Nama baik dicemarkan? Ini solusinya!

Gimana kalau tiba-tiba kita menemukan comment atau bahkan posting orang lain yang mendeskreditkan kita secara personal? Langkah apa yang harus kita tempuh untuk mengatasinya? Nah, paling tidak kalau dalam ranah dunia maya, begini cara-cara yang harus kita perhatikan!

1.    Dimana TKP-nya?
Dimana kita temukan posting buruk tentang kita itu? Apakah di tempat kita sendiri (blog, web, forum, milis, dll) atau di tempat lain yang bukan milik kita? Jika komentar buruk tentang kita itu ada di blog kita sendiri jangan bergegas menghapus komentar tersebut. kalau ternyata komen itu mengandung unsur SARA, Pornografi atau hal lain yang memang tidak pantas, cukup bagian yang tidak pantas itu saja yang kita edit. Sementara bagian yang lain tetap kita publish.

Apa fungsinya kita tetap mempublish hal buruk tersebut? Blog itu adalah milik kita pribadi. Asumsinya para pembacanya lebih banyak yang menyenangi kita. Setidaknya kita tidak merasa sendirian karena pastinya akan muncul pembelaan dari pembaca kita jika ada komen yang sudah keterlaluan. Selain itu kalau ternyata dikemudian hari permasalahan/perselisihan sudah bisa kita selesaikan maka kita tinggal menghapus komentar buruk tersebut, karena kita punya kuasa penuh terhadap blog kita.

Sebaliknya jika kita tidak memberikan kesempatan orang yang tidak senang dengan kita untuk mengekspresikan dirinya (mendelete commentnya), maka kemungkinan besar orang ini akan mencari jalur lain. Entah itu mem-publish di blognya sendiri atau di tulis di tempat lain dimana kita tidak punya kuasa moderasi. Jika ini terjadi coba selesaikan masalah dengan yang bersangkutan dan jika sudah selesai, hubungi administrator atau moderator yang berwenang untuk menjelaskan duduk permasalahan dan meminta untuk mendelete posting yang mendeskreditkan kita itu. Tapi ingat hubungi administratornya hanya  jika permasalahan sudah terselesaikan.

2.    Gunakan Japri!
Jika posting itu bukan di blog atau situs milik kita maka usahakan menyelesaikan masalah lewat jalur pribadi (email, YM, Personal message, dll), karena biasanya orang lebih mudah emosi jika berdebat di depan publik. Cobalah kontak secara baik-baik melalui email atau YM

3.    Ini tentang saya atau pendapat saya?
Coba baca baik-baik dan dudukan persoalannya secara seksama. Apakah pendeskreditan itu tentang pendapat kita akan sesuatu atau tentang diri kita secara personal. Kalau ternyata tentang pendapat kita akan suatu masalah cobalah untuk bersikap terbuka terhadap adanya perbedaan pendapat. Dan coba untuk terus fokus membalas komen atau menulis posting tandingan tentang pendapat kita dan jangan menyerang secara personal.

4.    Hati-hati terhadap bahasa tulisan!
Kadang kala terjadi salah paham hanya karena perbedaan bobot tulisan dengan bobot perbincangan. Kalau saya tulis misalnya:

“Si amir tuh kemaren pas kopdar becandanya geblek banget deh!”

Tentunya amir tidak bisa menangkap ekspresi saya ketika menyatakan geblek di atas. Ada kemungkinan bobotnya menjadi negatif karena gebleg dinilai sebagai merendahkan. Padahal dalam bahasa perbincangan sehari-hari, ‘gebleg’ jika dibicarakan sambil tertawa lebar bisa berarti penghargaan. Belum lagi urusan perbedaan tata bahasa sehari-hari. Perlu diingat baru untuk Indonesia saja kita sudah terdiri dari beberapa daerah yang masing-masing punya bahasa pergaulan sendiri-sendiri.  Jadi jika orang menilai pribadi kita di comment atau postingan coba baca berulang-ulang sebelum emosi meledak.

5.    Belajarlah sedikit tentang SEO
SEO itu apa sih? Pengertian sederhananya adalah ilmu untuk menempatkan sebuah tulisan diposisi paling atas hasil pencarian sebuah search engine macam google. Nah, seandainya konflik yang mendeskreditkan pribadi diri kita itu tidak berkesudahaan, maka simpan tenaga kita dan tinggalkan perdebatan. Gunakan untuk menuliskan tentang hal-hal positif tentang diri kita dan optimasi menggunakan SEO. Fungsinya apa?

Dengan kita memposting tulisan positif diri kita yang sudah dioptimasi, diharapkan postingan buruk yang ada, posisinya akan tergeser dari search engine. Jadi jika suatu saat kemudian sesorang mencari nama kita di google misalnya, maka postingan buruk itu akan terkubur dihalaman belakang google dan tergantikan dengan postingan milik kita.

Langkah ini tidak diambil oleh RS. Omni internasional. Karena kalau saat ini kita search kata kunci ‘RS. Omni internasional’ di google maka hanya satu halaman yang milik situs resminya dan sisanya adalah pemberitaan buruk tentang rumah sakit ini.

Trus gimana caranya? Trik dasar SEO itu udah saya singgung beberapa kali diblog ini. Monggo dicari sendiri ya. :D

6.    Ajukan tuntutan hukum
Kalau memang pendiskreditan itu begitu merugikan mungkin langkah terakhir yang bisa ditempuh adalah menuntut lewat jalur hukum. Saya sendiri tidak menyarankan hal ini karena setahu saya tuntutan pencemaran nama baik itu melibatkan hal yang rumit karena harus ada pembuktian bahwa kita memang punya nama baik sebelumnya, dan ada pembuktian sejauh mana nama kita dicemarkan serta berapa kerugian yang kita derita akibat pencemaran tersebut. Tapi yah untuk jelasnya mungkin ada baiknya menghubungi orang yang memang ahli di bidang hukum.

PS: Jadi kalau ada debat masalah pribadi jangan lantas malah menghapus blognya sendiri yah! Anak blogdetik kebiasan deh…. :D


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis

Comments (13)

 

  1. Eyang says:

    nama baik tak bisa dicemarkan :D

  2. ruanghati says:

    hehehehehe .. papanya benua bisa aja …
    jadi inget kasusku kemaren hehehe …., iya saran di atas memang tepat sekali .

    Kasus ku itu dah selesai kok. hehehehe …
    Makasih atas pencerahannya yah ….

    Ps nya gak tahan bo …..

  3. Eyang says:

    wah baca PS-nya aku tersinggung!!! aku kan anak blogdetik. aku tak terima. akan kutuntut kamu suami malas atas tuduhan asal nuduh. awas kamu ya!!!!!!!! sampai ketemu di pengadilan!!!!!!!

  4. tanyasaja says:

    hahaha…. aman bro, yang bawah tiu lho, anak blogdetik kebiasaan deh, hmmmm thx masukkannya sangat bermanfaat bro :)

  5. julie says:

    hmmm gitu yaaa
    mang anak blogdetik kek gitu semua

  6. anny says:

    Good advice :)

  7. depz says:

    “anak”?
    eyang keberatan tuhh
    hwhahhahaa

  8. penyuuuuuuuu says:

    Kebiasaan anak blogdetik emangnya apa aja seeeh?

  9. Cukup bijaksana saran yang anda berikan, pren

  10. widdy says:

    ya good advice

  11. dallen says:

    yang no 6 uh, agak susah yah klo di sini…..

  12. kuti says:

    Soal dicerca, aku udah lumayan kenyang waktu di blog s3lingkuh dulu… tp gak masalah…

    sepanjang terkait konten, gak masalah ada pihak yang suka ato gak suka, karena selera itu relatif… apalagi di beberapa blog pribadi aku jg masih anonim…

    oh ya, jika pihak yg mendiskreditkan itu anonim, dan bikin blog gratisan di blogspot ato WP, gimana caranya?

    btw rez, rumahkayu kirim email, tlg dicek kalu gak keberatan…

  13. lolopakpahan says:

    nah betul itu saya setuju sekali . . yang paling nyakitin hati, kalo orang yang baca blog kita dan ngejelek2in “keterbukaan”kita, dia sendiri ngga punya blog atau orangnya cenderung introvert, ga berwawasan luas trus menganggap dirinya serba pintar. kan repot. aku sih baru beberapa kali, mengundang temen2 baca blog ku, yang ada mereka bilang aku terlalu jujur, kaya’ anak kecil curhat di internet, dsb dsb, padahal kan aku nyeritain hal2 yang biasa-biasa aja (menurut aku lhooo).. mending aku punya keberanian buat expresiin hati daripada ngomongin orang gak jelas hewhwhwhwhw….
    mampir2 lagi pak :) thanks ya udah mampir juga :)

Leave a Reply