Rp1/detik masa sih?
Jadi ceritanya saya lagi terlibat sebuah proyek IT yang mengharuskan tiap-tiap anggotanya untuk melakukan conference call dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Untuk menekan budget saya berusaha untuk mencari solusi komunikasi lintas daerah ini.
Ketika sedang berpikir sambil makan pisang goreng di depan televisi tiba-tiba muncul muka mba-mba ini (tenang mba ini gak ada hubungannya sama pisang goreng):
Pikir saya kalau Rp1/detik, berarti untuk telfon 1 jam hanya butuh Rp3600. Yiiiippppieeee…penghematan yang amat sangat. Karena itu selasa yang lalu seluruh tim akhirnya menggunakan XL Bebas. Saya isi pulsa Rp50.000 dan bertugas menghubungi anggota yang ada di Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Makasar .
Conference call akhirnya berjalan lancar dengan suara yang lumayan jernih (saya kasih jempol deh untuk urusan kejernihan suara, sampai suara pipis salah satu anggota yang lagi di kamar mandi bisa kedengeran, hehehe). Toh, kenyamanan ini harus berhenti di menit ke empat puluh. Satu persatu anggota yang saya telefon ternyata drop call. Setelah saya lihat penyebabnya ternyata pulsa saya yang hanya tersisa Rp4000.
Lah, kalau Rp1/detik mah mustinya saya hanya menghabiskan Rp18000 untuk nelpon sejam! Tapi koq?
Selidik punya selidik (setelah nanya orang XL yang tak mau disebutkan namanya), ternyata perhitungannya tidak semudah itu. Jadi,
Dua menit pertama menggunakan pulsa normal dan menit berikutnya baru menggunakan tarif 1 rupiah. Dan bagian paling mengejutkannya, perhitungan ini berulang tiap 10 menit.
JAdi menit ke 1-2 tarif normal
Menit ke 3-10 tarif Rp1/detik
Menit ke 11-12 tarif kembali normal
13-20 tarif Rp1/detik
Begitu seterusnya,
DAAAAMMNNNNN!!!! Saya baru tahu!!!










Leave a Comment