Microsoft batal beli Yahoo (berita baik atau buruk?)

Kemarin dengar berita ini di stasiun televisi ce’ enen. Perusahaan milik om bill gates membatalkan rencananya untuk membeli Yahoo dengan alasan harga yang dipatok Yahoo kemahalan. Ada yang lantas beranggapan hal ini merupakan berita baik, karena diasumsikan kalau sampai Microsoft membeli Yahoo, ditakutkan perusahaan itu akan kembali memonopoli seperti layaknya sepak terjang mereka di sistem operasi komputer. Apa betul begitu?

Oke, mari kita bahas pelan-pelan. Coba kita kembali ke awal, apa yang melandasi rencana pembelian Yahoo oleh Microsoft. Menurut juru bicaranya rencana itu diambil karena kondisi lalu lintas internet yang didominasi oleh Google membuat gerak Microsoft untuk memasarkan produknya menjadi terbatas. Kecuali jika perusahaan ini menjalin kerja sama penuh dan terus menerus dengan Google.

Coba bayangkan, perusahaan sebesar Microsoft merasa gerak-geriknya terbatasi oleh kehadiran Google. Perusahaan yang pemiliknya berturut-turut menjadi orang terkaya di dunia itu merasa harus tunduk dengan Google.

Memang ada apa dengan Google? Saya tidak tahu angka pasti yang pernah dirilis mengenai jumlah pengguna Google, namun kabar terakhir yang beredar jumlah pengguna Google sudah mencapai 60%-70% dari seluruh pengguna Internet. Sementara sisanya (30%) dibagi-bagi dengan search engine yang lain seperti Yahoo, MSN, Altavista, dll. Artinya apa? Saat ini 70% dari pengguna internet mencari informasi lewat Google atau jika dibalik Saat ini Google telah menguasai 70% (untuk blog-blog saya 90% pengunjungnya dari Google) arus lalu lintas informasi di dunia maya.

Trus memangnya kenapa? Coba kita berandai-andai sejenak. Jika si Larry Page, pemilik google itu sebel sama Barack Obama karena pernah menolak mentraktirnya bakso. Akhirnya Larry memutuskan untuk mendukung Hilary saja dalam pemilihan presiden Amerika. Larry pun mengambil langkah untuk mem-block informasi tentang Barack Obama di internet. Setiap orang yang men-search kata kunci ‘Barack Obama’ hasilnya akan diarahkan ke situs-situs yang memuat informasi negative tentang Obama. Hmmmm…sementara 70%  orang yang mencari informasi tentang Obama mencarinya di Google…kira-kira bagaimana hasilnya ya?

Tapi khan itu Cuma berandai-andai. Baik mari kita melongok contoh yang ada di depan mata. Adalah John Chow, pebisnis di dunia internet yang pernah berseteru dengan Google (penyebab awalnya silahkan cari sendiri ya). Chow berusaha melawan Google lewat posting di blog pribadinya. Google tidak terima dengan perlakuan ini Google pun menyerang balik. Hasilnya? Kalau kita search nama John Chow di google, maka blog pribadi si Chow baru muncul pada halaman ke 5 hasil pencarian (itu pun kalau anda sedang beruntung). Ya mosok orang mau cari yang namanya John Chow, tapi masuknya ke blog orang sseh? Alhasil, John Chow sibuk membelanjakan sekitar US$400 lebih perbulannya untuk biaya membeli space iklan setiap nama John Chow dicari (jadi blognya saat ini ada paling atas halaman pencarian google, karena ia membayar).

Nah, saya sih pernah sedikit belajar dasar ilmu politik yang bilang bahwa penguasa lalu lintas informasi adalah penguasa segalanya. Dan sebuah kekuasaan yang absolute hanya akan menimbulkan korupsi yang absolute pula!

Karena itu menurut saya sepertinya sudah saatnya Google mendapat pesaing yang seimbang. Tujuannya tidak lain, agar Google tidak memonopoli arus informasi yang ada di dunia maya toh.

PS: Udah pernah men-search kata kunci ‘Indonesia’ di google? Kayaknya koq gak ada situs pemerintah Indonesia yang masuk ke halaman pertama hasil pencarian ya? Dan coba lihat halaman pertama urutan kedua hasil pencarian, huehehe…ternyata situsnya CIA. Jadi kalau orang luar mau cari informasi tentang Indonesia lewat Google (70% orang akan melakukan ini) maka mereka akan membaca informasi dari Wikipedia dengan alternative kedua adalah lewat informasi CIA.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis


9 Comments »

  1. beatles_4ever Said,

    May 7, 2008 @ 5:20 am

    lieur ahhh, pusingggg

  2. beatles_4ever Said,

    May 7, 2008 @ 5:21 am

    pusinggggggggg

  3. NaSHeR Said,

    May 7, 2008 @ 9:01 am

    kalo om denger berita ini kemaren, d detik udah seminggu, berarti di wiki.cahandong udah 1 tahun yg lalu. wkwkwkwk

    ngomong2 blogdetik ada apa neh kok udah mulai ngilang2 dr google #halah#
    :mrgreen:

  4. ucHup Said,

    May 7, 2008 @ 10:07 am

    parasusink ahhhhhhh,
    sabarodo teinggg, kumaha wey urang….

  5. dojimonster Said,

    May 7, 2008 @ 12:00 pm

    Sayang yahoo ga mau…

  6. tonosaur Said,

    May 7, 2008 @ 1:28 pm

    duh ngantuk.. howaaahhmmm.. gggggg..

  7. suamimalas Said,

    May 7, 2008 @ 1:39 pm

    #beatles_4ever: minum obat pusing aja
    #ucHup: Minum obat pusing juga
    #tonosaur: minum kopi aja
    #dojimonster: betul sekali…
    huehehe…

  8. alfi94 Said,

    May 7, 2008 @ 2:44 pm

    jelas orang2 pilih google. kan browsingnya lebih cepet ketimbang yahoo. knp pula om bill gates peduli sama google? trus klo di indonesia microsoft bakal sulit mencari keuntungan iya gak? indonesia kan negeri pembajak 90% software microsoft di bajak di indonesia! makannya nentuin tarif jangan kemahalan!!

    ~tapi sa bodo’ah bukan urusan saya, nambah pusing aja~

  9. suamimalas Said,

    May 7, 2008 @ 2:53 pm

    #alfi94: justru ini jadi masalah kita…mosok arus informasi kita cuma ditentukan oleh Google seorang khan aneh…
    Lihat apa efeknya ketika microsoft terlalu berkuasa…itu pula yang terjadi kalau Google gak punya saingan dan terlalu berkuasa…

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment