Sepengal cerita dari idul fitri
Tiap hari raya idul fitri memang punya cerita sendiri. Termasuk juga hari raya idul fitri kali ini. Ini beberapa cerita diantaranya.
11 atau 23?
Terus terang sejak menikah dengan istri saya, kami selalu berusaha bertoleransi dalam hal beragama. Pasalnya latar belakang keislaman kami sedikit berbeda. Dan paling terasa ketika bulan puasa datang. Karena biasanya kami menjalaninya di dua masjid yang berbeda. Masing-masing terbebas menjalankan keimanannya. Kami saling menghormati dan bertoleransi.
Tapi puasa kali ini sedikit berbeda. Istri saya mulai ‘belajar’ untuk ikut bersama saya bertarawih di mesjid dengan bilangan yang sama. Pergi terawih bersama, pulang pun bersama. Biarpun toleransi menyenangkan tapi tak bisa dipungkiri kebersamaan memang jauh lebih membahagiakan.
Ayo siapa duluan?
Nah, ini pula yang selama ini bikin saya dan istri bersatu dalam keberagaman. Biasanya jatuhnya hari lebaran kami berbeda. Istri saya masih harus menahan lapar dan haus sementara saya sudah bisa menikmati pelepas dahaga di hari yang fitri. Hingga tahun kemarin kami menjalaninya dengan santai dan bahagia. Tak ada yang saling ngotot memaksakan hari lebarannya dan tak ada yang saling melarang.
Tapi toh satu lagi anugrah dating tahun ini. Hari Idul Fitri itu dating secara bersamaan di pintu rumah kami. Berangkat sholat pun kami jalani bersama. Istri sudah tidak lagi tertinggal di rumah ketika sholat Ied. Dan Saya sudah tidak lagi menjadi baby sitter si kecil ketika bundanya sholat, karena saya sudah melanksanakannya hari yang lalu. Tahun ini semuanya bersama-sama. Sekali lagi, toleransi oke, tapi kebersamaan memang lebih membahagiakan.
Baju yang menyala itu!
Benua (anak saya itu) punya baju baru dan kali ini bukan sembarang baju baru. Baju ini dilengkapi lampu dibagian dadanya. Lampu ini menyala berdasarkan gerakannya. Sengaja kami membelikan baju ini sekedar buat ‘lucu-lucuan’.
Sayang kami lupa satu hal, anak kami tergolong super aktif dan tidak pernah bisa diam. Kejadian deh sepanjang lebaran kami punya senter pribadi.
Goodbye valentine rossi!
Tahun lalu saya dan keluarga harus merayakan idul fitri dengan menjadi pembalap motogp gadungan. Alhamdulillah meskipun masih dengan mobil yang seadanya kali ini kami bisa menikmatinya dengan kendaraan roda empat. Bagaimana pun ini jauh lebih nyaman untuk hari raya!
Mudah-mudahan cerita kebersamaan dan kebahagian ini bisa berlanjut dikemudian hari. Dan buat temen-temen semua saya ingin mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin. Kalau ada postingan, comment atau kata-kata saya dilain tempat yang kurang berkenan, Lahir batin saya mohon maaf. Semoga kita bersama kembali ke fitrah!









September 23, 2009 @ 9:49 am
aaaamiiiiinn..
September 23, 2009 @ 10:51 am
sama2 bro.. mohon maaf lahir dan batin…
September 23, 2009 @ 12:21 pm
Selamat Idul Fitri.. Semoga semua hikmah dan kebaikan Ramadhan akan terus mengikuti semua langkah kita. Maaf lahir batin.. d.~
September 23, 2009 @ 3:57 pm
Mohon maaf lahir batin
September 24, 2009 @ 10:28 am
Met Iedul Fitri ya…
Mohon maaf lahir fan bathin
October 11, 2009 @ 10:21 pm
semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. amin
November 10, 2009 @ 6:13 am
ayahnya benua….
auntynya benua mohon maaf lahir bathin juga ya…maaf telat ya…
kangen nih ama kalian b3…