baru kali ini. Tapi ketika menghadapi cobaan mereka sakit secara bersamaan, memang baru kali ini.
Saya seperti orang linglung di rumah. Mondar-mandir gak keruan menjaga mereka berdua. Bingung harus ngapain karena mereka harus beristirahat panjang. Keluar rumah pun keadaannya sama. Otak saya seolah menolak untuk diajak pergi dan selalu mengingatkan untuk segera pulang.
Beginilah rasanya jika seseorang sedang kehilangan cintanya. Goyah dan terombang-ambing tak tentu arah.
Bunda…benua…segeralah sembuh…ayo kita kembali bercanda di tengah gilanya dunia.









March 5, 2009 @ 3:00 am
#ruanghati: terimakasih mba ella…benua juga kangen ma bude ella-nya kali
March 5, 2009 @ 1:58 pm
semoga cepat sembuh..
March 5, 2009 @ 2:04 pm
terima kasih doanya…
March 5, 2009 @ 2:49 pm
turut prihatin bro
mmg sulit jika kita menghadapi situasi yg demikian
Semoga DIA memberikan kesembuhan, sehingga sang suami tidak menjadi “malas” lagi dan terus bersemangat!
March 5, 2009 @ 2:57 pm
sepertinya memang sedang dingatkan oleh-Nya akan sesuatu nih…cuma sayanya kayaknya yang nggak nangkep…
March 5, 2009 @ 2:59 pm
Hiks …
sedih aku , benua dan bunda sedang sakit yah …
Semoga cepat sembuh ya benua sayang dan bunda .. semoga bisa bercanda lagi menemani ayah yg sedang gelisah .
Ayah reza berdoa yah .. semoga kedua cintamu cepat sembuh.
March 5, 2009 @ 2:59 pm
Semoga aja istri dan anak cepat sembuh ya om…. ntarkan bisa nyuci motor bareng lagi
March 5, 2009 @ 3:00 pm
hiks .. sedih aku ..
adik benua dan bunda sedang sakit yah … semoga mereka cepat sembuh yah …
Benua dan Bunda cepat sembuh yah ,, biar bisa bercanda lagi dengan ayah ….
March 5, 2009 @ 3:08 pm
semoga kedua benua anda cepat sembuh.Amin
iya mas, saya juga akan linglung g tahu mau ngapain terutama klo anak sakit. rasaya saya harus berada di rumah, sekalipun dirumah saya juga tidak dekat dengan anak saya, tetapi rasanya dunia saya harus berhenti untuk menemanin anak.
March 5, 2009 @ 3:12 pm
semoga lekas sembuh & yang sabar ya pak..menghadapi ujianNya
March 5, 2009 @ 3:25 pm
Akhirnya…..ada juga yang sadar kalo istri adalah tiang penopang dikala rapuh dan anak adalah obat penawar dikala lara, senengnya …. andai semua lelaki seperti dikau damailah bumi ini.
So, jagalah dua pilar itu agar rumahmu berdi kokoh…….
March 5, 2009 @ 3:47 pm
hidup ini milik orang-2 yg berpikir, ingat firman ALLAH kalau saudara/saudari ingin hidup bahagia dunia dan akherat gunakan akal yg sehat, orang yg baik akan ketemu pada orang yang baik ditempat yang baik, kalau Benua dan bunda sakit semoga cepat sembuh, itu hanya ujian kecil saja , dengan pernah sakit maka kita akan merasakan nikmat sehat kan shg kita selalu bersukur Yanggak
March 5, 2009 @ 3:55 pm
Lho, kok masih sempet ngeblog?
Semoga cepat sembuh anak-istrinya ya Bro
Ternyata suamimalas hanya nama, aslinya rajin, sampai mau nyuci kendaraan sendiri dan mondar-mandir gak karuan (kalau males beneran pasti cuma mondar aja atau mandir aja…
March 5, 2009 @ 4:39 pm
mudah-mudahan cepet sembuh ya, cobaan agar lebih “kuat” buat anda sekeluarga…
March 5, 2009 @ 4:52 pm
segala sesuatu insya4WI ada hikmahnya..
ada hal yg sangat penting untuk diingat
dan kemudian untuk dihargai..
*pekerjaan seorang istri itu tidak mudah; dan
*keceriaan buah hati adalah sesuatu yg tak ternilai
“Allohu yubarik,fik!”
March 5, 2009 @ 4:58 pm
Semoga cepat sembuh keluarganya om
March 5, 2009 @ 4:59 pm
aku juga ngalamin sama mas…. anakku yang baru 10 bulan sedang muntaber sekarang, alhamdulillah bundanya bisa ngejaga, bundanya sampe bolos2 kerja. Kerja aku juga jadi ga mantaf inget dirumah terus…
March 5, 2009 @ 5:10 pm
sabar om, there must be a blessing in disguise
March 5, 2009 @ 5:21 pm
ya perubahan pasti akan ada
March 5, 2009 @ 5:25 pm
Mudah2an ke 2nya cepet sembuh ya, biar papa ny semangat lg
March 5, 2009 @ 5:26 pm
duh suatu rumah tangga yang harmonis.saya jd terharu mas.namanya kehidupan g’ selalunya sesuai dengan yang kita inginkan. mungkin itu cobaan dan mngkin itu punya makna yang berarti kelak buat mas dan keluarga mas..moga kedua orang yang membahagiakan mas cepat sembuh.salam kenal dari http://saranggo.wordpress.com
March 5, 2009 @ 6:11 pm
Semoga kedua pilarnya cepat sembuh dan kokoh kembali….
March 5, 2009 @ 7:11 pm
Semoga Allah memberi kesembuhan pada kedua cintanya mas..
Jangan lupa pelukin terus ya mas… biar cepet sembuh..
March 6, 2009 @ 12:20 am
Waaaah…mau aunty buatin kue apa buat bunda ama benua…aunty sabtu ini nengok ya bang…
Jangan ampe sakit juga ya ayah benuaow…berantakan deh kalo sakit juga…salam cium buat bunda dan benuaow….=*
March 6, 2009 @ 12:55 am
SEMOGA LEKAS SEMBUH.
March 6, 2009 @ 1:19 am
numpang lewat…oya minta script Palestina..bisa..kalo bisa masuin di comment blog ane..oke di tunggu..untuk dakwah lho..
March 6, 2009 @ 3:53 am
mengharukan, semoga cepet sembuh, tulisan yg menggugah saya ingin segera memiliki istri dan anak… :).
Doakan saya juga ya bang….:)
March 6, 2009 @ 3:56 am
Adanya cibaan ini semoga membuat suami tidak malas lagi. Sabar bang ….
March 6, 2009 @ 5:14 am
Semoga bunda dan benua cepet sembuh, ingat sama Yang Maha Kuasa klo memang itu cobaan dariNya
March 6, 2009 @ 6:09 am
Semoga dua2nya bisa segera sembuh…
March 6, 2009 @ 6:33 am
Itulah makna keluarga yang merasa memilikinya. Keberadaanya adalah anugerah dari yang kuasa. Kitidak beradaanya (karena sakit) akan menjadi kitidaklengkapannya simbol sebuah keluarga. Berbahagialah bagi yang sudah punya keluarga dan segeralah berkeluarga (nikah) jika saat ini masih belum berkeluarga.
Moga cepat sembuh seperti mentari yang akan selalu terbit di sisi timur.
Salam kenal dari kota minyak balikpapan
http:\\kalbuku.blogdetik.com
March 6, 2009 @ 6:45 am
Orang yang pernah merasakan sakit akan berfikir; apakah penyakitku akan sembuh? Kalau tidak sembuh nanti aku bagaimana? Apakah aku akan mati? Dan pertanyaan-pertanyaan yang serupa. Setidaknya orang yang sempat berfikir seperti itu cenderung butuh dekat dengan Penciptanya. Tidak sedikit orang yang dekat kembali dengan Allah swt setelah mengalami rasa sakit.
semoga cepat sembuh dan diberi kesabaran.
March 6, 2009 @ 7:55 am
sip.. keluarga memang pemacu semangat.. semoga cepat sembuh pak
March 6, 2009 @ 8:01 am
SEmoga cepat sembuh yach !!
http://putracenter.wordpress.com
March 6, 2009 @ 8:51 am
Saya pernah merasakan hal sama seperti anda…..dan pada saat itu kita benar2x merasakan betapa saya mencintai keluarga…Semoga cepat Sembuh….Salam..
March 6, 2009 @ 9:20 am
Ass.wb , saya tegaskan ini adalah bahwa ALLAH SWT masih mau mengingatkan kita , semoga cepat sembuh .
March 6, 2009 @ 9:20 am
Pren, jangan linglung dan jangan putus asa, tulisanmu sudah membuktikan engkau akan disayang Yang Kuasa….Insya Allah gak lama lagi anak & istri bakal sembuh dan menemanimu dalam berbagai keceriaan yang tulus…..
March 6, 2009 @ 10:25 am
bunda sama benua sakit apa mas??
March 6, 2009 @ 10:31 am
semoga dua pilar kehidupan mu cepat sembuh , dan kembali membuat kehidupanmu menjadi indah dan bahagia .
salam sayang buat benua dan bunda .
Lekas sembuh ya adek benua.
March 6, 2009 @ 11:01 am
Muda-mudahan Benua ama Bundanya cepet sembuh dan semakin kuat pilar kehidupan Om suami malas
March 6, 2009 @ 12:47 pm
Semoga kedua orang yang dicintai cepat sembuh. Tapi jangan lupa tetap menjaga kesehatan diri sendiri juga, nanti kalau ikutan sakit siapa yang menjaga mereka berdua?
March 6, 2009 @ 1:05 pm
im sorry 2 hear that, i wish keduanya kembali sehat dan ceria seperti semula ya… jangan jadi linglung atau strezz pap, kamu juga jangan jadi sakit karena yang butuh perawatan itu yang sakit jadi jangan bikin yang sakit jadi tambah sakit “pusing” lagi gara-gara kamu nya ikut sakit… “Bunda - Benua cepat sembuh yach???”
March 7, 2009 @ 8:44 am
Smoga cepat sembuh ya….
Kalo anak sy panas biasanya sy buka baju, bgitu juga anaknya. Trs dipelukin. Mudah2an panasnya pindah ke kita.
Sy lp dpt tips drmn tp hslnya bagus.
March 7, 2009 @ 11:12 am
semoga lekas sembuh
March 7, 2009 @ 10:43 pm
*menyimak komen Bang Daniel*
dicoba dulu aja bro. kali bener tuw.. dekapan hangat seorang ayah kan sangat manjur mengobati anaknya
salam sayang untuk benua dan istri tercinta..
March 7, 2009 @ 11:30 pm
kalo Benua dan Bundanya udah sehat, aku request postingan ya. barusan baca tentang blogdetik yang katanya ga friendly sama search engine. dapet dari sini http://www.brokencode.biz/2008/07/29/blogdetikcom-tidak-sehat-optimasi
dibahas ya, aku penasaran. soalnya selama ini, alhamdulillah dapet pelanggan tokoeasy rata2 mereka nemu tuh toko karna seacrhing di google
March 8, 2009 @ 4:30 am
wahy bro…
semoga benua dan ibunya cepat sembuh yahh…
kebayang sih rasanya jadi elo…
btw u’re a very good daddy n husband rupanya :
March 8, 2009 @ 8:53 pm
lekas sembuh
March 9, 2009 @ 7:15 am
Rez smoga ke 2 nya cpt sehat ya dan bisa kembali bercanda bersama.
March 9, 2009 @ 10:38 am
semoga cepet sembuh ya anak dan istrinya
March 9, 2009 @ 5:06 pm
duh.. sedihnya… semoga bunda dan benua cepat sembuh ya…
March 9, 2009 @ 5:42 pm
mudahan cepat sembuh anak-istri nya Oom. supaya pilarnya tegak kembali..
March 10, 2009 @ 5:21 pm
udah sembuh belum pilar2 itu pak?
smoga cepet sembuh yah
nma ananya unik bgt ’sembilan benua’
March 10, 2009 @ 9:01 pm
Smoga saat ini mereka dah sembuh dan sehat semua yach bang
Salam
March 15, 2009 @ 3:24 pm
Kayaknya sekarang udah sembuh ya? memang berat kalau kita kehilangan pilar kehidupan, meski it hanya untuk sementara
March 17, 2009 @ 8:23 pm
[...] ini terinspirasi oleh posting suamimalas tentang Dua Pilar Kehidupan Saya Sedang Goyah. Di dalam tulisan itu dijelaskan bahwa, dalam kehidupannya dua pilar suamimalas adalah istri dan [...]
March 17, 2009 @ 11:42 pm
ane mampir lagi om…
hmm.. adakah “pilar” itu sudah sembuh? saya ikut ter”touch”in’ loh. Tapi diantara semua yang tertulis, satu yang buat saya terkagum, bukan tulus hati seorang ayah dan suami, bukan perubahan besar sosok “suamimalas” tapi sebuah nama : “Sembilan Benua”. Sumpah om… keren jadi ingat masa kecil yang selalu nungguin uang jajan bulanan, khusus saya tabung untuk beli keluaran terbaru dari komik “Tapak Sakti” . Satu do’a : “semoga pilar itu tidak akan goyah lagi” ….