<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Suamimalas</title>
	<atom:link href="http://suamimalas.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suamimalas.blogdetik.com</link>
	<description>Saya memang suami yang malas</description>
	<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 17:35:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salam perpisahan (sementara)</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/salam-perpisahan-sementara/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/salam-perpisahan-sementara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 17:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng nulis]]></category>

		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[
Saya pernah menyebutkan bahwa saya mengelola beberapa blog dan web sekaligus. Salah satunya blog&#160;suamimalas.blogdetik.com ini. Semula blog ini saya peruntukan bagi kehidupan personal sehari-hari sekaligus juga memuat beberapa aktivitas ngeblog yang arahnya ke menghasilkan uang.
Namun kemudian salah satu domain (beralamatkan&#160;www.anakkrim.info) yang saya kelola tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akhirnya domain tersebut saya gunakan juga sebagai blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/11/sampai-jumpa-lagi.jpg" alt="sampai jumpa lagi" width="425" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-637" /><br />
Saya pernah menyebutkan bahwa saya mengelola beberapa blog dan web sekaligus. Salah satunya blog&nbsp;<a href="http://suamimalas.blogdetik.com" title="http://suamimalas.blogdetik. " target="_blank">suamimalas.blogdetik.com</a> ini. Semula blog ini saya peruntukan bagi kehidupan personal sehari-hari sekaligus juga memuat beberapa aktivitas ngeblog yang arahnya ke menghasilkan uang.</p>
<p>Namun kemudian salah satu domain (beralamatkan&nbsp;<a href="http://www.anakkrim.info" title="http://www.anakkrim. " target="_blank">www.anakkrim.info</a>) yang saya kelola tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akhirnya domain tersebut saya gunakan juga sebagai blog personal. Sejak itu blog&nbsp;<a href="http://suamimalas.blogdetik.com" title="http://suamimalas.blogdetik. " target="_blank">suamimalas.blogdetik.com</a> ini saya usahakan khusus memuat teknik ngeblog dan sejenisnyanya, sementara aktivitas sehari-hari saya pindahkan ke blog&nbsp;<a href="http://www.anakkrim.info" title="http://www.anakkrim. " target="_blank">www.anakkrim.info</a>.</p>
<p>Nah, belakangan ternyata aktivitas mengerjakan proyek web itu dan ini, anu dan sana makin memadat. Akibatnya dua blog ini malah jadi terbengkalai alias jarang (banget) update. Tadinya saya pikir kesibukan dan kerepotan akan mereda, kejadiannya malah makin menjadi.</p>
<p>Untuk itu untuk sementara waktu saya putuskan untuk hiatus dari blog&nbsp;<a href="http://suamimalas.blogdetik.com" title="http://suamimalas.blogdetik. " target="_blank">suamimalas.blogdetik.com</a> ini. Update blog semua saya pindahkan ke&nbsp;<a href="http://www.anakkrim.info" title="http://www.anakkrim. " target="_blank">www.anakkrim.info</a>. Sampai kapan blog suamimalas divakumkan? Untuk jawaban yang satu ini saya juga belum bisa menjawabnya. </p>
<p>Namun untuk sementara waktu kita bisa jumpa di blog saya yang&nbsp;<a href="http://www.anakkrim.info" title="http://www.anakkrim. " target="_blank">www.anakkrim.info</a> itu dulu ya. Mudah-mudahan jalinan blogwalking kita tetap terjaga. Sampai jumpa disana ya!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/salam-perpisahan-sementara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger yang itu, gak banget deh!</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/blogger-yang-itu-gak-banget-deh/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/blogger-yang-itu-gak-banget-deh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 21:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar yuk!]]></category>

		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[
Ada beberapa blogger yang kesannya gak banget. Dan ini sama sekali gak berhubungan dengan newbie atau masternya sang blogger.  Ada yang sudah tahunan ngeblog, tapi tetap saja melakukan hal yang masuk kategori “gak banget”. Makanya biar lebih asyik, yuk kita hindari melakukan hal macam begini.
Komen pertamax
Ini udah jaman dulu banget. Apalagi kalau komen isinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-632" src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/10/shame.jpg" alt="shame" width="269" height="187" /></p>
<p style="text-align: justify">Ada beberapa blogger yang kesannya gak banget. Dan ini sama sekali gak berhubungan dengan newbie atau masternya sang blogger.  Ada yang sudah tahunan ngeblog, tapi tetap saja melakukan hal yang masuk kategori “gak banget”. Makanya biar lebih asyik, yuk kita hindari melakukan hal macam begini.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Komen pertamax</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ini udah jaman dulu banget. Apalagi kalau komen isinya cuma pertamax gan. Wah ini sih sudah gak keren lagi lah. Saya malah kenal beberapa blogger yang memasukan kata pertamax di setting black list komentarnya loh! Jadi pertamax udah abis yah!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Link di kolom komentar</strong></p>
<p style="text-align: justify">Hadeuh&#8230;ini kesalahan paling standar banget! Untuk link ke blog itu sudah ada kolomnya sendiri, dan bukan tempatnya untuk taruh link kita di kolom komentar. Apalagi linknya itu gak pake code  a href= , alias langsung ajah link telanjang. Contohnya:</p>
<p style="text-align: justify"> “Iyah saya setuju dengan artikel ini keren sekali. Visit me yah  <code>http://suamimalas.blogdetik.com</code>”</p>
<p style="text-align: justify">Mungkin masih bisa dimaklumi kalau peletakan link dalam komen itu ada hubungannya. Misalnya</p>
<p style="text-align: justify">“Bener juga tuh, saya sepakat. Bahkan pernah menulisnya di <code>http://suamimalas.blogdetik.com/urlanu-anu-dan-anu</code>”</p>
<p style="text-align: justify">Kenapa itu gak banget? Pertama, gak sedap dipandang! Lagi enak-enak baca komen tiba-tiba di kepala berdering kalimat gak nyambung yang sebunyi dengan hatetepe titik dua garis miring garis miring, dst. Kedua, beberapa plugin anti spam macam akismet yang banyak digunakan platform blog, selalu mengkategorikan link dalam kolom komentar itu sebagai spam.</p>
<p style="text-align: justify">Tapi saya diblogdetik bisa tuh komentar dengan taruh link di kolom isiannya? Nah blogdetik memang gak memasang satpam aki smet. Makanya coba deh main keluar sana, dijamin langsung ditangkep dan komentarmu gak akan keluar karena dianggap spammer!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Pamer statistik blog</strong></p>
<p style="text-align: justify">Nih yah saya bisikin satu rahasia: “satu-satunya yang perduli sama statistik blog elo tuh ya cuman elo doank!” Yup, percayalah pengunjung lain gak peduli sama statistik blog kamu. Mau visitornya 3000 kek sehari, mau alexanya 7 ribu, mau pageranknya 10, mau pengunjungnya dari afrika kek, pengunjung umum gak pernah perduli itu.</p>
<p style="text-align: justify">Mereka datang karena hasil pencarian google atau dapet referensi untuk baca konten kita. Makanya gak perlu bro untuk pamer widget statistik di sidebar. Apalagi sampe yang detect IP segala, emangnya kita intelejen. Pasang counter, pasang analytics tapi simpan rapat-rapat untuk kita dan calon advertiser nantinya. Gak perlu semua orang tau. Okay!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Copy paste berita portal</strong></p>
<p style="text-align: justify">Nah ni dia nih, masih ada ajah yang copy paste berita di portal macam&nbsp;<a href="http://detik.com" title="http://detik. " target="_blank">detik.com</a>,&nbsp;<a href="http://detiksport.com" title="http://detiksport. " target="_blank">detiksport.com</a> dan lainnya bulet-bulet tanpa diubah suatu apapun. Terus apa fungsinya ditaruh diblog kita kalau gitu? Mending si pengunjung baca langsung diportalnya. Namanya juga blog, milik personal! Baca beritanya, resapi maknanya, lalu tulis menurut pandangan kita. Baru kemudian sertakan sumber kita bacanya dari mana. Kecuali kalau si blogger emang sedikit nakal, dan cuma untuk bikin dummy blog doank, ini lain lagi ceritanya!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Iklan melulu</strong></p>
<p style="text-align: justify">Mau seberapa kaya sih kita dari blog? Mau beli gunung? Itu iklan sampe nutupin tulisan. Udah gitu kalau di scroll ngikut pulak. Dan gak ada tombol closenya. Situ berasa&nbsp;<a href="http://detik.com" title="http://detik. " target="_blank">detik.com</a> kali yah? For the record pengunjung detik itu 13 juta per hari. Jadi yah terserah juga dia pasang iklan bejibun. Lah kalau blog baru punya pengunjung 5000-10000 per hari mbok ya ditata letak iklannya. Minimal gak menutupi artikel.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Berasa paling paham soal blog</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ini bukan saya tujukan sama kawan-kawan rendah hati yang suka berbagi tentang seluk beluk blog dalam bentuk tutorial. Tapi ini untuk mereka yang suka berasa paling paham tentang teknologi blog, dan mengangkat dagu syukur-syukur gak mengumpat kepada orang yang gak sepaham dengannya. Biasanya lewat kolom komentar!</p>
<p style="text-align: justify">“Makanya pake tracking yang itu dounk, cara elo jadul banget, SEO gak begitu, backlink tuh artinya anu, cara cari trafik tuh ini, penghasilan adsense saya $120 tiga tahun, elu salah, gue bener. Please deh!”</p>
<p style="text-align: justify">Masalahnya teknologi itu terus berkembang. Bukan gak mungkin pemahan kita itu udah basi, dan justru lawan bicara kia tuh yang bener. Saya sendiri pernah tuh ngotot-ngototan begitu. Karena saya sebelumnya sudah dapat referensi dari sebuah artikel. Ternyata setelah saya lihat-lihat lagi tuh artikel udah dua tahun kebelakang dan informasinya udah gak relevan. Jadilah saya orang paling katrok sedunia. Apalagi udah terlanjur ninggalin jejak di kolom komentar orang lain. Gak banget deh saya!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Posting yang kepanjangan</strong></p>
<p style="text-align: justify">Beneran deh, orang gak akan baca tulisan kita yang panjangnya minta ampun itu. Kecuali kalau kita orang yang sangat terkenal dan tulisannya nikmat dibaca. Memangnya berapa patokan standarnya? Cara mudahnya, hindari menulis postingan yang melebihi tiga kali scroll layar komputer standar.</p>
<p style="text-align: justify">Gimana kalau yang saya mau ceritakan itu memang banyak? Ya potong saja jadi beberapa posting berseri. Atau minimal, berilah sub-sub judul pada postingan itu. Jadi orang bisa sedikit bernafas dalam jedanya.</p>
<p style="text-align: justify">Nah dari pada saya kepatil omongan sendiri soal panjang tulisan, saya sudahi dulu postingnya. Nanti disambung lagi jika sempat.</p>
<p style="text-align: justify">PS: <em>Berhubung ada beberapa yang tanya soal kolom komentar, blog ini ada kolom komentarnya koq. Kalau gak keliatan kolom komentarnya monggo halamannya di refresh ulang, nanti dia akan muncul persis di bawah artikel. Terus buat yang mau kasih komentar bisa ketik dikolomnya setelah keluar. Setelah itu klik post as, pilih guest, isi email, isi nama, dan jika ingin menaruh link kamu klik tulisan optional: link to yourwebsite, isi alamat blog kamu, baru kemudian klik post comment.</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/blogger-yang-itu-gak-banget-deh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blogdetik Top 100</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/blogdetik-top-100/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/blogdetik-top-100/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 00:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ulasan iseng]]></category>

		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<category><![CDATA[blogdetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[
Terakhir managemen group detik menyatakan jumlah blog di blogdetik sudah mencapai 40 ribu buah. Pertanyaan besarnya kemudian ada dibarisan manakah blog kamu, saya, kita sekarang? Apakah sudah termasuk blog yang dikunjungi banyak orang? Seleblog? Atau sekedar penggembira saja?
Beberapa tahun lalu saya pernah membuat list serupa dengan menggunakan Rangking Alexa.  Peringkat ini memberikan gambaran penyebaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-630" src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/09/top-100.jpg" alt="top 100" width="400" height="110" /></p>
<p>Terakhir managemen group detik menyatakan jumlah blog di blogdetik sudah mencapai 40 ribu buah. Pertanyaan besarnya kemudian ada dibarisan manakah blog kamu, saya, kita sekarang? Apakah sudah termasuk blog yang dikunjungi banyak orang? Seleblog? Atau sekedar penggembira saja?</p>
<p>Beberapa tahun lalu saya pernah membuat list serupa dengan menggunakan Rangking Alexa.  Peringkat ini memberikan gambaran penyebaran share keseluruhan pengunjung blogdetik ke masing-masing subdomain.</p>
<p>Waktu berubah, pengguna pun bertambah. Posisi peringkat ini berganti sedemikian rupa. Muka-muka lama yang jarang update tergeser secara pasti. Jadi siapa blogger yang jumlah visitor dan page viewnya paling tinggi berdasarkan Alexa? Ini dia 5  peringkat teratasnya:</p>
<p><a href="http://hhanburberry.blogdetik.com">hhanburberry.blogdetik.com</a> (1.45%)</p>
<p><a href="http://radenbeletz.blogdetik.com">radenbeletz.blogdetik.com</a> (1.56%)</p>
<p><a href="http://chordering.blogdetik.com">chordering.blogdetik.com</a> (2.03%)</p>
<p><a href="http://imherry.blogdetik.com">imherry.blogdetik.com</a> (2.55%)</p>
<p>Dan peringkat teratasnya dihuni oleh</p>
<p><a href="http://widhawati.blogdetik.com">widhawati.blogdetik.com</a> (3.99%)</p>
<p>PS: Untuk list lengkapnya bisa <a href="https://docs.google.com/spreadsheet/pub?hl=en_US&amp;hl=en_US&amp;key=0Avs1Vo9kEsA6dGZqR01qekNibzlROEl0TWh4T2t2RkE&amp;output=html">ditengok disini</a>!</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/blogdetik-top-100/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>cara ini untuk memaksa orang membaca tulisan kita!</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/dua-cara-ini-bisa-memaksa-orang-membaca-seluruh-tulisan-kita/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/dua-cara-ini-bisa-memaksa-orang-membaca-seluruh-tulisan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 19:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar yuk!]]></category>

		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[
Sebuah posting blog bisa dibilang sukses kalau pengunjung membaca seluruh tulisan atau setidaknya memahami intinya. Problemnya, tidak mudah untuk melakukan ini. Banyak orang yang baca isi blog hanya secara sekilas dan kemudian pergi begitu saja. Lantas bagaimana supaya orang mau membaca habis seluruh tulisan kita? Ada dua cara!
Pertama, buat tulisan yang bagus dan enak dibaca. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-624" src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/09/anjing-menulis.jpg" alt="anjing-menulis" width="240" height="160" /></p>
<p style="text-align: justify">Sebuah posting blog bisa dibilang sukses kalau pengunjung membaca seluruh tulisan atau setidaknya memahami intinya. Problemnya, tidak mudah untuk melakukan ini. Banyak orang yang baca isi blog hanya secara sekilas dan kemudian pergi begitu saja. Lantas bagaimana supaya orang mau membaca habis seluruh tulisan kita? Ada dua cara!<span id="more-622"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Pertama</strong>, buat tulisan yang bagus dan enak dibaca. Untuk penjabarannya bisa sangat panjang dan detail. Mulai dari membuat kalimat pengail yang baik, susunan urgensi yang baik, sampai pemilihan kata yang tepat. Rumit namun bisa dipelajari. Mungkin lain waktu kita bahas poin pertama ini.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Kedua</strong>, seandainya kemampuan menulis kita agak ngepas (kayak saya ini), maka poin nomor dua ini bisa digunakan. Caranya adalah dengan membuat pointers, daftar atau bisa juga disebut list. Gunakan penulisan dengan urutan nomor-nomor.</p>
<p style="text-align: justify">Setidaknya ada 7 alasan kenapa orang akan senang membaca tulisan kita yang menggunakan daftar atau urutan nomor.</p>
<p style="text-align: justify">1.	Daftar atau list mudah untuk dibaca. Terus terang pembaca online itu punya karakter “malas” kalau dibanding penikmat offline macam koran atau buku. Pembaca di dunia maya tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama di sebuah halaman situs. Nomor-nomor atau daftar dapat menjembatani dengan cepat alur komunikasi yang ingin dibangun antara penulis kepada pembacanya.</p>
<p style="text-align: justify">2.	Penomoran membuat penulis lebih “tertib”. Biasanya dengan sistem penomoran, penulis bisa lebih efektif menulis dan terhindar dari kalimat berbunga-bunga yang membosankan.</p>
<p style="text-align: justify">3.	Daftar dan penomoran terlihat lebih rapi. Susunan nomor membuat tumpahan ide dalam tulisan terkelompokan dalam susunan yang sistematis.</p>
<p style="text-align: justify">4.	Penulisan poin bisa lebih persuasif. Percaya atau tidak, menulis dengan susunan nomor ternyata lebih terkesan persuasif. Coba saja misalnya, ada yang menulis surat cinta untuk pacarnya dengan judul “10 alasan kenapa elo harus terima gue jadi pacar elo!”. Dijamin lebih mudah mempengaruhi jalan pikiran.</p>
<p style="text-align: justify">5.	Mudah untuk diambil poin per poin. Ingat bisa jadi pembaca kita tidak setuju dengan semua isi posting kita. Nah, dengan model daftar, dalam kepala pembaca akan mudah untuk memisahkan poin-poin yang kita sampaikan. Bisa jadi mereka dengan cepat akan memberi komentar “saya setuju nomor 1,3,5 tapi tidak setuju dengan 2,4,6”.</p>
<p style="text-align: justify">6.	Mudah untuk menjadi viral. Okay facebook sedang nomor satu, twitter lagi meraja lela. Nah, sistem daftar ternyata lebih mudah untuk menjadi viral. Misalnya, tulisan dengan judul “ini loh kronologis kerusuhan SMA 6 VS wartawan” isinya poin per poin yang menerangkan urutan waktu. Jam sekian wartawan dateng, jam sekian rusuh, jam sekian polisi anu, dsb. Dijamin tulisan macam ini akan lebih mudah menarik orang untuk men-tweet atau menaruhnya di wall.</p>
<p style="text-align: justify">7.	Poin dapat menyederhanakan ide yang kompleks. Contoh mudahnya, coba buka buku resep. Semuanya ditulis pakai pointers. Karena kalau dijadiin bentuk artikel susah untuk menggambarkan cara memasak sesuatu yang memang biasanya rumit itu.</p>
<p style="text-align: justify">Sudah, segitu aja! Gimana? dibaca sampai habis gak tulisan saya? Saya bikin dua list loh disini. Satu pakai kata (pertama dan kedua) dan dua pakai nomor (1-7). <img src='http://suamimalas.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/dua-cara-ini-bisa-memaksa-orang-membaca-seluruh-tulisan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anehnya header blogdetik</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/anehnya-header-blogdetik/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/anehnya-header-blogdetik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 17:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng nulis]]></category>

		<category><![CDATA[blogdetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=620</guid>
		<description><![CDATA[Saya kaget waktu melihat blog ini dua minggu yang lalu. Sebab entah dari mana datangnya, tiba-tiba header di blog saya berubah menjadi gambar PNS, rumah mewah dan gambar kambing. Waktu itu saya mencoba menghubungi admin blogdetik. Salahnya, saya memang gak lewat jalur resmi.  Semata karena gak tahu jalurnya kemana kalau mau mengirim screen shoot gambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kaget waktu melihat blog ini dua minggu yang lalu. Sebab entah dari mana datangnya, tiba-tiba header di blog saya berubah menjadi gambar PNS, rumah mewah dan gambar kambing. Waktu itu saya mencoba menghubungi admin blogdetik. Salahnya, saya memang gak lewat jalur resmi.  Semata karena gak tahu jalurnya kemana kalau mau mengirim screen shoot gambar (di halaman kontak blogdetik tidak memungkinkan ini).</p>
<p>Kejadian lah om admin baru menengok blog saya beberapa jam kemudian. Dan konyolnya waktu ditengok blog saya sudah normal lagi. Saya pun pasrah dan berpikir semua sudah seperti sedia kala.</p>
<p>Tibalah saya kembali menengok blog ini setelah sekian hari berselang. Saya pun kembali terkejut! Secara misterius gambar bapak-bapak PNS, rumah mewah berserta kambingnya kembali muncul. </p>
<p>Mudah-mudahan bug ini cepat diatasi om admin dan tim IT. Tapi untuk mengenang kehadiran bapak-bapak PNS tercinta, saya sudah membuat screenshoot-nya. Ini dia:</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/07/header-blog-suamimalas.jpg"><img class="size-full wp-image-621 aligncenter" src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/07/header-blog-suamimalas.jpg" alt="header blog suamimalas" width="496" height="332" /></a></p>
<p>PS: <em>tanpa mengurangi rasa hormat dengan bapak-bapak PNS tersebut, mbok ya foto header saya ketukernya sama foto pervita pearce atau fotonya shara aryo gituh!</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/anehnya-header-blogdetik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Pitch Blog</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/pentingnya-pitch-blog/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/pentingnya-pitch-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 02:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar yuk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/pentingnya-pitch-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu bahasan yang muncul pada acara training on sharing kemarin  adalah soal pentingnya pitch dalam blog. Mungkin secara harafiah banyak yang belum paham arti pitch ini, namun sebenarnya beberapa blogger sudah menerapkannya secara benar.
Jadi pitch adalah sebuah ide gagasan yang akan jadi dasar dari pengembangan isi sebuah blog. Pitch ini akan dijabarkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu bahasan yang muncul pada acara<a href="http://suamimalas.blogdetik.com/training-on-sharing/"><span style="color: #0000ff"> training on sharing kemarin</span> </a> adalah soal pentingnya pitch dalam blog. Mungkin secara harafiah banyak yang belum paham arti pitch ini, namun sebenarnya beberapa blogger sudah menerapkannya secara benar.</p>
<p>Jadi pitch adalah sebuah ide gagasan yang akan jadi dasar dari pengembangan isi sebuah blog. Pitch ini akan dijabarkan dalam judul blog, deskripsi, keterangan about me hingga nantinya posting-posting blog tersebut. Ide besar harus mudah “dikenali”, “dirasakan” dan “disentuh” oleh orang lain. Sehingga blog tersebut akan punya nilai jual baik dimata pembaca atau advertiser nantinya.</p>
<p>Masih bingung? Mungkin akan lebih mudah jika kita membicarakannya dengan menggunakan contoh. Blog pertama yang waktu itu kita jadikan contoh adalah <a href="http://serujadiguru.blogdetik.com/"><span style="color: #0000ff">blog milik erfano</span></a>. Coba bayangkan seandainya ide besar yang diusung oleh erfano untuk dijadikan title dan deskripsi blognya adalah:</p>
<p>“Blognya erfano!” atau “catatan sehari-hari erfano!”</p>
<p>Tentunya judul blog macam begini, sulit untuk punya nilai lebih. Mengingat belum banyak orang yang tau siapa erfano. Tapi coba bandingkan dengan pitch yang dipilihnya saat ini yang diturunkannya menjadi judul blognya:</p>
<p>“Seru jadi Guru!”</p>
<p>Rasa blognya pun langsung beda. Semua pembaca yang datang langsung menangkap ide tulisannya tentang kehidupannya menjadi guru. Dan pastinya bahasannya bukan sesuatu yang biasa saja atau menyedihkan atau melelahkan. Namun bahasannya  pastinya sesuatu yang bikin adrenalin melompat-lompat alias seru!</p>
<p>Lihat juga contoh lain misalnya, jika sebuah blog diberi judul “blognya karel anderson!” atau “isi pikiran” atau hal lain yang sulit disentuh. Tentunya efeknya akan beda dengan blog yang dimiliki karel anderson sekarang dengan ide besar <a href="http://karelanderson.blogdetik.com/"><span style="color: #0000ff">“catatan ngawur”</span></a>.  Semua langsung menangkap bahwa isinya ya memang sesuatu yang ngawur, dan blog ini memamng bukan untk mereka yang terlalu serius. Begitu juga dengan blognya Karmin Wiranata. Lihat bagaimana kuatnya picth <a href="http://fanabis.blogdetik.com/"><span style="color: #0000ff">fanabis</span></a> (fun abis) dan tagline hidup yang singkat mari kita rayakan dimata pembaca blognya.</p>
<p>Pitch ini menjadi begitu penting, karena sering kali baik di dunia on line maupun off line kita hanya punya waktu sedikit untuk menjelaskan ide besar blog kita kepada orang lain. Ketika kopdar atau bertemu advertiser misalnya, kita hanya punya waktu sekian detik untuk menarik minat orang untuk mendalami blog kita. Dan itu bisa kita peroleh lewat pemilihan pitch yang tepat.</p>
<p>Tapi blog saya Cuma tulisan sederhana sehari-hari tidak ada yang istimewa, sulit mencari pitch yang mewakili tulisan saya dan menarik minat pembaca! Demikian salah satu peserta mengungkapkan dan mungkin banyak blogger berpikiran sama tentang isi tulisannya masing-masing.</p>
<p>Coba tengok contoh berikut. Ada seorang cewek dari jawa yang menulis tentang kehidupannya sehari-hari dan sangat biasa. Ini saya kutipkan sedikit tulisannya :</p>
<p><em>Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amat sukar. Adikku harus merangkak, bila hendak lalu di mukaku. Kalau ada adikko duduk di kursi, apabila aku lalu, haruslah dengan segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tiada keliahatn lagi. Tiada boleh adik-adikku berkamu dan berengkau kepadaku, hanya dengan bahasa kromo boleh dia menegurku. Tiap-tiap kalimat yang disebutnya haruslah dihabisinya dengan sembah.</em></p>
<p>Atau lihat contoh yang ini</p>
<p><em>dan kawin disini, aduh, dinamakn azab sengsara masih terlalu halus! Betapa nikah itu tiada sengsara, kalau hak semuanya bagi keperluan laki-laki saja dan tiada sedikit jua pun bagi perempuan? Kalau hak dan pengajaran keduanya bagi laki-laki semata-mata kalau semua-muanya dibolehkan dia perbuat? Cinta, apakah yang kami ketahui tentang perkara cinta itu? Betapa kami mungkin sayang akan seorang laki-laki dan seorang laki-laki kasih akan kami, kalau kami tiada berkenalan, bahkan yang seorang tiada boleh melihat yang lain? Anak gadis dan anak muda dipisahkan benar-benar</em></p>
<p>Itu adalah isi tulisannya yang menceritakan bagaimana sulitnya ia hidup ditengah adat istiadat jawa. Cerita tentang kehidupan keseharian ini ternyata digemari banyak orang dan dijadikan buku yang akhirnya dicetak berulang kali. Buku ini juga dianggap bagian dari sebuah revolusi tatanan masyarakat. Dan semua menjadi terkenal karena sebuah picth yang selalu digaungkan. Mau tau pitchnya apa?</p>
<p>Door Duisternis Tot Licht alias Habis Gelap Terbitlah Terang</p>
<p>PS: <em>Bisa jadi isi tulisan blog kita terlalu biasa untuk diri pribadi kita tapi bukan tak mungkin akan berarti banyak untuk kehidupan orang lain macam tulisannya R.A. Kartini di atas itu. Temukan picth blogmu sekarang!</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/pentingnya-pitch-blog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Training on sharing</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/training-on-sharing/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/training-on-sharing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 14:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar yuk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Entah istilah ini tepat atau tidak, tapi yang pasti kita mau adain acara training kecil yang dibantu dengan acara sharing anggotanya yang mau ikutan. Temanya sendiri seputar blogging. Berhubung ini pertemuan pertama, jadi yang dibahas secara menyeluruh dan akan di detailkan kemudian.
Bertempat di:  Apartemen Rajawali Menara Edelweiss, Jl. Rajawali Selatan No. 1B, Pademangan, Kemayoran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah istilah ini tepat atau tidak, tapi yang pasti kita mau adain acara training kecil yang dibantu dengan acara sharing anggotanya yang mau ikutan. Temanya sendiri seputar blogging. Berhubung ini pertemuan pertama, jadi yang dibahas secara menyeluruh dan akan di detailkan kemudian.</p>
<p>Bertempat di:  Apartemen Rajawali Menara Edelweiss, Jl. Rajawali Selatan No. 1B, Pademangan, Kemayoran ENT2309B Jakarta Pusat<br />
Hari: Minggu, 12 Juni 2011<br />
Waktu: Start Pukul 11.00 WIB</p>
<p>Berhubung tempat yang tidak terlalu besar, bisa kontak <a href="http://tanyasaja.blogdetik.com/">Steven Joel</a> (0812 8229810/0877 888 59916) untuk konfirmasi kehadiran (gratis dan terbuka untuk umum)</p>
<p>Berikut gambaran materi yang akan kita sharing sama-sama disana<br />
<strong> I.	Kenapa harus ngeblog?</strong></p>
<p><strong> II.	Mengenal jenis platform blog</strong><br />
Kenapa harus wordpress?<br />
Bagaimana menulis Tilte blog yang baik?<br />
Kenapa Description harus diisi?<br />
Kadang orang lupa untuk melakukan ini diblognya!<br />
Masih bingung memilih Permalink?</p>
<p><strong>III.	Mengenal indikator penting dalam blog</strong><br />
Visitor, pageview, unique visitor<br />
Apa itu google PR<br />
Apa itu Alexa rank<br />
Apa itu google analytics</p>
<p><strong>IV.	Optimasi blog</strong><br />
Mengenal SERP<br />
PR versus SERP<br />
Mencari ide posting yang mengandung kata kunci<br />
Mengenal google trend<br />
Mengenal google keyword tool<br />
Mendalami on page SEO<br />
Mendalami off page SEO<br />
Apa itu blogwalking?<br />
Kenapa harus blogwalking?<br />
Bagaimana blogwalking yang efisien?</p>
<p><strong>V.	Membuat authority blog</strong><br />
Pentingnya membuat blog yang punya otoritas tinggi<br />
Belajar teknik menulis hipnotis</p>
<p><strong>VI.	Kemungkinan peluang dari blog</strong></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/training-on-sharing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Militansi blogger detik!</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/militansi-blogger-detik/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/militansi-blogger-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 07:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ulasan iseng]]></category>

		<category><![CDATA[headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Berapa banyak orang yang ditato Suzuki atau Yamaha ditangannya? Rasanya sulit mencarinya. Tapi bayangkan banyaknya orang yang ditato Harley Davison di lengannya.
Kalimat itu saya dapat jauh ketika dulu saya masih jadi wartawan dan berkesempatan mewawancarai Manager Marketing Harley Davidson. Menurutnya Harley sebagai merek sudah berstatus lebih dibandingkan dengan merek motor lain.
Begitu juga ketika saya bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><em>Berapa banyak orang yang ditato Suzuki atau Yamaha ditangannya? Rasanya sulit mencarinya. Tapi bayangkan banyaknya orang yang ditato Harley Davison di lengannya.</em></p>
<p style="text-align: justify">Kalimat itu saya dapat jauh ketika dulu saya masih jadi wartawan dan berkesempatan mewawancarai Manager Marketing Harley Davidson. Menurutnya Harley sebagai merek sudah berstatus lebih dibandingkan dengan merek motor lain.</p>
<p style="text-align: justify">Begitu juga ketika saya bekerja di AMD, sebuah merek prosesor komputer. Berbeda dengan pesaingannya intel yang notabene lebih raksasa dengan volume penjualan dan budget marketing 10 kali lipat, AMD bisa dibilang davidnya bisnis prosesor. Tapi dengan dana minim, setiap saya seminar ke daerah selalu saja datang pengguna AMD yang membantu dengan cuma-cuma mulai dari sekedar angkat kursi, pasangin banner, bantu promosi acara sampai beneran menyumbang dana. Dan saya gak pernah temui hal tersebut di Intel!</p>
<p style="text-align: justify">Inilah yang saya temui dalam acara Gathering Detik di Garut kemarin. Saya seolah melihat merek detik khususnya dalam Blogger Detik dan Forum Detik sudah menjelma dari sekedar merek menjadi identitas seseorang.  Dan lucunya, seperti saya juga dulu di AMD, pihak managemen detik rasanya kemarin belum menyadari kalau merek mereka sudah sampai sebegitunya.</p>
<p style="text-align: justify">Coba bayangkan ada seorang blogger dengan militan yang tanpa dibayar sepeser pun, bergeriliya dikampusnya bahkan ke kampus lain di kotanya hanya untuk mengajak ngeblog di blogdetik.  Beliau ini bahkan menyediakan tempatnya untuk dijadikan basecamp blogger detik. Dan dengan komputer yang seadanya rutin mengajak yang lain pelatihan blogging.Klimaksnya adalah ketika di tengah acara managemen detik dibuat terbengong-bengong ketika dia menunjukan stiker, kartu nama sampai ID card identitas blogger detik yang dibuatnya dengan dana sendiri.</p>
<p style="text-align: justify">Ada lagi blogger yang datang ke acara temu blogger yang digagas pemerintah daerah. Dalam acara yang dihadiri 1000 blogger itu tanpa malu beliau hadir sendirian yang hanya menggunakan kaos blogger detik satu-satunya. Lagi-lagi managemen detik terpana.</p>
<p style="text-align: justify">Kemudian ada juga sejumlah guru dan penggerak acara yang tanpa pamrih berarti mendorong murid-muridnya untuk ngeblog di blogdetik. Sesungguhnya mereka bisa memilih provider lain, tapi 300, 1000 sampai konon 20000 member diboyong ke blogdetik. Guna menyemangati muridnya ngeblog, seorang guru bahkan menggilir kaos blogger detik yang cuma satu untuk murid yang postingannya bagus tiap minggunya.</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu puncaknya adalah ketika seorang blogger yang juga moderator Forum bercerita tentang kegiatan sosial yang dilakukan kawan-kawannya di forum. Untuk membantu seorang anak mereka berhasil mengumpulkan 180 juta hanya dalam satu minggu. Ini bukan kali pertama, karena sebelumnya sudah ada aksi serupa dengan jumlah yang lebih kecil mulai dari 50 juta, 10 juta dan beberapa aksi lain.</p>
<p style="text-align: justify">Apa istimewanya gerakan itu? Karena mereka begitu idealisnya tidak mau didekati partai mana pun yang hendak membantu dengan mendompleng nama. Pemerintah setempat yang juga ingin ikut serta ditampik mereka. Alasannya mereka ingin kekuatan dan kemurnian komunitas forum detik tidak terbiaskan orang-orang yang ingin cari tenar. Dan managemen detik pun kembali terpana!</p>
<p style="text-align: justify">Yup kawan, sadar atau tidak mungkin sebagian dari kita menganggap blogdetik hanya sebagai platform blogging semata yang bisa kita gantikan dengan apapun esok hari. Tapi buat sebagian yang lain, ini sudah merupakan identitas kedua mereka (kalau tidak mau dibilang identitas utama). Sulit menjelaskan maupun mengerti fenomena militansi ini tapi begitulah adanya.</p>
<p style="text-align: justify">Saya optimis bahwa managemen detik pun kedepan sejalan dengan harapan saya. Yaitu menyadari bahwa potensi merek detik sudah melampaui status sebagai sebuah merek dagang belaka. Detik sudah menjadi kekuatan psikologis dan sosial tersendiri, yang mau tidak mau harus di manage dengan sungguh-sungguh oleh pihak managemen. Semoga!</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-615" src="http://suamimalas.blogdetik.com/files/2011/05/detik-community-garut.jpg" alt="detik-community-garut" width="400" height="266" /><br />
Source Foto: <a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/">dotsemarang</a></p>
<p style="text-align: justify">
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/militansi-blogger-detik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 Tips for Choosing a Paid Web Hosting</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/7-tips-for-choosing-a-paid-web-hosting/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/7-tips-for-choosing-a-paid-web-hosting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 15:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng nulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/7-tips-for-choosing-a-paid-web-hosting/</guid>
		<description><![CDATA[Like it or not, web hosting is one vital key to a blog or website. And as you known, there is two type of web: free web hosting and paid web hosting.
I prefer paid hosting because of the flexibility and extra features. In addition, I also had read some articles stating some free web hosting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Like it or not, web hosting is one vital key to a blog or website. And as you known, there is two type of web: free web hosting and paid web hosting.</p>
<p>I prefer paid hosting because of the flexibility and extra features. In addition, I also had read some articles stating some free web hosting has several problems which are very crucial.<span id="more-612"></span></p>
<p>But choosing a paid  web hosting is not easy because there is a lot hosting providers with a variety of tempting offers. Thats why you need to read an online <a href="http://www.webhostingfan.com/">web hosting review site</a> before choosing a hosting provider. Below are some considerations that are important to me in choosing a paid hosting:</p>
<p>1. How many customer they had<br />
Of course, this parameter can be debated. However, for me the number of customers is important. The more the number of customers of a hosting provider, the better service and quality hosting provider. Logically, if the service is bad, the customer will be disappointed and leave the hosting provider.</p>
<p>2. Is there any famous  Customer<br />
From the number of subscribers, I want to know if there are world class bloggers or website that uses the hosting provider I want to choose. Thats why I ended up doing some online research and found that some bloggers who use the hosting world.</p>
<p>3. Servers speed<br />
I wanted a website or blog that have a fast loading time. This makes my vistor  comfortable, without having to wait for the slow loading time.</p>
<p>4. Bandwidth<br />
Large bandwidth is required when we have a large number of visitors and a high number of page views. This is important for me because there are some blogs that I am setting for capturing thousands of visitors from social bookmark sites.</p>
<p>5. Price<br />
I will not choose cheapest hosting, but I also will not choose an expensive hosting. To find out, I compare several hosting providers.</p>
<p>6. Customer Service<br />
Professional hosting providers must pay attention to customer service. Therefore, I tried to contact customer service via chat hosting provider to ask a few things that I wanted to know. Good response shows professionalism.</p>
<p>7. Can Add On Domains<br />
Add on domain is a domain that is added in a single hosting account. Thus, we can have some multiple blogs within one account at no additional cost.</p>
<p>That\&#8217;s my tips in <a href="http://www.webhostingfan.com/">choosing a paid hosting</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/7-tips-for-choosing-a-paid-web-hosting/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ini toh fungsinya all in one seo pack</title>
		<link>http://suamimalas.blogdetik.com/ini-toh-fungsinya-all-in-one-seo-pack/</link>
		<comments>http://suamimalas.blogdetik.com/ini-toh-fungsinya-all-in-one-seo-pack/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 14:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suamimalas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng nulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suamimalas.blogdetik.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin di salah satu group FB milik dblogger ada diskusi soal fungsi plugin all in one seo pack. Mereka yang menggunakan blogdetik pasti akrab dengan tampilan plugin ini. Karena selalu muncul di paling bawah setiap kita membuat postingan.
Dalam diskusi itu saya coba menjelaskan singkat, bahwa title dan description itu digunakan sebagai alternatif. Khususnya kalau keyword [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Kemarin di salah satu group FB milik dblogger ada diskusi soal fungsi plugin all in one seo pack. Mereka yang menggunakan blogdetik pasti akrab dengan tampilan plugin ini. Karena selalu muncul di paling bawah setiap kita membuat postingan.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam diskusi itu saya coba menjelaskan singkat, bahwa title dan description itu digunakan sebagai alternatif. Khususnya kalau keyword yang kita tembak kurang sedap dibaca sama visitor alias manusia beneran. Jadi kita bisa taruh title yang tidak user friendly itu di title plugin itu, demikian juga dengan descriptionnya.</p>
<p style="text-align: justify">Atau juga, kita justru bisa menggunakannya untuk menentukan judul dan description yang muncul. Ini bisa meningkatkan click trough dari posisi kita di search engine. Karena kalau bagian title atau description di all in one seo pack tidak diisi, search engine akan menyodorkan hasilnya secara otomatis. Sebaliknya dengan mengisinya kita bisa memiliki kendali, atas apa yang akan ditampilkan si search engine di SERP mereka.</p>
<p style="text-align: justify">Masih bingung? Nah, berhubung saya lagi males jelasin dan disaat yang bersamaan blogger kelas wahid John chow baru saja membuat video tentang ini, rasanya lebih baik saya attach aja disini yah. <img src='http://suamimalas.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><code>
<object	type="application/x-shockwave-flash"
			data="http://www.youtube.com/v/gA4sIk3v77I"
			width="425"
			height="350">
	<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gA4sIk3v77I" />
	<param name=wmode" value="transparent" />
</object></code></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suamimalas.blogdetik.com/ini-toh-fungsinya-all-in-one-seo-pack/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.613 seconds -->

