Tragedi sandal dan orang buta!

 

Peristiwa ini baru saja saya alami beberapa saat yang lalu sebelum saya membuat tulisan ini (lebih tepatnya waktu saya sholat jumat barusan). Jadi ceritanya saya melaksanakan sholat jumat di daerah Cilandak.

 

Saya melakukan aktivitas seperti biasa. Tiba di masjid, buka sepatu, terus tengok-tengok kiri kanan, lihat sandal-sendal nganggur untuk dipakai mengambil air wudhu. Kebetulan ada sebuah sandal swallow hijau (standar sandal jepit), ya sudah saya cuek saja ‘pinjam’ sandal itu. Selesai wudhu sandal saya kembalikan, tidak pas pada tempatnya karena sandal sudah bertumpuk.

 

Selanjutnya sih berjalan seperti biasa, dengar 2 kali khutbah dan kemudian melaksanakan sholat. Kejadian serunya (atau malah menyedihkan) justru terjadi setelah sholat. Karena seperi biasa orang sehabis sholat selalu terkesan terburu-buru sehingga saling berdesakan. Nah, ketika itu di sebelah saya ternyata ada seorang lelaki yang tuna netra alias buta.

 

Karena ia nampak agak kesulitan ‘berjuang’ di tengah kerumunan itu, saya pun berusaha membantu dengan membimbingnya memilih jalan.

 

“Makasih” ucapnya sambil tersenyum.

 

Tepat di pintu keluar masjid, bapak itu menunduk dan menyentuh sandal yang ada di dekat tempat itu. Ia melakukannya terhadap beberapa sandal.

 

“Cari sendalnya ya pak?” Pertanyaan saya rada-rada bodoh sih. Ya iyalah nyari sandal, mosok nyari jambu air!

 

“Iya, tadi saya taruh sini, model sandal jepit biasa” ujarnya menunjuk satu titik.

 

Mata saya langsung melihat sekeliling. Dan Waduh, itu sandal-sendal sudah gak beraturan. Ada yang dipojok sementara pasangannya yang lain ada dipojok satunya. Ada yang sudah terbalik hampir jatuh dekat selokan. Pokoknya sudah amburadul gak karuan.

 

“Sepertinya sudah tidak di tempatnya pak” kata saya dengan cemas.

 

“gak apa-apa, biar saya periksa satu-satu sambil nunggu sepi jadi lebih mudah, biasanya memang ada yang pinjam untuk ambil wudhu” ujarnya masih tersenyum dan meneruskan pencariannya dengan memegang sandal-sandal yang ada di tempat itu.

 

DAMMMNNN…dan saya merasa menjadi orang paling bodoh di dunia. Aksi pinjam meminjam (tanpa izin yang punya) yang selama ini saya anggap biasa ternyata berdampak jelek (banget) buat sebagian orang. Bapak itu harus menunggu sampai jemaah agak sepi untuk menemukan sandalnya. Belum lagi dia harus memegang (ingat loh dia buta, jadi dia harus meraba secara tepat) sandal-sandal orang lain yang kotor.

 

Memang sih akhirnya sandalnya diketemukan dan terbukti bukan sandal yang saya pinjam. Tapi tetap saja saya berjanji pada diri sendiri untuk gak minjem sandal sembarangan.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • del.icio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • TwitThis

Comments (1)

 

  1. [...] bermasalah dengan sandal jepit ketika hendak sholat jumat. Setelah sebelumnya bermasalah dengan orang buta dan sandal jepitnya. Kini giliran jumat kemarin saya bermasalah kemarin dengan sandal [...]

Leave a Reply