Taukah kamu?
Kenapa saya memilih jadi suami malas dan cari duit online di rumah? Berapa banyak temen saya di dunia online? Dan berapa banyak kawan saya di dunia nyata?
Baik saya akan memulai dengan sedikit latar belakang. Boleh dibilang saya adalah orang yang selalu gagal menjalin hubungan di dunia nyata. Kawan saya bisa jadi segudang di dunia maya ini, tapi jujur kawan saya hanya sedikit di dunia nyata sana. It was a curse!
Hidup saya terus berpindah-pindah (lebih dari tujuh kota) dari kecil hingga dewasa, sehingga tidak terbiasa (kalau tidak mau dibilang gagal) menjalin hubungan jangka panjang. Saya cenderung sulit berada ditengah orang banyak, mungkin saya akan banyak diam jika ketemu orang di luar kakak dan ibu saya. It was a curse!
Tak satu pun kawan dari SD yang berhubungan hingga kini. Tak tersisa satu teman SMP pun yang menjalin komunikasi sekarang ini. Masa paling indah SMA? Saya cuma punya enam teman! Pacaran satu kali untuk kemudian saya menikah! Ketika kuliah? Cuma ada empat! Di luar itu? Tidak ada! Yup tidak ada! Gagal bergaul? Betul sekali! It was a curse!
Tapi toh belakangan ini saya merasa sangat bahagia! Kutukan gagal bersosialisai sepertinya sudah luntur! Akhirnya saya bisa merasa begitu nyaman dalam satu komunitas besar! Saya disambut dengan begitu hangat ketika masuk dalam komunitas ini. Saya masih ingat betul dua orang perempuan yang akhirnya saya tasbihkan dalam hati (dengan lancang) sebagai kakak, menyambut saya dengan senyum dan tawa menjadi dua orang pertama yang mempersilahkan saya masuk ke dalam komunitas mereka. Komunitas ini begitu menyenangkan dan begitu sangat kekeluargaan. Inilah keluarga baru saya!
Tapi toh kutukan itu akhirnya kembali! Saya dan ketidak pandaian saya dalam bersosialisai ternyata masih ada. Kemarin adalah pembuktiannya! Dua saudara laki-laki saya sedikit berbeda pendapat dalam satu hal. Suasana sedikit memanas. Mereka yang berada disisi saya pun mulai merasakan hal itu dan memiliki kekhawatiran yang sama.
Dengan segala keterbatasan saya coba menengahi. Saya coba menurunkan suasana. Tapi sepertinya gagal! Yang sudah terbiasa bergaul di dunia nyata mungkin menganggap ini biasa saja. Debat macam begitu mungkin biasa bagi yang sudah terbiasa di dunia nyata. Tapi Saya kaget, terkejut, tidak siap dan panik. “Keluarga ini harusnya menyenangkan, harusnya rukun, harusnya bahagia, this is maybe the only family that I got and it start to falling apart” pikir saya dalam hati.
Putus asa saya pun beralih kepada dua perempuan yang pernah menerima saya dengan senyum pertama kali itu. Berulang kali saya melirik pertanda permintaan tolong kepada mereka. Namun ketika mereka ikut urun rembuk suasana justru terasa lain. Saya juga menangkap adanya bulir ketegasan dalam kata-katanya. Buat mereka yang terbiasa, diskusi macam begini mungkin makanan sehari-hari. Tapi tidak buat saya!
Bukan karena mereka perempuan maka mereka tak perlu tegas! Bukan saya tak menghargai ruang diskusi maka saya menolak serius. But you two are my sister! My only hope and may be my last hope to save my family! Tapi toh semua justru menjadi boomerang. Permintaan saya untuk tidak serius justru menyinggung ruang hatinya. Sekali lagi ketidakahlian bergaul saya justru makin meruntuhkan kebesaran keluarga itu! Dan saya pun kembali merasa menjadi orang luar, sendirian dan ditolak!
I think it was a curse! Mungkin kalau bisa memilih, nantinya saya akan memilih mati di depan komputer saya yang tersambung internet. Tempat dimana saya punya kawan yang banyak. Dan bukan di dunia nyata dimana saya selalu gagal menjalin hubungan! It is a curse!
Comments (39)









komen dulu ah
tidak ada acuan khusus dalam hubungan sahabat nyata maupun maya, semua hanya masalah dan hal biasa….. salah paham, sakit hati bukankah sudah menjadi bagian dari persaudaraan/sahabat tetapi jadikan itu sebagai kekuatan dalam satu hubungan yang jauh lebih baik dan memperatnya….
sepakat fren…
Wah saya tertarik yg cari duit online itu. dapet nggak?
bagi-bagi dong…………..
dapet dounk…bagi duitnya? cari ndiri dounk…wkwkwk….
loner to be joiner memang masalah terbiasa saja, jika dibiasakan akan menjadi joiner bahkan penggerak komunitas tapi kalau vakum dari kegiatan yang melibatkan banyak orang akan menjadikan kita kembali menjadi loner kembali…..saya merasakan hal yang sama
Iyah nih si bos koq ndak pernah muncul lagi…terakhir di tempat pak budi ajah…
i love u brother
aku mengerti maksudmu
love u too sista…
dooh…ini ada apa sih ???
berdiskusi, beda pandapat itu wajar saja
kecewa itu lumrah,jangan jadikan ini sebagai ajang permusuhan.
kita bersahabat…tak ada yang bisa meruntuhkan itu
peace
justru saya tulis ini karena tetep ingin jadi sahabat…
loh.. aku kan temanmu?
santai aja bro…… diskusi emang begitu untuk menghasilkan output terbaik. asal semangatnya masih demi kebaikan…. saya kira wajar saja….
(* hmmm, ternyata hatimu lembut mannnnn…….
Jelas dounk sampeyan temen sayah mas….
*** ikutin komen julie ah …
Love u brother
aku mengerti maksudmu … [sekarang] …. **nambahin dikit hehehe ….
**curse aborted..
Love u too sista
hmmm kita senasib bang di dunia nyata gwa juga nggak begitu punya teman, mungkin karena gwa nggak suka dugem, alkohol ama rokok so nggak bisa ngeblend ama temen-temen gwa he..he.., keinginan terakhir gwa juga mati depan komputer ketika selesai membuat sebuah desain logo he..he.
waaahhh…kirain sayah sendirian doank…ternyata ada yang senasib…
Bener kata mas Karmin, kadang semangat untuk mencari jalan yang terbaik di bumbui oleh ketegangan. Tapi itu semua aku rasa karena kita peduli terhadap apa yang menjadi topik diskusi tersebut.
Tapi intinya bagaimana dengan forum-forum diskusi yang ada bisa menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik bagi kita semua.
Dan bagi kita itu adalah proses pembelajaran yang sangat baik untuk bisa lebih berkembang. Jadi jangan anggap itu sebagai sebuah kutukan. Kapan-kapan kita adain forum diskusi yang lebih seru lagi
sayah ikut ajah deh bro…
menurut gw pertengkaran atau pun beda pendapat di antara sahabat yang mungkin sudah bagai keluarga itu lumrah, yang keluarga aja sama koq pasti ada pertengkarang dan yang seperti itu…
ngga ada keluarga yang sempurna, karena dunia ini bukan negri dongeng di mana semuanya aman, damai dan bahagia…
ngga ada orang yang sempurna, bukan nya lo dulu yang bilang kalo ngga mungkin semua berjalan seperti yang lo mau???
tinggal lo nya yang mau ngga membuka hati buat temen-temen lo yang mau masuk ke dalam kehidupan lo, well… simple aja kan??
semangat man lo pasti bisa selamatin keluarga yang lo sayangin ini, pasti… ngga semua orang jahat itu ngga baik, dan ngga semua orang baik itu ngga jahat… jadi jangan lo tutup hati dan mata lo, karena lo ngga akan tau apa yang nunggu lo di luar sana… cheer up man…
Semoga semua teratasi dgn baik, maknai perbedaan sebagai acuan untuk satu tujuan yang tepat
Aku gak tau nih masalah apa nih??? he..he….
Amien…
ada apa lagi ini?
wat heppend di kopdaran kemarin?
Diskusi fren…tapi saya agak salah tanggap…
aku pun merasakan hal yang persiiiiss sama spt dirimu, mas…
(latah!)
makanya kemaren kita mojok bareng yah?
beda pendapat wajar aja dalam berdiskusi
sangat wajar malah….yang penting gimana menyikapi perbedaannya…
Kesan pertama gw dengan kalian semua asyik…
Peace All…
wedew…rockernya blogdetik hadir disini nih…
ada apa neh?
tetep jalin silaturahmi ajah deh yah
aku gk tau persoalannya.
Waduh…kalo silaturahmi teteup atuh…
cayooooo mas,hadapi semua ini dengan senyum ok.
to be a better man.
Saya menulis ini juga sambil tersenyum koq…
cooling down sohib2
sudah cooling koq…
tidak tau dan..
tidak ada itu yang namanya kutukan..
gitu yah…
mencoba memahami kata-katamu, saudaraku.
**aku suka paragraf terakhir
keknya paragraf terakhir saya banyak disalah artikan nih sayah memilih mati depan komputer, tapi khan ndak berarti saya mau mati segera…
Wah, koq nulis begitu pak. Jadi prihatin membacanya.
cuma mau menyampaikan permintaan secara jujur koq mas…
zelamat pagi….
zalam kenal,
salam kenal juga
Hidup Ini Memang kejam…..
Hidupnya sih ndak kejam, kita menyikapinya yang kadang kejam
“Tak satu pun kawan dari SD yang berhubungan hingga kini”….duh berarti ane tidak dianggap teman yak? *sedih mode on*
Jiaaahhh…kau pun muncul baru belakangan ini kawan…telpon baru dua kali, main kerumahnya sekali, banyak menghilangnya pula….wkwkwk….
hmmm…kebetulan aku baru aja membaca blognya ella ttg ‘kecewa’, kayaknya ada ‘benang merah’nya dengan postingan ini ya?
sebenarnya, dalam diskusi perbedaan pendapat atau gaya itu biasa, dan sangat lumrah… dan dlm keluarga, pertengkaran kakak-adik itu lumrah…dan kendati bertengkar, gak perlu membuat si adik minggat meninggalkan rumah bukan?
walau aku juga gak pernah hadir dlm diskusi, aku tetap merasa bagian dari keluarga besar itu…
(sorry kalu ngelantur…sorry juga kalu aku udah mengkhayal…hehehehe)
sama sekali tidak ngelantur koq
Hmm..memang sayang sekali kalau sekedar berbeda pendapat atau berbeda gaya lalu membuat persahabatan terputus ya? Aku sendiri menganggap bergurau dalam forum forum serius syah syah saja. Ada banyak cara untuk melontarkan ide. Ada banyak style juga. Jadi,kenapa tidak? Kita semua tampaknya memang harus lebih belajar membuka hati dan meluaskan cara pandang untuk dapat menerima perbedaan ya? Salam. Dan,jangan pergi Reza.. d.~
Loh sayah ndak mau pergi koq….
Syukurlah kalo ndak berniat pergi atau pindah kavling. Kirain…
d.~
hmmm, pasti di dunia nyata ada seorang atau beberapa orang yg menyanyangimu tapi diri kita sendiri saja yg terkadang tidak memperdulikannya…
[...] « Taukah kamu? [...]
[...] membuat sang sahabat merasa bersalah, dan perasaan itu pun akhirnya juga tertulis menjadi sebuah postingan yang menggambarkan tentang “kutukkan” yang seolah-olah selalu dia alami dalam setiap ajang sosialisasi, dan itu menurutnya merupakan [...]
Apakah lebih seru dari debat capres yg baru “HOT”
tapi pernyataanmu di entry soal “Tak satu pun kawan dari SD yang berhubungan hingga kini” itu beda dengan maksud jawabanmu. Setidaknya aku sudah mencoba beberapa kali untuk berhubungan termasuk memohon ijin untuk berkunjung ke rumahmu, sayang tiada respon darimu. Tapi enggak masalah kalau memang asumsi dasarnya adalah “”Tak satu pun kawan dari SD yang berhubungan hingga kini”"
Terima kasih atas tulisanmu ini…kawan
Hayah…kau pake ngambek pula kawan… justru sekian tahun berselang kau malah muncul dan masuk kategori sahabat dunia maya, beberapa postinganku pun banyak tentang kau kawanku yang baik (membujuk mode on)…komunikasi persahabatan kita lebih terjalin di internet khan…
Btw kita tuh satu SD yah bro? setahu gw kita dulunya cuma tetanggaan doank deh…
wah aku gak tau apa yang terjadi
hari minggu itu, karena aku pulang duluan.
Apapun yang terjadi mudah2an kita2
ttp jadi sahabat. Dan suamimalas ttp rajin
dateng kopdar
halah, lah wong satu kelas, gimana enggak satu SD
maapkan daku my friend…
happy ending
dimaafkeun…
*eh bukan ke saya dink yak*
salam kenal bro
ooo… gitu toh ceritanya….
but menurut aku sih nggak ada istilah cursed….
namanya komunitas memang awalnya susah dimasuki, apalagi kalo tipikal kitanya agak melempem…. orang berbeda2, ada yang siap sehingga bisa ngobrol dengan enak secara langsung, ada yang untuk ngobrol memilih menulis…
semoga mas reza ga kecil hati dengan kekurangan kemarin, kalo bisa temen banyak di maya bisa dibawa ke nyata… gampang toh, enak toh…