Militansi blogger detik!

Berapa banyak orang yang ditato Suzuki atau Yamaha ditangannya? Rasanya sulit mencarinya. Tapi bayangkan banyaknya orang yang ditato Harley Davison di lengannya.

Kalimat itu saya dapat jauh ketika dulu saya masih jadi wartawan dan berkesempatan mewawancarai Manager Marketing Harley Davidson. Menurutnya Harley sebagai merek sudah berstatus lebih dibandingkan dengan merek motor lain.

Begitu juga ketika saya bekerja di AMD, sebuah merek prosesor komputer. Berbeda dengan pesaingannya intel yang notabene lebih raksasa dengan volume penjualan dan budget marketing 10 kali lipat, AMD bisa dibilang davidnya bisnis prosesor. Tapi dengan dana minim, setiap saya seminar ke daerah selalu saja datang pengguna AMD yang membantu dengan cuma-cuma mulai dari sekedar angkat kursi, pasangin banner, bantu promosi acara sampai beneran menyumbang dana. Dan saya gak pernah temui hal tersebut di Intel!

Inilah yang saya temui dalam acara Gathering Detik di Garut kemarin. Saya seolah melihat merek detik khususnya dalam Blogger Detik dan Forum Detik sudah menjelma dari sekedar merek menjadi identitas seseorang. Dan lucunya, seperti saya juga dulu di AMD, pihak managemen detik rasanya kemarin belum menyadari kalau merek mereka sudah sampai sebegitunya.

Coba bayangkan ada seorang blogger dengan militan yang tanpa dibayar sepeser pun, bergeriliya dikampusnya bahkan ke kampus lain di kotanya hanya untuk mengajak ngeblog di blogdetik. Beliau ini bahkan menyediakan tempatnya untuk dijadikan basecamp blogger detik. Dan dengan komputer yang seadanya rutin mengajak yang lain pelatihan blogging.Klimaksnya adalah ketika di tengah acara managemen detik dibuat terbengong-bengong ketika dia menunjukan stiker, kartu nama sampai ID card identitas blogger detik yang dibuatnya dengan dana sendiri.

Ada lagi blogger yang datang ke acara temu blogger yang digagas pemerintah daerah. Dalam acara yang dihadiri 1000 blogger itu tanpa malu beliau hadir sendirian yang hanya menggunakan kaos blogger detik satu-satunya. Lagi-lagi managemen detik terpana.

Kemudian ada juga sejumlah guru dan penggerak acara yang tanpa pamrih berarti mendorong murid-muridnya untuk ngeblog di blogdetik. Sesungguhnya mereka bisa memilih provider lain, tapi 300, 1000 sampai konon 20000 member diboyong ke blogdetik. Guna menyemangati muridnya ngeblog, seorang guru bahkan menggilir kaos blogger detik yang cuma satu untuk murid yang postingannya bagus tiap minggunya.

Salah satu puncaknya adalah ketika seorang blogger yang juga moderator Forum bercerita tentang kegiatan sosial yang dilakukan kawan-kawannya di forum. Untuk membantu seorang anak mereka berhasil mengumpulkan 180 juta hanya dalam satu minggu. Ini bukan kali pertama, karena sebelumnya sudah ada aksi serupa dengan jumlah yang lebih kecil mulai dari 50 juta, 10 juta dan beberapa aksi lain.

Apa istimewanya gerakan itu? Karena mereka begitu idealisnya tidak mau didekati partai mana pun yang hendak membantu dengan mendompleng nama. Pemerintah setempat yang juga ingin ikut serta ditampik mereka. Alasannya mereka ingin kekuatan dan kemurnian komunitas forum detik tidak terbiaskan orang-orang yang ingin cari tenar. Dan managemen detik pun kembali terpana!

Yup kawan, sadar atau tidak mungkin sebagian dari kita menganggap blogdetik hanya sebagai platform blogging semata yang bisa kita gantikan dengan apapun esok hari. Tapi buat sebagian yang lain, ini sudah merupakan identitas kedua mereka (kalau tidak mau dibilang identitas utama). Sulit menjelaskan maupun mengerti fenomena militansi ini tapi begitulah adanya.

Saya optimis bahwa managemen detik pun kedepan sejalan dengan harapan saya. Yaitu menyadari bahwa potensi merek detik sudah melampaui status sebagai sebuah merek dagang belaka. Detik sudah menjadi kekuatan psikologis dan sosial tersendiri, yang mau tidak mau harus di manage dengan sungguh-sungguh oleh pihak managemen. Semoga!

detik-community-garut
Source Foto: dotsemarang


3 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis

Comments (32)

 

  1. angota-anggota komunitas di detik.com yg militan semoga diberi support yg lebih baik kedepannya

  2. Kurnia Septa says:

    Yok,, blogdetik produk lokal, semngat mencintai produk lokal dan menggunakannya diajarkan sejak SD. Dan tak usah kaget jika banyak militan yg bangga dengan blogdetik. Sekarang blogdetik harus mengoptimlakan potensinya dengan detikcom yang sudah pada posisi top level.

  3. mandor tempe says:

    semangat itu tidak terbentuk secara instan, butuh waktu yang panjang. Kini… Sudah menjelma menjadi suatu kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. Sekali muncul tema, blogdetik mampu mendominasi layar gugel (kalau mau serentak)

  4. baju pria says:

    waahh.. semoga sukses untuk militansi blogger detik.. nice post..

  5. melly says:

    merinding bacanya :)

  6. funnie says:

    wow…hebat….bikin komunitas dan segala tetek bengeknya dengan biaya sendiri.salut buat blogdetik

  7. kw says:

    terimakasih untuk segalanya… tanpa kalian blogdetik bukan apa2.
    semoga kedepan blogdetik bisa suppoort lebih baik lagi

  8. depz says:

    hmmm……….

    kayaknya match nih sama posting gw barusan
    *sok ngepas2in :D*

  9. kambingsekolah says:

    mbeeek, agree!

  10. ruanghati says:

    masih setia dengan blog detik , dan tak akan pindah ke yang lain nya … sumpah heheheh …..

  11. dhikatuy says:

    blogger sejati teteplah semangat dan terus berkarya … ^_^

  12. husin says:

    Mantap…keren bangat nech….

  13. udinkoxx says:

    ups baru sadar toh :)

  14. dotsemarang says:

    luar biasa

    mari mencintai blogdetik seperti mencintai bangasa kita sendri

  15. waw. waw. waw. speechless.
    melongo pollllll. hebat. thx.
    tarik. ayo mang. ramaikan.

  16. sepung says:

    sami kulo enggeh = ia sama saya juga merinding bacanya

  17. sepung says:

    waduh rek bulu roma ku berdiri

  18. MJ says:

    Semoga kedepan blogdetik bisa mencarikan Bloggernya iklan, biar ngeblognya tambah semangat karena bisa ada jaminan bayar akses internet dari bayaran iklan…hehe…

  19. horizonwatcher says:

    wow…sebegitunya kah? apa aku nanti juga “bakalan “militan” juga ya?

  20. Erfano Nalakiano says:

    begitulah….
    termasuk saya jika ada yang minta diajarin ngeblog maka kuanjurkan ke blodetik, enggak tahu kenapa rasanya bangga dan sudah kadung jatuh cinta gituu….

    Salam,

    Seru jadi Guru :)

  21. mone says:

    Amiiin…. gw seneng banget acara kemarin. Doakan semoga semua bisa direalisasikan.

  22. asmadie says:

    waahh menyentuh banget ehh …
    sungguh .. semoga dgn adanya kegiatan kemarin, blogdetik bisa lebih me manage para member n komunitas nya !! AMIN ..

  23. Herry says:

    apapun makanannya, blognya tetap blogdetik… xixixixixix

  24. sukangeblog says:

    yup, aku juga termasuk pecinta blogdetik. aku rasanya lebih semangat menulis di blog2 di blogdetik dibanding blog berdomain sendiri yang lama2 mati suri, hehehe ;)

    dan aku yakin di masa depan blogdetik bisa menjadi salah satu andalan detikcom. asalkan stok themenya ditambah dan postpil lebih bervariasi, hanya tinggal waktu bagi blogdetik untuk meninggalkan pesaingnya di tanah air

  25. cow says:

    KOmunitas tanpa batas memberikan apa yang dimiliki tanpa imbalan apapun, bravo komunitas detik

  26. ts says:

    mantabbb bro… aku sudah militan masuk mana neh?? bingung, bisa komporin gratisan aja wkwkwkw

  27. silangsing says:

    silangsing kan datangnya dari blogdetik… emang topcer dan tetep setialah

  28. pesanseragamkantor says:

    Wow. Alhamdulillah luar biasa manfaat ngeBlog utk sosial bener2 terjadi.

    Mantap…salam dari :
    http://pesanseragamkantor.blogdetik.com

  29. You made some decent points there. I looked on the internet for the issue and found most individuals will go along with with your website.

  30. Ampun .. Mohon Ampun untuk blogdetik..
    saya dulu awalnya bikin blog ini sekadar iseng, namun membaca artikel ini bahkan membaca semua komentar disini saya jadi malu..
    seharusnya saya bangga menggunakan blog dari Indonesia ini.. maaf, mulai sekarang saya akan lebih bangga menggunakan blogDetik :)