Kenapa harus buat blog baru?
Akhirnya kesampaian juga melanjutkan pembahasan yang kemarin. Setelah kita mengetahui bahwa blog bisa mendatangkan profit (sekali lagi, profit tak selalu berarti uang cash) melalui berbagai cara mulai dari satu, dua dan tiga. Sekarang waktunya kita mempersiapkan blog yang akan kita jadikan sumber profit tersebut. Hal pertama yang harus disiapkan adalah Niche topic. Apa itu niche topic?
Kalau artian harafiahnya, Niche itu berarti ceruk atau celah yang sempit. Dalam blogging Niche sendiri berarti sebuah topic yang sangat khusus dan sifatnya terbatas. Sebenarnya kenapa kita harus membuat blog dengan topic yang khusus?
Baiklah, seperti kata orang tua dulu, kalau mau belajar maka belajarlah dari yang besar. Mari kita ambil contoh detik. Saat ini siapa sih yang tidak kenal detik yang beralamatkan detik.com itu. Semua juga tahu bahwa detik.com adalah sumber berita paling update saat ini (*mode promosi detik on). Tapi coba kita perhatikan meskipun brand detik dengan detik.com-nya sudah kuat melekat, toh detik tetap membedakan alamat-alamat dari masing-masing kanalnya secara terpisah. Ada detiknews.com, detikfinance.com, detiksport.com, detikinet.com, sampai yang berdasarkan wilayah macam Surabaya.detik.com. Kenapa harus dipisah dalam alamat yang beda? Kenapa gak dijadikan satu di detik.com saja? Bukankah brandingnya akan lebih sulit?
Saya sendiri ndak tahu jawabannya, huehehe. Yang ini monggo ditanya sama pak budiono saja. Tapi yang pasti, sifat dasar manusia itu senang berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan minat. Dan juga kita cenderung menghindari hal yang tidak kita sukai. Karena itulah kita perlu membuat mengelompokan tulisan kita dalam sebuah blog yang khusus sesuai bidangnya.
Selain itu, kalau kita nge-blog dengan topic khusus maka kita akan terhindar dari rasa bersalah terhadap pembaca kita. Heh?!? Rasa bersalah gimana? Wong ini blog gue! Betul! Tapi makin kita membahas sebuah topic kian dalam, maka secara otomatis kita akan merasa meninggalkan pembaca kita yang lain yang tidak mempunyai minat yang sama.
Misalnya, isi blog kita umum. Kemudian kita menyelipkan penjualan baju. Maka pada posting secara otomatis akan ada perasaan tidak enak karena berjualan langsung.
Posting pertama tentang jualan biasanya akan muncul kalimat: “Maap nih numpang jualan!” (padahal ini blog kita koq minta maaf?)
Posting kedua: “Hihihi…jualan lagi nih!”
Posting ketiga: “emang sih jualan mulu map yah?”
Dan seterusnya, yang membuat isi posting kita menjadi tidak objektif. Atau misalnya kita biasa bercanda. Tapi juga senang menulis puisi yang serius. Maka hampir bisa dipastikan kita akan mendapat reaksi dari pembaca yang ndak suka puisi seperti ini:
Posting pertama: “Heh?!? Kenapa elo tiba-tiba jadi putis gini??”
Posting kedua: “weleeeehhh…ternyata elo bisa romantis juga”
Posting ketiga: “Maknyusss puisi terus neh…ade ape?”
Dan lambat laun akan muncul perasaan tidak enak dalam diri kita sendiri. Topik disini termasuk juga sudut pandang dan gaya bahasa yah. Pastinya sebagai pembaca jadi bingung kalau raditya dika, tiba-tiba membahas tentang kuliahnya di FISIP UI secara serius misalnya. Ini masih diluar urusan teknis macam, lebih mudah dibaca search engine kalo niche topic, dll.
Kalau gitu saya harus membuat blog dengan topik yang seperti apa? Nah, selain hal teknis (yang bisa mengukur berapa calon visitor, nilai secara materi, dll) yang akan kita bahas di post berikutnya, kita harus bisa mengukur kesenangan dan kemampuan kita. Caranya bagaimana? Simple!
Bayangkan kita menulis topic yang akan kita angkat di blog baru kita itu. Kemudian jawab pertanyaan ini:
1. Sanggupkah kita menulis posting sekurangnya dua post dalam satu minggu?
2. Sanggupkah kita menulis tentang topic ini hingga satu tahun ke depan? (karena minimal sewa alamat url adalah setahun).
Jika jawabannya iya maka saatnya untuk ‘test drive’. Disinilah blog kita yang berisi posting gado-gado itu berperan. Dalam jangka waktu tiga sampai enam bulan, cobalah buat kategori khusus di blog utama yang gado-gado itu untuk topic yang akan kita buatkan blog baru itu. Dari posting di kategori baru itulah kita akan tahu. Apakah kita nyaman dengan topic itu? Apakah kita mampu menulis dua post dalam seminggu? Apakah banyak yang memberikan reaksi terhadap tulisan kita?
Nantinya ketika tiba saatnya, kita setup blog baru, blog yang berisi posting gado-gado itu hanya akan memuat pengumuman terhadap posting di di blog baru niche topic kita. Seperti: “Eh ada jualan baru loh di tokoeasy” atau bisa juga “Ada puisi baru nih disini!” atau “ada yang lucu nih di blog aku yang ini”, dan lain sebagainya.
Begitu seterusnya hingga nanti blog gado-gado kita akan seperti detik.com yang merupakan pusat jaringan dari blog-blog kita yang lain yang punya tema lebih spesifik.
Nah, di post berikut kita akan membahas pemilihan niche topic dari segi teknis!
PS: Tetep! Kalo bosen bacanya jangan lupa pisang goreng yah!









February 4, 2009 @ 10:14 am
benar, aku juga punya blog yang niche bakulrujak.com
(*promosi jua hehhehe
February 4, 2009 @ 10:36 am
Sejatinya, manusia itu mahluk yang paling tak bisa dikotak-kotakkan ke dalam kategori tertentu. Manusia adalah mahluk sosial. Mahluk sosial tidak saja berarti ia membutuhkan keberadaan manusia lainnya, tapi juga peduli dengan keberadaan manusia lainnya. Contoh: apa hubungannya kita rakyat Indonesia dengan nasib rakyat di Gaza, Palestina, saat diserang Israel. Kenal saja tidak. Tapi kita peduli, setidaknya ingin mengetahui, nasib mereka.
Ketertarikan seseorang pada bidang tertentu tak akan menjadi penghalang untuk mempelajari atau menekuni bidang lain. Manusia akan terus berusaha mencari tahu apa yang belum diketahuinya, meski hal itu bukan “kewenangannya”.
Nge-blog juga demikian. Pada dasarnya setiap blogger tak bisa dibatasi untuk membuat posting dalam topik tertentu yang melulu itu. Ia pasti–setidaknya–akan tergelitik untuk membuat posting-an dengan topik yang berbeda. Soal posting-annya kurang bagus atau tak mendalam, itu perkara lain. Tapi, hal itu sangat alamiah. Semakin ia terkungkung dengan kategori-kateogori itu, semakin ia mengkhianati kealamiahan kemanusiaannya. Begitu juga sebaliknya.
February 4, 2009 @ 10:38 am
#ullyanov: betul…saya khan tidak bermaksud untuk menggiring para blogger untuk membahas hal yang itu-itu saja…justru dengan mebuat kategori-kategori tertentu…biasanya kita akan terpicu untuk menulis tentang hal yang lain.
Karena misalnya kita bosan dengan pembahasan memancing ikan (dan ini sangat mungkin terjadi), otak kreativitas kita justru akan mendorong kita menciptakan tulisan dibidang lain. Nantinya jika ternyata bidang lain itu sangat menarik minat kita, maka kita akan punya blog baru dengan minat baru tersebut.
Begitu juga pembaca kita. Makanya saya selalu menekankan perlunya kita punya blog yang berisi postingan gado-gado (seperti detik.com). Maksudnya yah buat mengenalkan topik kita itu kepada orang yang belum kenal, tapi mau kenal. Tentunya dengan tidak mengganggu ketidak senangan orang lain akan suatu topik tertentu.
February 4, 2009 @ 10:42 am
duhhh sampe pisang gorengku habis. masih saja tulisan gak selesai dibaca. ntar gimana kang? kita jadi makan pisang goreng bareng??
February 4, 2009 @ 11:07 am
#anjari umarjianto: sampai saat ini…saya sih siap ajah kang…
#kw: saya seneng taglinenya mas untuk hidup yang selalu menyenangkan…topiknya juga okeh tuh keknya…bentar yah tak ubek-ubek dulu…
February 4, 2009 @ 11:08 am
Huwaaaaaaa, selama ini ternyata aku ngeblog dengan asal-asalan… huuhuhuu…
February 4, 2009 @ 11:38 am
huwaaaaa,sama dengan Ikaaaaa hehehe
February 4, 2009 @ 11:52 am
blog gue terserah gue… hehehe… bener juga
February 4, 2009 @ 12:14 pm
kalau gue bikin blog baru malah topiknya umum
February 4, 2009 @ 12:18 pm
#kilaubintang: ya ndak papa bro…mana yang duluan khan gak masalah…yang penting ada yang umum untuk menampung dan ada yang khusus untuk pembahasan mendalam…
February 4, 2009 @ 12:21 pm
iya saya setuju. bagi saya, selalu ada yang bisa dibahas detil sesuai dengan keahlian kita dan ada yang cukup kita sebagai pengantar infonya saja atau penyambung tulisan untuk hal-hal yang kita kurang mendalaminya.
February 4, 2009 @ 12:42 pm
blog aku isinya gado-gado ni mas..
biasa postingan serius, eh tiba2 bikin puisi lgs dpt koment “lagi kenapa lo, sok romatis gitu”..hiks..
tapi dengan kita belajar tanpa dibatasi apapun, mungkin hasilnya akan lebih natural..tapi tetap harus ada benang merahnya antara yang kita posting..
semoga aku bisa belajar menerapkan itu semua
February 4, 2009 @ 12:56 pm
saya nge-blog sesuak apa yang ada dibenak saya…..saya lebih kedalam mencari ciri khas saya seperti apa, jadi ketika orang membaca sebuah cerita dah tahu siapa dia…..
(wajar tahiu lha wong kelihatan blognya kekekekek)
February 4, 2009 @ 1:07 pm
*langsung berencana bikin blog baru lagi *
February 4, 2009 @ 1:11 pm
kalo blog gwa termasuk niche nggak bang
February 4, 2009 @ 1:49 pm
aku udah banyak bikin blog Rez, ada di blogspot, MP sampe gak keurus tuh yg dua.
Eh ada PEEr cek yah di blogku
February 4, 2009 @ 1:49 pm
wah.. buat blog baru?
February 4, 2009 @ 1:57 pm
Dah kepikiran seh tp blom dilakukan. Lagi ngumpulin sbnyk2nya komunitas dulu. Heheheeee.
Ditunggu posting slanjutnya ya SuamiMalas yg kyknya gak malas2 amirrrr seh.
February 4, 2009 @ 2:03 pm
hehe..content blog harus fokus pada 1 topik ya bang?
February 4, 2009 @ 2:11 pm
monggo, silahkan
bwt yang berminat
bisa tunggu
lanjutannya…:)
February 4, 2009 @ 2:25 pm
waduh bikin blog baru??
February 4, 2009 @ 2:28 pm
ahk suwami… ide nya bikin aku serba salah… pengen bikin blog baru, tapi takut gak keurus… kekeke…
February 4, 2009 @ 2:51 pm
setuju pak suami malas….
February 4, 2009 @ 3:03 pm
saya juga punya blog lain… tapi rahasia… khusus membahas masalah-masalah sensitif… hehehehe
February 4, 2009 @ 3:04 pm
waduw..
senangnya ada yang bantu promosi.
*jalan jalan sejenak ninggalin toko*
di toko ini juga gado gado kok barangnya. tapi jangan pernah ada yang minta pesen gado2 sepiring ya
February 4, 2009 @ 3:51 pm
Iya bener, ceruk itu penting … tapi perlu diingat juga bahwa kalau kita ndak begitu komplit pemahamanannya di ceruk yang kita suka, bisa jadi malah jadi bumerang buat kita. Satu kita kudu sering updated blog secara rutin, tapi bila ide belum muncul kan jadinya ndak baik bila dipaksakan. Dua, suatu ketika kita punya ide brilian untuk tuliskan sebuah topik, tapi kita jadi dilema sendiri karena blog kita yang terlanjur punya ciri khas ceruk tersendiri.
Trus gimana donk ? Ehhm bikin yang berwarna jadi lebih hot kayaknya, kan jadi makin banyak temen kita yang terakomodir alirannya … ya gak ? hehheehe
Salam hangat
Ben
February 4, 2009 @ 4:31 pm
Waduh pusing lilis ngebacanya. Mungkin lilis orang yang ga sependapat dgn postingan ini. Bagi lilis ngeblog ga perlu dikotak2in.ga perlu di pisah2in.
February 4, 2009 @ 4:52 pm
ahha!
saya juga punya blog baruu!!
di tsujhanna.blogdetik.com
semenjak baca baca di blog nya alex evans..
kok..
gue pengenn ya punya blogg lagii
ampe ga bisa tidurr..
dah akhirnya
saya paksakan untuk membuat yang baruu!!
semuanya
maen maen yahh,..!!
c u there !
February 4, 2009 @ 5:04 pm
hihihi..
saya ngeblog cuma buat iseng aja..
kaya ngumpulin link2 downloatan, paling kalp lagi mood doang.. abis males.
ohiya beli hape baru aja mas
sekalian mampir ke blog ini ya kawan-kawan blog baru juga sih : http://papercrafting.tk
saya lebih suka facebook or friendster… ato nge-forum di kaskus.
February 4, 2009 @ 6:48 pm
Hmmm….. Masuk akal mas…
Saya jadi tahu rahasia ini.
February 4, 2009 @ 7:34 pm
gampang bikin blog, bikin blog ‘laku’ yg sulit…
:-D
kebiasaan buruk /me: buat, test-drive, forget it! jadinya baru terus dan… culun terusssss
February 4, 2009 @ 8:07 pm
Ndak mau pisang goreng..
Nyari tahu isi aja ah..
Hehehe..
Lanjotin ya mas..
Kwkwkw..
February 4, 2009 @ 8:33 pm
Alasan om sih emang bgus kenapa hrus bikin niche blog, yakni untk membuat nyaman pembaca. tapi menurut saya sich, itu cuma buat yang expert. kalo pemula, apalgi yg minim inspirasi, jangankan sering mengupdate niche blog, mengupdate blog gado2pun juga susahnya minta ampun. jarang bgt. sebulan sekali juga syukur
February 4, 2009 @ 8:34 pm
pisangnya belum matang.. tapi kopinya dah siap bos.. hehehe..
February 4, 2009 @ 9:38 pm
beghh… postingannya panjang bener, mo dibaca sebagian eh ngerasa ga enak soalna semuana penting… padahal kalo baca buku pelajaran ga segitunyalah aQ, hehehhehe
February 4, 2009 @ 10:53 pm
Kayaknya BAng Reza ini dah pantas diangkat jadi pakar dblogger aja kali ya
Gimana ? Setuju kah ????
Setujuuuuuuuuuuuuuu
Kliatanya hal yg di tulis bang Reza ini sekrang mulai bermunculan dech
Salam
February 5, 2009 @ 9:02 am
hmm.. gittu ya..
February 5, 2009 @ 9:27 am
ouhhhh..bgtu om…. bener juga, mulai mencoba untuk menerapkan
February 6, 2009 @ 2:45 am
Wah, bisa dibuat topik thesis tentang fenomena blogging Indonesia: Kisah Sukses, Kisah Gagal, dan Kiat Para Pakar
February 6, 2009 @ 1:53 pm
Bener sekali, Pak.
Dengan kita punya topik khusus, itu juga bakal memudahkan kita utk terdeteksi oleh Search Engine.
Oya, muantapz tenan sarannya.
February 6, 2009 @ 4:58 pm
berarti kudu inovatif n kreatif mas?
February 17, 2009 @ 2:43 pm
Weh, ini nih tips yang sangat mantab sekali. Kalau blog pribadi digunakan untuk ikut kontes gimana, Pak?
Saya masih belum sanggup untuk mengelola blog lain dengan syarat harus 2 posting tiap minggu selama setahun, jadi masih seneng mencampur aduk bermacam masalah dalam satu wadah.
March 2, 2009 @ 12:33 pm
kesan setelah membaca:
-aku suka dengan postingannya
-setuju dgn comentar no.2 (ullyanov)
-balasan coment (no.3) juga ga salah tuh.
Suami malas memang slalu menyajikan posting yg memuat nilai edukasi (get income via blog)
keep easy reading.
June 16, 2009 @ 12:10 pm
Betul nih bos, orang yang kreatip memang akan selalu dikejar - kejar ama duit. . . .
PPC Indonesia menyediakan fasilitas setting keyword untuk meningkatkan penghasilan dan memfilter iklan yang ditampilkan di dalam blog penerbit iklan, blokir situs pengiklan sehingga iklan yang tampil dapat sesuai dengan content website.
Salam,
www[dot]ppcindonesia[dot]net
July 26, 2010 @ 9:41 am
nice info…^^
SUKSES SELALU dari http://www.pembicarainternetmarketing.com
HP : 081 333 841183
July 24, 2011 @ 11:37 pm
ha .. ha ..
memang harus pinter2 menulis sehingga bisa menarik hati pembaca. kalo pembaca dibombardir dengan penawaran dagang bisa pergi meninggalkan kita…..