Padang oh Padang
Minggu kemarin saya menghabiskan waktu libur di padang. Berhubung kerjaan saya tidak memungkinkan saya lepas dari internet, yah akhirnya saya memutuskan tinggal di hotel yang menyediakan fasilitas internet.
Pangeran Beach itu yang saya pilih soalnya di dekat meja resepsionisnya ada tulisan free hotspot yang gede bener. Malam pertama akhirnya saya cobain deh fasilitas gratisan itu. Ambil voucher di mba-mba resepsionis, terus saya pesen the manis dan duduk di café lobby hotel. Masukin password-username ke jaringan yang namanya ‘Centro-hotspot’ sesuai yang diperintahkan,
Gak connect!
Coba ganti settingan!
Gak connect!
Refresh network!
Gak connect!
Restart Laptop!
Gak connect!
Coba minum the manis!
Gak connect!
Garuk-garuk kepala!
Gak connect!
Akhirnya saya nyerah! Dan memutuskan bertanya ke resepsionis yang tadi.
“Coba connect ke jaringan yang namanya pangeran hotspot pak!” katanya
Fuiiih…akhirnya setelah connect ke jaringan yang satu itu saya bisa connect. Coba surfing,
Lellleeeeet bangeeet!
Ganti settingan
Lellleeeeet banggeeeeettt!!!
Ganti dari IE ke firefox!
Makinnnnn leleeeeeleeettttt banggeeeetttt…!
Akhirnya putus…alias gak connect…
Complain lagi dan petugas IT-nya langsung datang ke saya. Kutak-kutik laptop saya, hasilnya,
“Sepertinya laptop bapak yang bermasalah, di laptop saya ini bisa connect!” Katanya sambil menunjukan laptopnya yang keren itu.
Saya pun langsung minder teratur. Soalnya Laptop saya memang murah meriah. Kalo di kategori mobil mungkin masuk kelas Kijang kotak, sementara contoh yang dia bawa memang lumayan keren. Yah, mungkin memang laptop murah saya kali yang bermasalah, pikir saya. Akhirnya saya pun menutup laptop dan berniat menghabiskan minum teh manis saya saja.
Namun tak lama berselang, datang segerombolan orang India dan mereka memilih duduk semeja dengan saya. Ada tiga orang, semua mengeluarkan laptop. Cuma butuh waktu lima menit dan kening mereka langsung berkerut.
“I’m sorry, but can you help me with this!” katanya sambil menunjuk icon koneksi internet di laptopnya.
“Okay, I’ll try but I have the same problem with you guys” kata saya sambil coba mengutak-atik laptop mereka bertiga.
Hasilnya tiga-tiganya gak connect! Padahal laptop mereka cukup canggih, maklum setelah saya ngobrol ternyata mereka pekerja IT asal India. Saya pun nyerah dan mereka akhirnya dibantu oleh orang IT yang tadi juga membantu saya. Ternyata gak connect juga!
Setelah satu jam, mereka pun marah-marah sampai menuntut ingin bertemu manager pangeran beach. Dalam bahasa inggris mereka bilang begini:
“Kami tidak akan marah dan menuntut kalau kalian tidak menuliskan hotspot sebagai fasilitas kalian. Satu-satunya alasan kami menginap disini adalah karena pekerjaan kami menuntut kami untuk connect ke internet dan brosur kalian menyatakan, kalian bisa menyediakan fasilitas itu. Toh, tidak butuh professor pembuat roket untuk menjadi admin server, itu khan pekerjaan yang gampang. Tapi saya memang tidak heran kalau kalian tidak bisa menyediakan fasilitas internet, karena saya meminta sandal hotel saja kalian tidak bisa menyediakan. Saya sudah ke beberapa tempat di Indonesia, kenyataannya pelayanan kalian yang paling jelek. Dan yang paling menyedihkan kalian di support sebagai salah satu tujuan wisata Visit Padang 2008!” katanya sambil mengeluarkan brosur dan sejumlah Koran lokal.
Waduh, kalau sudah begini saya yang tadinya bête malah jadi ikutan malu. Kok rasanya saya sebagai orang Indonesia jadi ikut tidak melayani tamu kita dengan baik. Wuuuuhhhuuu….









March 31, 2008 @ 11:05 am
Benar2 hotel yang aneh. Tapi laptopnya si admin ko bisa ya? (garuk2 kepala mode = on)
March 31, 2008 @ 11:31 am
# dojimonster: Benar2 hotel yang aneh. Tapi laptopnya si admin ko bisa ya? (garuk2 kepala mode = on)
Iya saya juga bingung…yang lebih bingung koq dia gak menawarkan untuk pakai laptop dia dulu yang jelas-jelas bisa???
June 1, 2008 @ 10:57 pm
[...] IT yang saya ikuti. Entah kenapa roadshow ini memiliki cerita aneh bin seru. Setelah peristiwa ke Padang, lalu ke Semarang, kini giliran kemarin di [...]
October 27, 2008 @ 11:46 am
[...] 10 hari karena harus berada di luar kota. Saya sih maunya tetap on-line tapi siapa tahu kejadian Padang berulang. Selain itu jadwalnya juga lumayan padat, [...]
August 6, 2009 @ 5:06 pm
duh mendingan sekalian nggak usah njanjiin hotspot sgala, kan malu2 in Indonesia di mata bule