Kenapa Harus JW Marriott?

Indonesia kembali berduka. Ledakan bom kali ini terasa lebih dahsyat dari ledakan yang pernah kita terima sebelumnya. Bukan karena skalanya tapi lebih karena image yang menjadikan kita bagai keledai yang jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Saya sendiri tak habis pikir kenapa hotel yang menjadi salah satu tempat penginapan dengan sistem keamanan tertinggi itu bisa terkena serangan hingga dua kali? Ada apa dengan JW Marriot? Benarkah ini dilakukan oleh kelompok yang sama?

Saya memang bukan ahli forensik atau gegana yang bisa dengan tepat mengenali jenis-jenis bom. Tapi masih segar diingatan saya bagaimana bom sebelumnya yang di setting oleh kelompok Jemaah Islamiyah itu meluluh lantahkan targetnya, meninggalkan api yang menyala dan kepulan asap hitam di udara!

Tapi kemarin tampak berbeda. Nyaris tidak terlihat sisa-sisa api hanya beberapa saat setelah ledakan. Dari siaran televisi pun terlihat kepulan asap putih (bukan hitam seperti sebelumnya). Bom jenis begini sebenarnya lebih berbahaya karena meski tidak membakar tapi memiliki daya dobrak yang lebih tinggi. Apa ini berarti bomnya berbeda? Bomnya berbeda apa berarti pelakunya berbeda?

Tapi khan targetnya sama JW Marriot? Betul targetnya sama secara geografis, tapi apakah memang sama secara target teknis? Karena perlu diingat tujuan utama dari terorisme adalah menyebarkan teror.

Ada dua cara menyebar teror yang paling ampuh. Pertama adalah dengan menyerang institusi-institusi yang telah mapan macam bank, organisasi pemerintah, dsb. Karena dengan menyerang intitusi ini akan membuktikan (dan pastinya meneror pikiran kita) bahwa lembaga yang ’dijaga’ pun masih bisa ditembus. Kedua adalah dengan menyerang orang-orang yang dianggap tidak bersalah oleh masyarakat umum tapi bersebrangan dengan si kelompok teroris. Karena dengan begitu akan mudah bagi kita untuk mengasosiakan si korban sebagai kita. Kita akan terteror dan terus berpikir ”bisa saja kita korban berikutnya”.

Tidak heran jika kita melihat kebelakang sejumlah institusi penting macam kedubes australia menjadi sasarannya. Atau kalaupun tidak institusi penting maka incarannya adalah kumpulan orang-orang tak bersalah seperti di bali dan JW marriot pertama.

Lantas bagaimana dengan serangan yang kemarin? Saya juga agak sedikit memiliki pertanyaan mengenai hal ini. Karena kalau targetnya adalah menyebar teror sebanyaknya tentu akan lebih maksimal jika serangan dilakukan sedikit lebih siang dibanding jam 7.45 yang notabene masyarakat Jakarta justru baru mulai beraktivitas.

Dan kenapa pula si pengebom harus memilih JW lounge sebuah tempat yang eksklusif, tertutup, dan kapasitas daya tampungnya tidak begitu besar. Padahal letak lounge ini hanya bersebrangan tak sampai 10 meter dari restoran Syalendra  JW marriot yang untuk umum dan terbuka. Buktinya dari hasil wawancara diketahui bahwa salah satu pegawai JW marriot sempat berusaha mencegah si pelaku memasuki JW lounge karena tempat itu sudah di booking dan memang sifatnya tertutup. Kebetulan saya pernah ke JW marriot, dan menurut pengalaman, kita bisa mudah keluar masuk restoran umum Syalendra disebrangnya dibanding jika ke JW lounge yang beresiko dicegat petugas.

Lantas kenapa harus JW lounge? Ada apa disana? Entah kebetulan atau tidak. Tapi pagi itu sedang diadakan breakfast meeting yang digagas oleh Castle Asia. Perusahaan konsultan intelejen bisnis, yang bertugas memasok data-data intelejen situasi politik, sosial dan ekonomi ke sejumlah perusahaan. Saat itu tercatat sejumlah orang penting yang hadir, diantaranya:

Timotthy David Mackay Presdir Holcim Indonesia
David Potter Direktur Eksplorasi PT Freeport Indonesia
Adrianto Machribie Komisaris PT Freeport Indonesia
Kevin Moore PResdir Husky Energy
Gary Ford PResdir Anadarko Oil
Edward Thiessen dan Pedro Sole, CEO Astom Power
Patrick Foo CEO AEL Indonesia
Noke Kiroyan Mnaging Partner kantor Pengacara Kiroyan and Partner
James Castle CEO CastleAsia.

Freeport? Pikiran saya pun langsung meluncur ke sejumlah serangan ke PT Freeport Indonesia yang terjadi secara beruntun dalam kurun waktu sebulan ini. Apakah memang itu targetnya? Cuma Tuhan yang tahu!

PS: meskipun saya pernah kuliah di jurusan kriminologi, tulisan ini sungguh bukanlah sebuah tulisan ilmiah yang punya dasar kuat. Apalagi kalau mengingat ada target lain yang meledak kemudian hanya berselisih hitungan menit (Rizt Carlton). Semuanya harus diungkap oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Sekali lagi ini hanyalah tulisan turut berduka cita dari saya.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


9 Comments »

  1. Anthony Harman Said,

    July 18, 2009 @ 4:19 pm

    Tulisan anda sangat realistis, bro. Kalo dipikir, emang aneh juga. Apa ada alasan lain, selain teror

  2. yosephs Said,

    July 18, 2009 @ 10:37 pm

    jangan lupa, media juga panen sumber berita malah kadang eksploitasinya berlebihan :-)

  3. deteksi Said,

    July 18, 2009 @ 11:02 pm

    bisa bermacam2 dugaan bang, termasuk rencana kedatangan MU.

    bisa jadi malaysia yang ngebom, supaya MU betah di sana dan ndak jadi ke indonesia?

    semua kemungkinan bisa aja terjadi

  4. fandhie Said,

    July 18, 2009 @ 11:39 pm

    kenapa JW mariott? *dan ritz carlton*
    klo dihubung2kan sama aktifitas teroris2 sebelumnya di indonesia sih emang cenderung menunjukkan gerakan anti amerika dan jw mariott termasuk salah satu ikon amerika. kebanyakan pejabar dan pengusaha amrik nginepnya di mariott klo lg ke luar negri.
    kenapa ngga milih fasilitas2 lain yg lebih penting? krn klo liat kondisi dan berita2 belakangan ini kepolisian dan intelijen indonesia tampaknya sering berhasil membongkar jaringan teroris yang ada, jadi keknya mereka hanya sekedar menyampaikan pesan bahwa sebetulnya mereka masih exist, jadi mereka lebih memilih target2 yang keliatannya aman tp sebetulnya tdk cukup aman dan mudah buat mereka bergerak dan melakukan aksi teror.
    Trus lagi kebetulan JW mariott lokasinya sgt strategis buat para teroris menyampaikan pesan mereka ke seluruh dunia. liat aja, hanya beberapa menit setelah kejadian puluhan media sudah bisa akses ke lokasi dan berita sudah menyebar ke seluruh dunia.
    keknya sih begitu…
    btw lu posting inii dulu baru kopdar yak?? hehehehe

  5. oky de la rocha Said,

    July 19, 2009 @ 11:06 am

    konspirasi kah ?

  6. dheminto Said,

    July 19, 2009 @ 2:19 pm

    atau jangan2 pelakunya sama, target sama, cuman kemampuan bikin bomnya yg tambah maju bang. wah kalau ini bahaya kan!

  7. setengah matang Said,

    July 19, 2009 @ 2:31 pm

    Terlalu banyak spekulasi.
    Bingung. Hanya ingin bertuka cita.

  8. easy Said,

    July 19, 2009 @ 7:34 pm

    kalo memang bener target mereka utk menghajar orang2 bule.. kenapa ga sekalian mereka ke amerika aja sih :(

    trus seandainya ini masih jaringannya azahari.. sialan banget tuh orang !

  9. munawar am Said,

    July 24, 2009 @ 9:44 am

    target apapun yang berbau amerika… itu masih jadi target mereka sehingga ini mungkin belum yang terakhir

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment