Facebook, selingkuh dan urusan haram

Saya pribadi termasuk orang yang menganggap fenomena facebook sudah terlalu berlebihan. Bagi penggila jejaring sosial ini, mereka-mereka yang belum bergabung dengan facebook layaknya orang-orang dari jaman batu yang tidak mau mengikuti jaman. Seluruh bumi dan isinya seolah berputar pada porosnya karena FB. Sebagai contoh, Saya kemarin datang ke reunian, dari awal sampai akhir obrolannya selalu berujung pada facebook.

Baru ketemu: “eh lo punya facebook gak?”

Beberapa saat setelah ketemu: “add gue dounk!” (maksudnya tambahkan account facebooknya)

Sekian lama berikutnya: “si anu punya facebook gak sih?”

Sewatu Membahas topik fenomenal: “eh lo liat notenya pak ****** tentang antasari gak? Bagus tuh!” maksudnya note di FB-nya

Disela obrolan yang ringan: “wah, mobil kesayangan si itu dijual juga yah, gue liat di facebooknya!”

Ketika Becanda garing: “hahahaha…bener banget tuh…kayak statusnya si pailul waktu dua hari yang lalu” yang ini soal update status.

Dan akhirnya kita mau mengakhiri acara dengan foto-foto: “eh…nanti langsung diupload yah….gue jangan lupa di tag”

ARRGGHHHHH…please deh! Sangat-sangat berlebihan! Tapi apa iya kemudian pantas diharamkan? Apalagi jika kemudian fatwa tersebut mengarahkan dikarenakan adanya kemungkinan berselingkuh lewat facebook?

Nah, disini saya punya pengalaman yang berbeda. Jadi kemarin itu saya mencoba mengiklankan salah satu blog saya lewat facebook. Blog ini berisi tentang ‘nasehat’ menjalin hubungan mulai dari cara mencari pasangan hingga ke nasehat perkawinan yang lebih serius.

Seperti iklan-iklan saya di facebook sebelumnya, untuk memulai riset yang lebih dalam saya memulainya dengan mengambil segmen yang sangat umum (untuk nantinya saya kerucutkan kemudian). Hanya target negara (saya pilih Amerika Serikat) yang saya setting karena ini harus dilakukan ketika mengajukan iklan di facebook. Saya ajukan ke facebook, hasilnya?

Ditolak! Alasannya karena urusan cari pasangan dan sebagainya hanya diperuntukan bagi umur yang sudah dilegalkan, dalam hal ini usia 21 tahun. Padahal weblog saya tidak mengandung unsur pornografi. Iklan pun saya revisi dengan membatasi iklan akan tanyang di pemilik account facebook yang berusia di atas 21 tahun, hasilnya?

Kembali ditolak! Alasan kali ini jauh lebih mengejutkan. Menurut facebook iklan tentang mencari pasangan hanya boleh ditayangkan kepada mereka yang berstatus single dan dilarang untuk mereka yang sudah ‘in relationship’ apalagi ‘menikah’. Iklan pun saya ubah lagi, hasilnya?

Masih juga ditolak! Kali ini facebook menginformasikan bahwa mereka hanya membolehkan iklan yang berhubungan dengan urusan mencari pasangan jika “wanita mencari pria” atau  “pria mencari wanita” ini bisa disetting lewat status “interested in”. Setelah saya revisi, akhirnya iklan saya pun diterima!

Apa yang bisa saya tarik dari urusan iklan tadi? Tuduhan bahwa facebook merupakan ajang perselingkuhan saya pikir kurang tepat. Ternyata dari jauh-jauh hari pemilik facebook sudah melarang penayangan iklan yang berhubungan dengan mencari pasangan lagi bagi mereka yang sudah ‘in relationship’.

Terus terang ini pengalaman pertama saya memasang iklan (berbayar) dimana pemilik situs atau jejaring sosial begitu perduli terhadap penggunanya. Biasanya pemilik situs diluar mah asal kita bayar mereka terima-terima ajah tanpa perduli dampaknya.

Jadi ketika MUI melarang facebook untuk perselingkuhan, pemilik jejaring sosial facebook bisa bilang:

“emang udah dari dulu kita usahakan begitu kaliiii…Cuma ajah banyak juga orang yang isengnya gak ketulungan dan menjadikan facebook ajang yang nggak-nggak!”

update : maap nih baru balik lagi kesini, ternyata komennya udah banyak jadi ndak bisa bales satu-satu. Liat yang komen di bawah, betul bahwa yang mengharamkan adalah ponpes di Jatim. Tapi saya tadi liat berita bahwa MUI udah bersiap untuk menyatakan haram juga. Kayak berita yang disini  http://www.beritajatim.com/detailnews.ph…), yang bilang bahwa MUI Jatim udah bersiap untuk bilang haram.

halal haram memang diluar jangkauan keilmuan saya. Dan saya gak bilang apa memang pantas haram atau tidak. Hanya saja saya mau bilang kalau dasar yang dijadikan isunya adalah perselingkuhan, yah seperti cerita diatas sebenarnya pihak facebook pun ndak sudi lapaknya dijadikan ajang perselingkuhan. itu saja!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


49 Comments »

  1. aba jelo Said,

    May 28, 2009 @ 1:57 pm

    Ya gitu dech….kalau “prasangka” lebih dominan di pakai daripada berpikir positif dan melakukan hal-hal yang positif juga.

  2. suamimalas Said,

    May 28, 2009 @ 2:02 pm

    #aba jelo: reaksi negatif dari yang kontra terhadap facebook pun ternyata berlebihan…. :D

  3. budhicrow Said,

    May 28, 2009 @ 2:26 pm

    Waduuh…masalah haramnya FB kayanya memang jadi berita hangat, sayangnya si LEMBAGA itu sepertinya tidak melakukan penelitian dan pengkajian masalah fenomena FB secara sungguh-sungguh secara mendalam. Sepertinya mereka hanya melihat kulit luarnya saja. Sebagai pengguna FB, saya malah merasa terbantu karena bisa ketemu temen lama yg sudah hampir 4 tahun ngga ketemu dan ngga ada di Indonesia. Apa ketemu temen jg termasuk haram??? Wuuueellleeehhh…ada-ada saja Indonesia ini.

    Salam kenal. Thanx y

  4. ivy Said,

    May 28, 2009 @ 2:36 pm

    O…berarti kalo mau selingkuh musti punya FB dulu ya? Requirement standard yg aneeehhh…..

  5. thopo Said,

    May 28, 2009 @ 2:42 pm

    facebook terlalu aman, ada yg berbau2 aneh dikit langsung di blok ha ha ha

  6. depz Said,

    May 28, 2009 @ 2:43 pm

    setuju
    semua berlebihan
    kalo fesbuk aja dianggap haram karena berbahaya, sekalian aja pisau, pistol, garpu juga diharamkan
    karena berpotensi menimbulkan efek negatif

  7. Enni Triana Said,

    May 28, 2009 @ 2:55 pm

    Selingkuh via Facebook ? Bodoh ! itu bisa ketahuan orang banyak. Kalo mau selingkuh lewat telpon / sms aja … aman (kaya aku yg sampe sekarang tidak ketahuan selingkuh)

  8. vick Said,

    May 28, 2009 @ 2:59 pm

    saya pakai facebook sudah 3 tahun yang lalu sebelum facebook benar2 boooming di negeri ini, sebelum ada facebook, sudah banyak website jaringan sosial yang sejenis, mulai friendster, hi5, myspace, flikr dll. jadi kesannya aneh aja kalo tiba2 facebook dibilang haram, kayanya MUI mesti ngerti n mendalami dulu yg namanya internet dan dunia cyber deh, kalo facebook aja diharamkan, apalagi di dunia ini yg halal?, dasarnya apa sih?. bener2 aneh jdnya negara kita ini, jgn sesuatu yg booming dan semua org merasa nyaman trus di bilang haram dong, biarkan kita2 yg menerima modernisasi menikmati kemerdekaan kalo toh ntr ada yg selingkuh dari situnya itu bukan karena medianya tp karena personalnya sendiri. kalo ada 1 juta media yg bisa bikin org selingkuh apa 1 juta media itu harus diharamkan?.

  9. venus Said,

    May 28, 2009 @ 3:03 pm

    FB haram???

  10. langitbiru Said,

    May 28, 2009 @ 3:10 pm

    kli ini aku ga setuju bgt ama tulisan suami malas. Memang Facebook banyak manfaatnya, namun mudahratnya lebih banyak. Dan apabila terjadi hal ini maka kaidah fiqh mengatakan “Mencegah Kerusakan Lebih Didahulukan dari pada meraih Maslahat” So…utk hal ini gw lebih setuju ama pendapatnya MUI

  11. usman Said,

    May 28, 2009 @ 3:15 pm

    Masih sih haram? Bukan yang buat haram itu berasal / bermula dari napsu yang ada di dalam tubuh trus di nalarkan? Wong pernah lihat di blog luar ada perempuan telanjang. Apa blog itu cabul atau yang berkunjung yang cabul?

  12. pok.ami.ami Said,

    May 28, 2009 @ 3:15 pm

    Facebook haram? itu mah omongan orang yang biasalah…. :
    Sirik tanda tak mampu…!
    Ngomong kok ga dipikir dulu, mo nge-haramin kok ga telusuri dulu, sakarepe udele dhewe!!!
    Kalo ngomong tuh harus berdasarkan fakta dan data dulu, jangan mentang2 karena situ ga bs ikutan facebook-an jadi diharamin deh.

  13. pok.ami.ami Said,

    May 28, 2009 @ 3:21 pm

    fb bisa ngerusak dari mana sih tu liatnya?
    orang rusak tuh bukan karena fb tapi ya dirinya sendiri. Masih banyak kok web/blog lain yang bisa bikin rusak.
    jangan2 Otak or moral situ kali yang rusak sebelum gabung fb….

  14. diela Said,

    May 28, 2009 @ 3:22 pm

    Niy post ko aneh ya??? perasaan yang bilang FB haram bukan MUI kalekkkkkkkkk………………Ga liat ya di berita-berita, “MUI masih adem ayem soal FB”
    Melarang orang berprasangka tapi sendirinya berprasangka……
    Memang bener kata nenek silent is gold. Jadi mumpung harga emas masih mahal, mending kita silent aja daripada talk to much, terus salah lagi (ya, kaya gw niy)

  15. agus Said,

    May 28, 2009 @ 3:22 pm

    ga ada kerjaan itu mah..

  16. Jef Policewatch Said,

    May 28, 2009 @ 3:26 pm

    MUI itu intelegensinya rendah dan hanya mendengarkan suara dari sekelompok orang yang bodoh. Kapan rakyat Indonesia bisa maju, kl semua teknologi diharamkan? Bubarkan saja MUI…

  17. eret Said,

    May 28, 2009 @ 3:44 pm

    kadang niat yang menurut kita baik belum tentu juga diterima baik, pro dan kontra itu sudah biasa banget kali, kalo ga gitu kan ga rame… kalo saya mah prinsipnya anjing mengonggong kafilah berlalu…

  18. Aku Said,

    May 28, 2009 @ 3:50 pm

    Sebenarnya orang-orang MUI itu tahu internet apa nggak sih???
    mungkin juga pegang komputer aja belum pernah ya……?

  19. Aku Said,

    May 28, 2009 @ 3:52 pm

    Apa perlu orang-orang MUI kita training soal komputer n internet???

  20. oky de la rocha Said,

    May 28, 2009 @ 3:55 pm

    Man behind the Gun, Kalo Facebook haram berarti email juga haram karena orang bisa selingkuh melalui email, mobil juga haram karena orang bisa selingkuh dan berzina di dalam mobil, Gedung DPR tuh haram buat dimasuki karena di jadikan fasilitas buat korupsi berjamaah, ponsel juga haran karena bisa buat nyimpan bokep, Motor haram di kendarai karena buat antar jemput selingkuhan, Duit juga haram cos bisa digunakan buat sewa hotel ama selingkuhan, DVD haram karena bisa buat nonton blue, Komputer haram karena lebih banyak buat nonton bokep daripada buat kerja. Departemen agama juga haram cos banyak dana haji yang dikorupsi, Pemilu itu haram karena banyak janji-janji yang nggak bisa ditepati.

    He..he.. MUI tuh mikirnya pake apa seh ?

  21. tyasbudianto Said,

    May 28, 2009 @ 3:59 pm

    aku pikir FB sah2, saja tergantung manusia yang menggunakan jika manusianya memang bkat selingkuh ya…so pasti untuk selingkuh…namun jika bagi aku FB aku gunakan untuk silaturahim and amalmagrub and dakwah yang aku tau ilmunya, juga sherring hal2 yang membawa kebaikan, memang aku lihat aku buktikan dengan nyata ada yang menggunakan untuk lahan maksiat goda2 rayu2 lanjut copy darat trus foto2 yg bukan makhronya pegang2… itu sudah aku buktikan sendiri bahkan aku juga jadi ikut JIJIK ngeliat orang tersebut.
    tetapi yah……kasihan sih,,,seorang suami / istri berprilaku demikian tidak ada harga diri and martabat didunia ini lagi.

  22. scampage Said,

    May 28, 2009 @ 4:01 pm

    semuanya kalau diambil segi negatifnya juga bisa jadi haram :)

  23. ruanghati Said,

    May 28, 2009 @ 4:01 pm

    selingkuh mah selingkuh aja kali yah …. hehehehe ..

    punya FB aku, tp mungkin di update cuma 1 bulan sekali hehehehehe …
    ngeblog juga sekarang lagi masa istirahat .
    Blogwalking aja deh …..

    Eh besok tgl 30 kopdar di CL rez, dateng yah ….

  24. Joko JOGj Said,

    May 28, 2009 @ 4:03 pm

    anjing menggonggong kapilah berlalu, gitu aja kok repot

  25. reyshapasha Said,

    May 28, 2009 @ 4:20 pm

    Koresi dikit :
    MUI Tidak pernah bilang FB HARAM…

    Yang mengharamkan adalah :
    Pondok Pesenteren se Jawa-Madura yang tergabung dalam komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) Mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan seperti mencari teman dan Jodoh.

    Dan itu dilakukan untuk lingkungan terbatas, tanpa sangsi atau apa pun.

    Terima kasih.

  26. goleks Said,

    May 28, 2009 @ 4:27 pm

    suami malas, cepat kerja ya…

  27. hes Said,

    May 28, 2009 @ 4:30 pm

    .. ‘quote’ yang terakhir seandainya pemilik FB berkomentar kayanya bener banget :mrgreen:

  28. deddy Said,

    May 28, 2009 @ 5:00 pm

    capek ah.. Diskusiin Halal-haram FB terus dr kmrn-kmrn.
    Lagian toch itu belum fatwa resmi dari MUI pusat.
    Kalaupun nanti ada Fatwa resmi, toh ada aspek “Jika”-nya.
    Kalau aspek “Jika”-nya nggak terpenuhi, ya Fatwa-nya gak berlaku.

    Capek ah.
    So, stop and back to work.
    (Eh salah, back home maksudnya. Udah waktunya pulang ini. hehehe)

  29. icha Said,

    May 28, 2009 @ 5:01 pm

    Ahhh itu mah cikal bakal kalau negara
    kita mau mundur lagi ke jaman batu …

  30. raden felix Said,

    May 28, 2009 @ 5:25 pm

    Memang fatwa yang mengharamkan fesbuk itu sangat2 berlebihan. Klo menurut saya, yang namanya teknologi itu lebih bersifat netral. Maksudnya teknologi itu diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dan mempermudah hidup seseorang. Selain itu, semuanya dikembalikan lagi kepada pengguna teknologi itu sendiri. Apakah untuk hal-hal negatif, atau hal-hal yang positif.

  31. yani Said,

    May 28, 2009 @ 5:26 pm

    aduchhhh FB haram jangan gila dong

  32. Mayos Said,

    May 28, 2009 @ 5:32 pm

    Berpikir fair aja. MUI belum mengharamkan. Yg mengharamkan adlh ulama2 Jatim (tidak semua). Dan kita musti fair. Begini, alasan mrk mengharamkan adalah karena adanya “potensi” yg besar FB digunakan utk hal2 yg haram. Jadi mrk punya tanggung jwb utk memperingatkan umat Islam ttg bahayanya FB. Walaupun kita semua tahu bhw FB itu tergantung si pemakainya. Yg kedua, liat aja background para ulama2 tersebut. Setauku mrk sbagian besar bukan pengguna bahkan mungkin tdk familiar dgn FB atau internet. Jd wajar ktk mrk begitu mudah dan cepatnya memfatwakan haram.
    So, lbh baik kt jgn underestimate ato menghina ulama2 di Jatim itu. Lbh baik maklumi saja dgn mmpertimbangkan 2 hal yg kusebutin td.
    Toh, MUI secara nasional belum mengharamkan to? Artinya belum ada suara bulat (jumhur ulama) yg mengharamkannya. Kita harus acungi jempol para ulama2 di Jatim tsb karena PEDULI dgn keadaan moral rakyat kita, walau mrk kurang akurat dlm memutuskan fatwa itu. Itu lbh baek drpd diam saja melihat rakyat ini bertambah rusak moralnya.
    So, be fair and objective! Peace

  33. narji Said,

    May 28, 2009 @ 5:39 pm

    cari popularitas tuch???g ad kerjaan????

  34. Ode Said,

    May 28, 2009 @ 5:40 pm

    MUI = Halal = 1
    Facebook = Haram = 0

    MUI X Facebook = Haram = 0
    MUI + Facebook = Halal = 1
    MUI - Facebook = Halal = 1
    Facebook - MUI = Kurang Halal = -1
    Facebook : MUI = Haram = 0

    Yang suka FB silahkan lanjut….
    Yang gak suka FB silahkan lanjut…

    Yuk hidup sama2….

  35. isti Said,

    May 28, 2009 @ 5:47 pm

    Kira2 komputer yang ada di pesantren sekarang pake software bajakan apa asli ya?? kalo bajakan..hayo..siapa yang makai barang haram?

  36. ferry Said,

    May 28, 2009 @ 5:53 pm

    Heran banget gw….apa maksunya facebook mau di haramkan..?? ada2 aja tuh orang2….ada apa2 sedikit main di haramkan aja…ini negara Indonesia……BUKAN NEGARA AGAMA….ada2 aja….kayaknya apa2 dalam negara ini sok di atur ama AGAMA…ya jangan dong….kita kan negara Pancasila….!!! ada2 aja….!! se enaknya main di haramkan semua….!!!

  37. sari59 Said,

    May 28, 2009 @ 6:05 pm

    untuk tuntasnya MUI sebaiknya mengeluarkan fatwa haram kepada semua machluk yang memiliki biji mata

  38. sarinarulita Said,

    May 28, 2009 @ 6:07 pm

    untuk tuntasnya polemik face book, MUI sebaiknya mengeluarkan fatwa haram bagi semua manusia yang memiliki biji mata

  39. facebookberlebihan? Said,

    May 28, 2009 @ 6:30 pm

    ya jamannya udah network. jangan di lihat FB-nya. tapi memang hidup sudah tidak bisa di pisahkan dari jaringan.
    berlebihan membicarakan status dan note FB?

    apa bedanya dengan membicarakan info yang kita dengar tentang teman kita.

    memang jamannya saja sudah berubah. santai aja. enggak bisa lari kok.

  40. Xruru Said,

    May 28, 2009 @ 6:55 pm

    AWAS PENGALIHAN WACANA POLITIK YG LAGI RAME “NEOLIBERAL” DENGAN CARA BIKIN KERUH PENGGUNA FB. JANGAN TERMAKAN ISU TERUSKAN TOLAK BUDIONO ..

  41. Lamunadi Said,

    May 28, 2009 @ 7:44 pm

    Jika memang belum ada fatwa haram dari pihak MUI sendiri, maka bisa disimpulkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin memperkeruh suasana atau tujuan tertentu mengalihkan perhatian masyarakat dari isue sentral politik saat ini. Jadi bagi mereka yang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya maka sebaiknya jangan berkomentar di luar ilmu yang anda miliki. Anda akan terkesan bodoh. Apalagi dengan nada yg seolah-olah melecehkan para ulama.
    Di luar itu semua. Beberapa hari yang lalu saya baca di media(?),saya lupa, bahwa Paus mengajak para pemuda kristen ke gereja via layanan FB tsb. Hal ini menimbulkan ide yg sama bagi saya, sebaiknya MUI juga menangkap peluang yg luas ini via FB untuk berdakwah di kalangan umat Islam. Salam.

  42. oktava Said,

    May 29, 2009 @ 11:27 am

    Di indonesia susah banget masuk surganya… maen fesbuk aja haram…

  43. Aulia Said,

    June 1, 2009 @ 4:41 pm

    jalan2 ke blog orang malas ah….. :D

  44. Eyang Said,

    June 1, 2009 @ 5:19 pm

    hmm no coment lah.. aku merasa tak punya kompetensi

  45. pande Said,

    June 1, 2009 @ 8:11 pm

    saya mungkin salah satu orang dari jaman batu kayak yang dibilang di atas hehe. sampe saat ini saya masih bisa bertahan untuk gak punya fb, akun fs aja gw apus secara sengaja wahaha
    (antisocial mode on)

    kalo menurut gw kita harus bisa bersikap wajar, wajar dalam hal apa? siapa yang harus bersikap wajar? selanjutnya terserah anda hehehe

  46. Ciamcinini Said,

    June 2, 2009 @ 6:11 pm

    Fb haram? Haramkan aja internet, lalu negara indonesia merupakan negara pertama dan terakhir dan satu2nya negara yg tdk memiliki jaringan internet,demi akhlak bangsa.

  47. Soka Said,

    July 22, 2009 @ 2:38 am

    Kenapa tidak mengharamkan selingkuh saja?

  48. stop dreaming start action Said,

    August 6, 2009 @ 5:39 pm

    fb memang lagi trend, saya juga nggak ahli nentukan haram atau halal.

  49. 9500 Said,

    March 27, 2010 @ 7:42 pm

    makanya jangan salah pilih agama, hehe;) jangan nyesel loh nanti segala kebebasan loh diharamin..hahaha:P

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment