Ini loh alasan orang keberatan dengan facebook!

Okay, postingan saya lagi-lagi terinspirasi dari tulisan orang lain. Kali ini tulisannya fanabis yang tiap hari nangkring di halaman depan itu. Blogger yang biasa disapa dengan inisial KW ini membahas soal fenomena gerakan untuk menutup account facebook. Loh ada toh gerakan itu?

Ada! Penyebabnya menurut orang-orang yang menggagas gerakan itu karena facebook sudah melanggar hak privacy mereka. Urusan mereka yang sangat pribadi diumbar oleh facebook ke khalayak umum. Namun sebaliknya muncul antipati dari berbagai kalangan (mungkin termasuk mas KW) yang menuding, orang-orang yang mengajak menutup facebook itu tidak siap dengan dunia internet yang tanpa batas. Dan orang yang keberatan itu tidak tahu cara men-setting privacy facebook. Tapi apa betul demikian?

Nah, makanya ini saya mau cerita sedikit tentang latar belakang keprihatinan orang-orang itu soal privacy yang diumbar facebook.

1. Facebook terlalu sering mengubah setting privacy-nya secara sepihak.
Jadi sejak berdirinya, facebook dinilai terlalu sering mengubah setting privacy-nya secara sepihak. Dan parahnya perubahan ini dilakukan secara otomatis dan baru ketahuan ketika orang login. Maksudnya gimana?

Jadi gini, misalnya saya punya sebuah foto atau data yang saya sudah bikin privat, nah ketika facebook update setting privacy, data dan foto yang seharusnya hanya bisa dilihat kalangan terbatas itu, jadi bisa dilihat orang umum karena adanya perubahan peraturan. Seandainya setelah facebook update privacy saya baru login sebulan kemudian, berarti selama satu bulan penuh itu data yang seharusnya pribadi diubah facebook menjadi publik tanpa seijin saya.

2. Beberapa kali facebook ketahuan memberi data kepada pemasang iklannya
Bayangkan alamat email, alamat rumah, nama, umur, kesenangan, no telpon, dan seluruh data profile anda diberikan kepada perusahaan komersil tanpa ijin dari anda? Dan facebook sempat melakukan ini. Para pemasang iklannya diberikan fasilitas untuk menggenerate report iklannya yang menyertakan profile orang-orang yang mengkliknya.

Kalau mau bicara komersil, saya bisa kasih contoh survei marketing yang biasa diadakan lembaga survei. Mau tahu berapa konsumen dibayar hanya untuk diketahui profilenya? Untuk susu misalnya anda dibayar Rp200 ribu, sementara untuk konsumen mobil anda bisa dibayar hingga Rp750 ribu. Sementara untuk kasus ini data anda diberikan gratis oleh facebook (fb dibayar sementara anda nggak)?

3. Bocornya pembicaraan pribadi Mark Zuckerberg
Gerakan menutup facebook ini makin menguat setelah pembicaraan pribadi Mark Zuckerberg si pencipta dan CEO facebook itu bocor. Jadi obrolan yang bocor itu adalah perbincangan si mark ketika masih muda, dan baru menciptakan facebook (dulu facebook diciptakan untuk membuat jaringan mahasiswa harvard). Saya coba terjemahkan bebas pembicaraan dengan kawannya itu ketika ia berumur 19 tahun:

Zuck: “Eh, kalau kamu butuh info soal anak-anak harvard, tanya saya ya!”

Zuck: “saya punya 4000 email, foto, alamat, dan data pribadi”

Teman zuck: “Apa? Kok kamu bisa mendapatkan data itu?”

Zuck: “orang-orang mengirimkan data itu ke saya”

Zuck: “saya juga gak mengerti kenapa?”

Zuck: “mereka percaya sama saya”

Zuck: “DASAR TOLOL!” (dalam bahasa aslinya, kalimatnya berbunyi: Dumb fucks).

Okay, jadi itu dia permasalahannya. Bukan perkara orang tidak siap dengan keterbukaan internet, tapi karena facebook dituding sering kali “menyalahgunakan” data pribadi orang lain.

Analoginya begini, kalau kamu kencing di pinggir jalan sudah tentu kamu tahu resikonya akan bisa diintip orang. Tapi kalau kamu sudah pipis di kamar mandi umum, pintu ditutup dan dikunci, tiba-tiba ada yang buka pintunya hanya karena si orang itu punya kuncinya padahal dia tahu ada orang di dalam, apa berarti orang gak boleh marah?

PS: kamu sudah menutup account facebookmu? saya belum…yah mungkin saya termasuk kalangan si “dasar tolol” tadi


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


84 Comments »

  1. anjari umarjianto Said,

    May 26, 2010 @ 9:58 pm

    tks postingannya kang.

    saya tahu facebook jauh lebih dahulu sebelum membuat account. karena saya sadar dan yakin, se rahasia apapun data pribadi dijanjikan di jaga akan bocor juga.

    namun karena kesadaran bahwa facebook adalah sebuah sarana untuk berteman, ya tak ada salahnya kemudian membuat account.

    saya memandang biasa saja ada pro dan kontra, termasuk gerakan mendeleted account di facebook. sederhana saja, yang suka silahkan pakai facebook. yang tidak suka ya silahkan hapus ato tak usah buat account.

  2. suamimalas Said,

    May 26, 2010 @ 10:00 pm

    @anjari: iyah tapi bukan perkara orang ndak siap dengan keterbukaan internet toh mas…semata karena merasa ditelikung… :D

  3. idana Said,

    May 26, 2010 @ 10:45 pm

    untuk saat ini saya masih fine2 aja sih dengan fesbuk…jarang apdet status yang aneh2 pulak hehehe

  4. Ariyanti Said,

    May 26, 2010 @ 10:50 pm

    wah keterlaluan juga si facebook, sebaiknya memang jangan mempublikasikan detail atau data2 yg bersifat pribadi dan privasi

  5. rice2gold Said,

    May 26, 2010 @ 10:58 pm

    he..he..he..gitu toh alasannya, dulu hanya dengar sas-sus tentang data yang digunakan buat intelijen dari bertebarannya informasi difacebook, thankyou dah infonya saya segera “mencekik” leher si facebook!!

  6. kw Said,

    May 26, 2010 @ 11:48 pm

    mmm… selama ini saya memang abai dengan isu-isu privasi facebook. dan memang sampai sekarang saya tak pernah mempermasalahkan. makanya saya dengan penuh kesadaran menerakan nomor hp saya di fb. tentu saya sudah siap dengan segala resikonya.

    begitu juga dengan data2 email, umur, jenis kelamin dan lainnya. andai mau dipakai untuk kepentingan komersial mereka, silakan saja. mungkin itu timbal balik yang harus mereka terima.

    kecuali, kalau memang sudah ada “kesepakatan” ada hal2 yg privasi, dan si mark melanggar ya aku tak setuju. karena mark telah membohongi membernya.
    :)

  7. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 1:22 am

    @kw: iya mas…tapi ndak selayaknya pula kalau kita mengeneralisir, orang yang keberatan data privacy-nya diberikan ke umum dianggap orang yang gak siap dengan keterbukaan internet.

    Semua boleh memilih apa yang ingin di sharing dan apa yang tidak. Ketika setting privacy ini terus berubah dan menjadi membingungkan kemudian data yang diinginkan untuk tidak dibagi, kemudian jadi terbagi, apa itu bukan pelanggaran privacy namanya?

    Kalau nomor hape saya khusus untuk kawan terdekat. Saya setting untuk gak keliatan dipublik, tapi nomer hape saya nyampe di sebuah perusahaan. Lalu saya jadi ditelponin untuk kemudian ditawari barang ini itu, apa kalau saya keberatan lantas saya jadi orang yang tidak melek keterbukaan internet?

    ehmm…btw…email saya yang di blogdetik gak akan dipublish ke pihak ketiga khan mas…jangan-jangan suatu saat di suatu masa blogdetik mengubah aturan privacy-nya secara sepihak yang membuka email untuk register menjadi milik publik? :D

  8. rumahkayu Said,

    May 27, 2010 @ 1:45 am

    he he he… mas kw tulisannya jadi sumber inspirasi banyak orang ya… hari ini juga rumahkayu memposting 1 tulisan yang terinspirasi dari tulisan mas kw itu :-)

    http://rumahkayu.blogdetik.com/2010/05/27/di-dunia-online-privasi-itu-pilihan/

  9. kw Said,

    May 27, 2010 @ 3:02 am

    @suamimalas huaha… itu pendapat personal mas, bukan kebijakan blogdetik.
    intinya dari dulu aku menyadari data di internet itu tak aman karena kita menyimpan sesuatu di pihak ketiga dengan gratis!

    gratis, selalu pasti ada apa-apanya! atau tak ada makan siang yang gratis bukan? (dlm bisnis)

    :)

  10. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 3:09 am

    @kw: bukan gitu maksud saya mas…saya hanya memberikan contoh…bahwa betapa tidak etisnya jika suatu kali blogdetik memilih untuk mempublish email para pemilik blog (yang sebelumnya bersifat privat)…tanpa pemberitahuan sebelumnya…

    mudah-mudahan contoh yang dekat dengan kita, yaitu email privat blogdetik…berubah-ubahnya privacy facebook yang masalah bagi orang lain itu menjadi terang.

    Karena sekali lagi, menurut saya gak layak kita menetapkan standar nilai keterbukaan internet kita kepada orang lain. Dan menilai mereka yang keberatan itu lebih pantas berada di jaman baheula. Kecuali kalau contoh blogdetik tadi yang tanpa pemberitahuan misalnya dianggap wajar, yah berarti memang pemikiran kita jauh berbeda. Karena yang dipermasalahkan oleh penggagas gerakan “menutup account fb” itu bukan cuma perkara update status.

  11. kw Said,

    May 27, 2010 @ 3:30 am

    mungkin yang lebih penting ada kesepakatan, kayak pertanyaan sebelum instal software yg harus mencontreng “saya setuju bla bla bla….”

    kalau kesepakatan itu dilanggar ya tentu itu hal lain. mungkin memang tidak wajar/ tidak etis memberikan email ke publik tertentu. tapi dalam prakteknya aku duga data2 yg kita serahkan ke bank diperjual belikan. buktinya kita sering sekali di telepon/ sms oleh bank2 pemberi pinjaman, tv kabel dst

    eh aku tidak membenarkan tindakan itu loh, tp kita hanya agak sulit menghindar
    :)

  12. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 3:34 am

    @KW: mas…sebagai salah satu pemasang iklan di fb…saya baru terima email dari facebook (jam 3:30 WIB)…katanya terhitung hari ini…lagi-lagi mereka mengubah sistem privacy-nya.

    Hanya saja perubahan kali ini, disebut untuk menjawab keluhan para pemilik account yang merasa privacy-nya dilanggar. mereka menyederhanakan sistem privasinya dengan hanya beberapa klik.

    Mungkin mas juga terima di email mas, dan semoga dengan email resmi dari facebook itu, semakin terang salah satu permasalahan privacy yang dikeluhkan orang-orang selama ini

  13. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 3:35 am

    supaya lebih jelas…email tersebut saya paste disini:

    Hi Reza,

    Facebook will roll out changes today that will make it easier for our users to understand and control their privacy settings. As this change will have an impact on our users, we wanted to let you, a valued advertising partner, know about it. Please note that this change will not affect your advertising campaigns and there is no action required on your part.



    Facebook is a company that moves quickly, constantly innovating and launching new products to improve the user experience. The feedback we heard from users was that in our efforts to innovate, some of our privacy settings h ad become confusing.
 


    We believe in listening to our users and taking their feedback into account whenever possible. We think the following changes address these concerns by providing users with more control over their privacy settings and making them more simple to use.



    Starting today, Facebook will: 

    * Provide an easy-to-use “master” control that enables users to set who can see the content they share through Facebook. This enables users to choose, with just one click, the overall privacy level they’re comfortable with for the content they share on Facebook. Of course, users can still use all of the granular controls we’ve always offered, if they wish.


    * Significantly reduce the amount of information that must be visible to everyone on Facebook. Facebook will no longer require that users’ friends and connections are visible to everyone. Only Name, Profile Picture, Networks and Gender must be publicly available. Users can opt to make all other connections private.



    * Make it simple to control whether other applications and websites access any user information. While a majority of our users love Facebook apps and Facebook-enhanced websites, some may prefer not to share their information outside of Facebook. Users can now opt out with just one click.


  14. Adi Said,

    May 27, 2010 @ 3:40 am

    Saya fb cuma buat iseng ja, gk mpe kcanduan, yg pntg kt gnkn dgn bijak.

  15. Silly Said,

    May 27, 2010 @ 6:10 am

    Saya juga belum nutup acccount FB saya… tapi juga sudah mulai malas online disana…

    Anyway, gak cuma FB… semua SocMed itu berpotensi membuat orang ditelanjangi… tingal kita aja yg mesti pinter membawa diri berelancar di dunia maya.

    ibarat pisau…. bisa kita pakai untuk motong2 sayur atau kebutuhan sehari2… atau kita ppakai untuk bunuh diri… semua kita yang menentukan….

  16. Aribicara Said,

    May 27, 2010 @ 6:31 am

    untung aja pesbuku ga ada yang penting …. ekekekekek :D

  17. as Said,

    May 27, 2010 @ 7:01 am

    hahaha…..saya setuju
    siippp

    perdebatan antara suami malas vs KW
    semuanya yang pnting kita ambil positifnya saja

    mudahan kita jadi orang yang lebih baik lagi kedepannya

  18. budiono Said,

    May 27, 2010 @ 7:14 am

    ada 1 yang keluar ada 1000 yang gabung :d

  19. depz Said,

    May 27, 2010 @ 7:17 am

    postingan yg mantab
    yg komen juga mantab2
    silahkan ambil hikmahnya dengan bijak

  20. uni Said,

    May 27, 2010 @ 7:50 am

    dah lama ga buka fb, :D
    sebenernya semua kembali ke diri sendiri qo, ya klo mo fb an, cukup yg umum-umum aja, yg privasi bgt ga usah lah di share kemana-mana :)

  21. masunt Said,

    May 27, 2010 @ 7:57 am

    yang lebih bodoh adalah orang yg menyimpan data data pribadinya di account facebook, termasuk diantaranya no credit card, no tlp, alamat rumah, foto pribadi dsb. Itu adalah the real dumb fucks.

  22. ago Said,

    May 27, 2010 @ 8:05 am

    Saya memang mas kurang suka dengan jejaring sosial khususnya fb, saya buka akun kemarin itupun cuma mau tahu, tapi data saya yang tidak semuanya benar,,
    Info yang menarik, jadi punya ide untuk link ke postingan ini dari blog saya,,,

  23. Blogger Newbie Said,

    May 27, 2010 @ 8:11 am

    jangan terlalu percaya kepada situs manapun untuk memberikan data pribadi ndan

  24. oxana Said,

    May 27, 2010 @ 8:18 am

    makanya sejak dahulu saya tidak begitu percaya sama dunia maya, kalaupun saya menggunakan account di facebook pastilah pakai nama samaran dan datanya juga asal ketik saja, soo hati hatilah - didunia ini jarang ada orang dapat dipercaya

  25. rief Said,

    May 27, 2010 @ 8:25 am

    Jika anda merasa Fb adalah sgt privasi atau rahasia atau apalah. Anda harus benar2 tahu cara kerja “Privacy setting”nya.
    Kebanyakan orang ribet dengan setting privacu yg sekarang, tp sudah akan diperbaharui sistem privasinya yg lebih simpel.

    Membuat list orang2/teman2 berdasarkan kategori sgtlah penting di FB. dan baca secara seksama apa fungsi2 setiap settingan.
    Berkendala jika anda tidak menguasai bahasa inggris dan tidak perduli dengan setting privacy. krn jika mengandalkan defaultnya FB sangat mengkhawatirkan.
    http://mashable.com/2009/04/28/facebook-privacy-settings/

  26. bangdent Said,

    May 27, 2010 @ 9:11 am

    saran ane…. di dunia maya ini ..dunia tanpa batas.jadi yang bisa membuat batas ya diri kita sendiri.berita seperti ini sudah berkali -kali dan sudah bertahun-tahun lalu terjadi.

    klo tidak mau hal pribadi di umbar di dunia maya..ya jangan uplod ke dunia maya…gampang kan…???

  27. anto AG Said,

    May 27, 2010 @ 9:17 am

    hemmmm

  28. aziz Said,

    May 27, 2010 @ 9:23 am

    Dear All,
    Perlu kecerdasan pikiran dan hati manakala menggunakan dan memanfaatkan “segala sesuatu tanpa bayar”

    Beri edukasi kepada keluarga dan rekan2 bagaimana mengelola informasi yang bersifat prifat, apalagi menyangkut kepentigan orang banyak

  29. ts Said,

    May 27, 2010 @ 9:42 am

    waduhhh… …

  30. rakhma Said,

    May 27, 2010 @ 9:45 am

    jangan terlalu mengobral jati diri di fb, pilih teman2 yg bermanfaat saja.
    http://peluang-bisnis-oriflame.blogspot.com/

  31. chevy Said,

    May 27, 2010 @ 9:46 am

    tidak ada privacy di dunia maya, data apapun pasti di trace oleh DARPA. yang parah memang FB itu nge link langsung ke DARPA & CIA.

  32. efha Said,

    May 27, 2010 @ 10:03 am

    Gwa dah gak facebookan lagi semenjak nikah. Yang istri juga dah ditutup.. :).. Masih banyak cara lain kok u menjalin silaturrahim..

  33. hoomaira Said,

    May 27, 2010 @ 10:14 am

    Ahh…, anda hanya memandang dari sisi negatifnya saja.. banyak manfaat yg bisa didapat kok, misalnya saya bisa kembali berhubungan dengan teman teman lama saya, yg sebelumnya keberadaannya gak jelas.. jadi perkara facebook dapet keuntungan dari kita, yaa wajar aja, karena kita juga dibantu kok ama facebook..
    jadi, salahnya dimana take and give itu??

  34. melly Said,

    May 27, 2010 @ 10:23 am

    untungnya gak terlalu addict dengan fb..
    sekarang beralih ke bikinan anak Indonesia aja

     Koprol.com :D

  35. Daniel Said,

    May 27, 2010 @ 10:38 am

    Kalo sy seh berprinsip. Jgn terlalu jujur didunia maya. Kalo cm alamat email is ok lah. Stlh mereka tau email kt juga silahkan kirim email sbnyk2nya, toh kalo ada email yg aneh jgn dibaca.

  36. MT Said,

    May 27, 2010 @ 10:55 am

    aku menerimanya sebagai resiko berfacebook saja. selain hal itu, tetap kurasakan manfaatnya.

  37. wana Said,

    May 27, 2010 @ 10:57 am

    untung gak terlalu doyan fb

    http://apen5.blogspot.com/

  38. paijos Said,

    May 27, 2010 @ 10:58 am

    ” Jgn terlalu jujur di dunia maya”. good point. isi data seperlunya aja. jangan gunakan emel utama utk daftar2 yg beginian. siap2 spam datang merajalela. hihii..

  39. mh Said,

    May 27, 2010 @ 11:07 am

    sejak kita buka internet, data kita udah gak rahasia lagi tuh

  40. subhan Said,

    May 27, 2010 @ 11:18 am

    izin copas ya bro…

  41. Munkyut Said,

    May 27, 2010 @ 11:22 am

    Yeah Dunia beginian mah ladangnya spionase dan pengeruk data utk riset mereka..Jgn pernah cantumin dah data asli apa lagi Nama asli..pake aja nama palsu..Waspadalah-waspadalah ada antek panoptikonibus mengawasi kita….

  42. Shita Rahutomo Said,

    May 27, 2010 @ 11:22 am

    ga bisa ninggalin fb jadi ya,…ga naruh rahasia pribadi fb aja

  43. maestrofajar Said,

    May 27, 2010 @ 11:24 am

    punya pesbuk mah sebaga cool factor aja……! nothing else. biar g kuno…. plus belazar teknologi…. hheee piss ahk……….

  44. Ardhi Said,

    May 27, 2010 @ 11:24 am

    Hehhe … ulasan yg menarik. Kalo saya sendiri sih nggak termasuk ke golongan orang2 yg mau nutup facebook, karena sejak awal sudah tau konsekuensinya.

    Jangankan di FB, di forum2, layanan social networking selain FB, atau layanan lain di internet pun data pribadi kita bisa dibajak.

    Tindakan yg paling bijaksana menurut saya adalah, stop (paling tidak berhati-hati) posting data-data pribadi ke internet, bukan malah mempermasalahkan media di internet itu sendiri.

    Yg namanya internet memang seperti pisau bermata dua, ada sisi baik dan buruknya, tinggal bagaimana anda memanfaatkannya.

    salam.

  45. ben Said,

    May 27, 2010 @ 11:31 am

    sudah saatnya beralih ketwiter lebih personal

  46. Oki Said,

    May 27, 2010 @ 11:34 am

    Ya namanya sih internet, jadi harus siap konsekuensinya. Saya sih tidak akan tutup FB . Betul kata Ardhi, jangankan FB apapun yang namanya tersambung ke jaringan bisa dibajak. Lah emang data2 kita di BANK tidak bisa dibajak ? Kalau pegawai BANKnya nakal ? Jadi mendingan sih kalau mau tertutup, gak usah punya account di jaringan pertemanan. Kalau mau ya harus siap-siap saja . Kalau mau terbuka terbuka saja sekalian. Paling gampang kita masuk ke mesin pencari google. Ketik nama kita sendiri. Lalu lihat apa hasilnya …

  47. Wulan Said,

    May 27, 2010 @ 11:40 am

    walau ruangan hotel kita kunci tidak berarti kita percaya meninggalkan semua barang berharga disitu, data dan foto yg bersifat umum saja yg kita taruh di facebook, jagan semuanya, password aja bisa terlacak, contohnya difacebook kita bikin password nama mobil atau nama kota, ga lama ada iklan merk mobil atau tempat wisata nama kota tsb mengirim ke account kita, apa hubungannya coba? kok bisa otomatis menyesuaikan nama password dgn nama object iklan yg masuk.

  48. Bo-Gel Said,

    May 27, 2010 @ 11:43 am

    Sederhana saja, jangan terlalu meng-expose diri sendiri berlebihan di FB, isi info ttg kita secukupnya saja jangan berlebihan, ex: untuk data nama, sekolah kita bisa isi dgn data sebenarnya, yang lainnya yaaa jangan terlalu jujur spt kata daniel… photo ..???? kita bisa memilah mana photo yang layak di upload ke FB mana yang tidak…. jadi apapun setting privacy-nya kita ngak perlu takut..!!!!

    betul kata mas ardhi jangan mempermasalahkan medianya… ibarat kain sarung, biasanya kain sarung dipake orang untuk sholat atau ke pengajian, nah kalo kain sarung itu di pake untuk maen gaple sambil judi, yang salah kan bukan kain sarungnya…heheh

    salam juga

  49. peppchi Said,

    May 27, 2010 @ 11:43 am

    yah kalo mau privacy tidak mau dilihat orang sebaiknya jangan dicantumkan /ditulis disitus

  50. pram Said,

    May 27, 2010 @ 11:52 am

    Itu memang menjadi salah satu faktor yang sedikit rumit. Kita memakai layanan facebook secara gratis, sementara untuk biaya pengelolaan facebook sangatlah besar. Dari mana mereka mendapatkan biayanya?
    Nah, mungkin salah satunya adalah dengan menjual data2 pribadi kita kepada pihak ketiga. Menurut saya hal ini tidak bisa dihindarkan.
    Jadi sebagai pengguna, semestinya kitalah yang harus selektif. Adalah tidak bijaksana apabila kita memberikan data/document yang sensitif kepada pihak penyelenggara layanan gratis termasuk facebook.
    Seluruh layanan yang diberikan secara gratis, pada akhirnya tidak akan dapat menghindar dari kebutuhan dasar untuk terselenggaranya suatu layanan, yaitu uang.
    So, it’s just that simple.

  51. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 11:55 am

    @pram: wadduh…gak bisa begitu juga mas pemikirannya…tanpa menjual data pribadi google juga bisa berpenghasilan jutaan dollar koq. Gak papa para pengiklan memasukan iklannya di halaman-halaman penggunannya. Tapi yang tidak boleh adalah ketika mereka bisa mengakses data-data yang seharusnya privat.

  52. hardyantz Said,

    May 27, 2010 @ 11:57 am

    1. setting privacy secara sepihak -> yaa namanya juga aplikasi.. gk ada yang sempurna. tapi bisa disempurnakan. dan pada saat penyempurnaan mungkin ada beberapa kelewat.. gw gk pernah masalah kl ada perubahan setting privacy.. tinggal setting lg aja di settingan privacy nya.. namanya juga aplikasi gratisan.. mau gimana lagi toh.. ;-)

    2. beberapa kali facebook ketahuan memberi data kepada pemasang iklan. -> kl udah tau kayak gini.. tinggal kita nya aja berarti.. jangan pasang data asli kita.. email ma nama aja cukup.. yang lainnya.. seadanya aja..

    3. bocornya pembicaraan pribadi Mark Zuckenberg -> idem kayak nomer 2. dan selama gk buat di kirimin spam dan bejubel.. tapi di email account kita juga tinggal kita block aja tuh email spam.. rebes dahh..

    PS : masih asyik - asyik aja tuh ber social media..

  53. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 12:00 pm

    @hardyantz: iya …tapi ada loh yang menilai…kalo kita gak mau membuka data pribadi kita ke internet berarti kita sudah selayaknya kembali ke jaman baheula alias jadul…

  54. UDI Said,

    May 27, 2010 @ 12:06 pm

    SAYA SETUJU KALAU FEACE BOOK DITUTUP KAGA ADE GUNANYA, BIKIN MALAS KERJA

  55. tonosaur Said,

    May 27, 2010 @ 12:20 pm

    hmm..

    jadi saran saya adalah supaya ngga sembarangan masang data pribadi..

    selanjutnya mantau aja ahh..

  56. fandhie Said,

    May 27, 2010 @ 12:51 pm

    hahaha PSnya bikin ngakak bro…

    klo gw boleh komen utk point 1. menurut gw itu bisa dimengerti, karena banyak jaringan2 sosial online yg mengalami hal sama apalagi kalau udah bejibun databsenya, ada settingan2 default yg kembali ke default setiap abis update. entah juga kalau emang ada yg disengaja. Klo gw pribadi ngga akan mengupload data foto dan sebagainya ke jaringan online kalau itu menyangkut privacy yg ga ingin gw share ke sembarang orang.

    klo utk poin 2. bukannya sejak dunia online marak, hal ini udah jadi bisnis utama bro? jangankan facebook atau jaringan sosial lainnya, termasuk juga blog dan website lain yg ramai.. perusahaan jasa dan lainnya termasuk bank, provider kartu kredit dan yg lainnya sering bertukar dan bahkan menjual database customer yah?

    klo utk. point 3. giola yah si zuck.. telah menololkan jutaan orang hahahaha…

    btw nice post bro… biar yg kurang ngerti lbh berhati2 sharing data pribadi :)

  57. haerulsohib Said,

    May 27, 2010 @ 1:04 pm

    kayaknya semua harus berangkat dari persepsi positif deh, kalau menurut saya nih, gunakan facebook dgn wajar2 saja, misalnya waktu akses, janganlah terlalu berlebihan, sampai2 harus mengabaikan orang2 terdekatnya. Kemudian nih, data2 yang dimaksukkannya misalnya foto2 yg agak private tentu sangat rentan, jadi dibatasi dari diri sendiri saja. Teknologi memiliki dua sisi…

  58. suamimalas Said,

    May 27, 2010 @ 1:13 pm

    @fandhie: belom fand..waktu penololan terjadi…jumlah membernya baru 4000…wekekekeke…

    Dan katanya sih itu becanda…sama lah kek kita kalo lagi nongkrong suka ngomong…”guoblok banget deh si itu…dodol banget deh si anu”

    Sayangnya dia pemilik social media dengan 400 juta member…kejadian obrolan sewaktu dia nongkrong di kala muda jadi rame… :D

  59. deliastrawberry Said,

    May 27, 2010 @ 1:15 pm

    Aku blom ada niat utk menutup, soalnya masih bermanfaat. Kalo facebook digunakan seperlunya ga jadi mslh,dan stlh adanya berbagai kebocoran, akhirnya di profilku ga kubuat lg alamat rumah, no telp dan alamat2 lainnya, soalnya jd byk org yg iseng. Kurang lebih gt deh mas :)

  60. mas Har Said,

    May 27, 2010 @ 1:28 pm

    Sama aja didunia nyata, sebaik baiknya orang yg kita kenalpun bisa membocorkan rahasia kita jika tak pandai pandai membawa diri kita. Apalagi hanya FB yang notabene cuma kenal kenalan. namun itu sebuah pilihan kok, dijaman internet ini semua nampak Telanjang didepan mata kita. Sedangkan si Dul Zuck bisa jadi masih suka nge gosip, yaaah jadi bocor dah. Malah saya mikir jangan jangan ini upaya spionase haahahahaha jauh amat mikirnya….

  61. empiadha Said,

    May 27, 2010 @ 2:11 pm

    Sepertinya tidak ada lagi rahasia, kecuali yang tersimpan di memori otak dan hati setiap orang, jika setiap individu membuka diri di dunia nyata maupun maya yang jelas itu bukan lagi privacy. Sulit menemukan kejujuran apalagi di dunia maya yang tidak kita kenal sama sekali, pernyataan-pernyataan tentang kemutlakkan mereka untuk tidak membuka rahasia dalam bentuk apapun jangan terlalu dipercaya.Jadi privacy hanya ada pada diri masing-masing…………

  62. joe Said,

    May 27, 2010 @ 3:38 pm

    setuju banget deh…

  63. mirzaaziz Said,

    May 27, 2010 @ 5:04 pm

    Saya pake fb,hanya untuk mencari teman di kampung saya,tegal.,hal itu karena saya,tinggal di jakarta,dan jarang pulang.

  64. kurniati1973 Said,

    May 27, 2010 @ 10:19 pm

    Dengan info ini yang jelas saya akan lebih berhati2,memilh teman yang memang saya kenal,dan tidak berlebih2an apalagi sampai candu..btw, terima kasih mas…

  65. gusthy Said,

    May 28, 2010 @ 3:24 am

    saya gak terlalu suka dengan fb..
    dipake cuma untuk sharing notes aja..
    mantap

  66. Ipul Said,

    May 28, 2010 @ 8:35 am

    Lebay mode:on

  67. 4lf1rdaus Said,

    May 28, 2010 @ 2:12 pm

    serahasia apapun data diri di internet pastinya tidak akan aman. apalagi sekarang makin memjamurnya para hacker….

    my blog

  68. kingkilaban Said,

    May 29, 2010 @ 11:41 pm

    pantesan banyak orang punya dua-tiga akun FB dengan data2 berbeda….

  69. sudarmoko Said,

    May 30, 2010 @ 7:19 pm

    pusing aku mas……
    sma internet yang penting mah ga da data penting ja pasti fine2 ja ya kan………fb mau tutup ato ga terserah Marknya ja sya ikutan ja yang penting hepi…. :)

    yang penting msih bsa berhbungan ma orang yg kita knal ja ya ga.

  70. Tukang Jepret Said,

    May 31, 2010 @ 8:11 am

    terima kasih info dan pencerahannya mas :)

  71. totoz Said,

    May 31, 2010 @ 1:53 pm

    infonya OK (gue sich awam)
    tinggal kita lebih selektif dan mensikapinya mo gimana ..
    FB buat iseng, serius, bisnis, de el el ????????

  72. aguskusuma Said,

    May 31, 2010 @ 10:56 pm

    kalo memang privasi kita ga mau diumbar dan diintip oleh orang lain, buat saya akun facebook dg nama samaran, email yg berbeda dg yg biasa kita pake, dan tdk meng-upload yg sgt privasi…
    intinya gnknlah facebook dg bijak…

  73. tamuaja Said,

    May 31, 2010 @ 11:16 pm

    kalo kamu tahu kalo main hujan2 bakal sakit ya jangan ujan2an, krn kamu gak bisa berhentiin ujan. Kalo kamu tahu maen layangan di jalan tol bisa bikin kamu mati, jangan maen di jalan tol krn kamu gak bisa nyuruh orang berhenti dan menutup jalan tol. kalo kamu tau FB itu bisa membahayakan data mu, jangan buat account di FB, karena kamu gak bisa brentiin orang cari nafkah.

    intinya bijaklah sebelum bertindak, gak ada pisau yg salah, yg salah yg menyalah gunakan.

  74. suamimalas Said,

    June 1, 2010 @ 4:24 am

    @tamuaja: analoginya gak tepat…karena ini awalnya orang-orang merasa dirinya aman…tapi setelah ada perubahan jadi gak aman…

    beda dengan maen layangan di jalan tol…

  75. ardee Said,

    June 3, 2010 @ 11:04 pm

    dah lama jg sih nggak aktif di pesbuk, skrg fesbuk cuma buwat publikasi blog itupun otomatis fasilitas dari wordpress.

  76. alief Said,

    June 7, 2010 @ 8:27 am

    apapun itu yang namanya internet adalah dunia keterbukaan, jadi ya gak sepantasnya kita mengumbar sesuatu yang memang perlu dirahasiakan, walaupun diberikan jaminan keamanan

  77. pelintas batas Said,

    June 7, 2010 @ 8:29 am

    semua pasti ada untung uginya, tinggal bvagaimana kita menyikapi dan mencoba meminimalisir kerugian itu

  78. babacilukba Said,

    June 10, 2010 @ 5:04 pm

    Iiiiiiiiiiiiiiiiiiihhh, masa’ siiiiih Mark kayak gituuuu? *selalu komen gak penting tiap mampir ksini…

  79. Januar Budi Said,

    June 23, 2010 @ 6:10 am

    wah gak apa ya..saya kasih komentar meski udah hampir sebulan yang lalu..yah kita manfaatkan saja segala sesuatu yang gratis dengan bijak…yah namanya juga gratis..tinggal kita pinter apa nggak menghadapinya..sempet iseng buat ngumpulin foto yang diprofil temen2 semasa sekolah yang sekarang sudah berumahtangga,tentunya seizin mereka, lalu saya buat editan jadi satu foto, eh ternyata reaksi mereka seru juga, jadi reunian online, lumayan juga, lalu ada kawan di situ yang order buat blog promosi koleksi tas, pakaian, danjamnya, yah berlanjut ke bisnis, saya dapet juga..hehe..lebih baik fb tidak digunakan untuk mengekspos banyak diri kita, tapi digali untuk mendapatkan kabar, menambah informasi dari grup2 yang kita sukai, saling contact dengan teman, yah masih banyaklah, informasi kita cukup e-mail, foto untuk umum, dan yang umum saja boleh tahu, untuk email bisa disetting antispam, atau untuk setting privacy kita banyak triknya yang disediakan ketika kita mengetik kata kunci tersebut dengan proses yang benar..sebaiknya juga kita mengenal terlebih dahulu grup, profile yang kita accept dan add di fb, terlalu banyak friends bukan berarti semakin bagus, memang banyak orang2 yang di fb yang belum menjadi teman fb kita tiba2 mengirim request, ketika diaccept..tiba2 kita dibanjiri e-mail promosi oleh mereka bahkan sugest group atau hal yang tidak kita minati..saya pernah mengalaminya..untung ada fasiltas antispam d e-mail…yah mudah2an share saya ini bermanfaat..

  80. suamimalas Said,

    June 23, 2010 @ 11:00 am

    @januar: betul sih mas, permasalahannya kadang yang menggunakan fb (apalagi di Indonesia) adalah mereka pengguna internet untuk pertama kali. Jadi bahkan mereka kenal fb dulu (Dari handphone), dibanding belajar nge-search di google.

    Dan permasalahan di atas sekali lagi muncul karena perubahan yang dilakukan fb secara sepihak, soal privacy dan mengembalikannya ke default (bisa dilihat semua orang). Cuma sejak diluncurkannya sistem privacy terakhir, fb menyatakan ini adalah perubahan besar sistem privacy yang terakhir, dan tidak akan mengubahnya lagi dalam waktu dekat. hal ini ditenggarai untuk menjawab keberatan orang yang sudah banyak beredar.

  81. Mifta Nurdin Said,

    November 6, 2010 @ 3:18 pm

    namanya saja jejaring sosial… semua lapisan soisal bisa melihat kalau punya akun fb…

  82. faza Said,

    December 25, 2010 @ 12:26 pm

    nice…………………..^_^v

    :mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad:

  83. tuan muda kalsel Said,

    January 20, 2011 @ 1:39 am

    hohoho…. Sekarang ada berita bahwa pemilik facebook mau nutup facebook, biarin aja karena saya masih punya blog, hehehe….
    :) :) :)

  84. IrlisJr Sevenfoldism Said,

    January 28, 2011 @ 1:45 pm

    Usahakanlah agar nama akun fb anda sebagai nama samaran (nama yg tdk sebenarnya)

    Karena dengan menggunakan nama samaran anda terbeban dari bahaya kejahatan seperti penculikan karena facebook sampai berbagai penipuan…

    Add ya >>> IrlisJr Sevenfoldism

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment